Beragam Penyakit Kelenjar Getah Bening, Sudah Tahu?

Health

Banyak orang hanya tahu bahwa penyakit kelenjar getah bening adalah kanker. Padahal, ada berbagai penyakit lain yang tak kalah bahaya.

Setiap organ dan bagian tubuh pasti memiliki fungsi yang secara tidak langsung berkesinambungan terhadap kehidupan kita. Ketika salah satu organ atau fungsi tubuh terganggu, pasti dampaknya akan sangat terasa pada tubuh kita, salah satunya adalah mengganggu aktivitas.

Namun, sayangnya masih banyak orang yang menganggap bahwa organ yang perlu dijaga kesehatannya adalah organ-organ tertentu saja, seperti jantung dan paru-paru. Padahal, sejatinya setiap organ perlu dijaga kesehatannya. Salah satu organ yang cukup sering diabaikan orang adalah kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening merupakan bagian tubuh yang memegang peran penting dalam sistem imun. Jelas terlihat bahwa organ satu ini sangatlah penting bagi tubuh, tapi karena sering diabaikan, tak heran jika organ ini terserang penyakit.

Penyakit kelenjar getah bening sangatlah beragam. Mungkin yang lazim diketahui orang adalah kanker kelenjar getah bening. Padahal, setidaknya ada lebih dari lima penyakit kelenjar getah bening yang tidak kalah bahaya. Apa saja? Ini dia!

Beragam Penyakit Kelenjar Getah Bening

Limfadenopati

Gangguan kesehatan limfadenopati biasanya disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau kanker. Infeksi yang menyebabkan limfadenopati termasuk infeksi bakteri seperti radang tenggorokan, luka kulit yang terinfeksi secara lokal, atau infeksi virus seperti mononukleosis atau infeksi HIV.

Berbeda dengan limfadenitis, limfadenopati biasanya tidak terasa sakit, ataupun tanda-tanda peradangan lainnya misalnya kemerahan.

Penyakit Kawasaki

Selanjutnya, penyakit kawasaki merupakan penyakit yang hampir sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang di bawah usia lima tahun. Penyakit ini menjadi penyebab terbesar penyakit jantung pada anak-anak. Namun jika ditemukan lebih awal, kebanyakan anak-anak akan sembuh tanpa masalah.

Saat seorang anak terkena penyakit kawasaki, pembuluh darah di seluruh tubuhnya mengalami peradangan, sehingga dapat merusak arteri koroner yang membawa darah ke jantung. Tak hanya organ tersebut, kelenjar getah bening, kulit, serta dinding mulut, hidung, dan tenggorokan juga bisa terserang.

Belum diketahui pasti apa penyebabnya, namun kemungkinan besar dari kombinasi genetik, paparan virus dan bakteri, dan faktor lingkungan lainnya. Berbagai penelitian menyebutkan ras Asia lebih besar risikonya terkena penyakit ini, walau ras dan etnis lain juga berisiko.

Limfadema

Sekitar dua sampai empat liter getah bening beredar melalui sistem limfatik setiap harinya. Ketika pembuluh limfatik terputus, terpotong, atau tersumbat, maka cairan limfe tidak dapat mengalir dengan lancar menuju vena subclavia untuk ke jantung, sebagai akibatnya cairan getah bening akan menumpuk pada jaringan di dekatnya dan menyebabkan pembengkakan.

Kondisi ini disebut lymphedema. Penyebab-penyebab yang merusak pembuluh limfatik termasuk operasi, terutama jika kelenjar getah bening terpotong, dan pengobatan radiasi untuk kanker.

Sirkulasi yang buruk yang mungkin terjadi selama kehamilan dan imobilitas (jarang bergerak) karena penyakit atau obesitas juga dapat menyebabkan lymphedema.

Limfadenitis

Ketika kuman masuk ke dalam tubuh, mereka umumnya dijemput oleh sistem limfatik. Sering kali kemudian kuman tersebut menang dan menginfeksi kelenjar getah bening di dekatnya, menyebabkan pembengkakan dan nyeri.

Istilah medis untuk kondisi ini adalah limfadenitis, tetapi lebih dikenal sebagai “infeksi kelenjar getah bening”. Banyak infeksi bakteri dan virus umum dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar, yang kembali normal setelah infeksi sembuh.

Sarkoidosis

Sarkoidosis merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dari sel-sel inflamasi yang disebut granuloma di beberapa bagian di tubuh. Umumnya granuloma berada di paru-paru dan kelenjar getah bening, namun juga bisa menyerang mata, kulit, jantung, dan organ lainnya.

Penyebabnya belum diketahui, namun para ahli berpikir bahwa ini merupakan hasil dari sistem imun tubuh yang merespons zat asing. Belum ada obat untuk sarkoidosis, namun kebanyakan orang bisa sembuh tanpa pengobatan atau pengobatan biasa, bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, sarkoidosis bisa bertahan lama dan berujung menyebabkan kerusakan organ.

Limfangitis

Pembuluh limfatik juga dapat terinfeksi dan meradang, kondisi yang dikenal sebagai limfangitis. Jika ini terjadi akan terlihat garis-garis merah yang muncul pada kulit sepanjang rute pembuluh limfatik yang meradang, biasanya disertai dengan demam dan menggigil. Bakteri streptokokus adalah penyebab paling umum dari limfangitis.

Kanker Kelenjar Getah Bening dan Penyebaran Kanker

Limfoma adalah jenis kanker yang melibatkan sel-sel kekebalan tubuh dari sistem limfatik yang dikenal sebagai limfosit. Kanker ini dapat muncul di mana saja di selurun tubuh, dibagi menjadi dua jenis; Limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin.

Lymphangiosarcoma adalah jenis kanker kelenjar getah bening yang jarang, kadang-kadang berkembang pada orang yang telah memiliki lymphedema selama bertahun-tahun.

Kanker yang mulai di luar sistem limfatik – seperti kanker payudara, paru-paru, dan kanker usus besar juga sering menyebar ke kelenjar getah bening. Artinya kanker tersebut menginvasi kelenjar getah bening dan tumbuh di sana, ini disebut sebagai metastasis kelenjar getah bening.

Gangguan Struktural Kelenjar Getah Bening

Pembuluh limfatik kadang-kadang terbentuk dengan kondisi tidak benar atau tumbuh abnormal. Sebagai contoh, limfangioma adalah tumor jinak atau non-kanker, yang tumbuh ketika pembuluh limfatik kecil tidak terhubung secara normal dengan seluruh sistem limfatik.

Pertumbuhan ini yang paling sering terlihat selama masa bayi dan kanak-kanak, tetapi orang dewasa juga bisa terkena.

Lymphangiectasia adalah jenis lain dari kelainan struktural dari sistem getah bening yang terjadi ketika pembuluh limfatik menjadi rusak dan getah bening mengalir balik.

Sebagai akibatnya pembuluh limfa akan mengembang seperti balon, menyebabkan pertumbuhan non-kanker, bila terus terjadi dapat menimbulkan kebocoran cairan getah bening. Orang dengan kondisi ini juga umumnya memiliki lymphedema.

Gangguan Fungsional Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening dapat ditemukan di seluruh tubuh tetapi paling banyak terkonsentrasi di daerah yang rentan terhadap infeksi. Setiap kelenjar getah bening memiliki sejumlah besar sel pelawan infeksi yang disebut limfosit.

Ketika limfosit tidak berfungsi dengan baik – kondisi ini secara luas dikenal sebagai immunodeficiency atau pelemahan sistem kekebalan tubuh – akan membuat seseorang mudah terserang infeksi, bahkan penyakit ringan seperti flu saja dapat menjadi mengancam nyawa.

Gangguan immunodeficiency primer atau yang diwariskan terdapat pada saat lahir. Sedangkan jika berkembang di kemudian hari disebut imunodefisiensi sekunder, seperti pada human immunodeficiency virus (HIV) atau bahkan AIDS.

Penyakit kelenjar getah bening sangatlah beragam dan tak kalah bahaya dari kanker, bukan? Oleh karena itu, mari kita jaga kesehatan seluruh organ tubuh kita, termasuk kelenjar getah bening.

Comments are closed.