Sadari, Penyebab Penyakit Lupus dan Cara Menanganinya!

Health

Sejauh apa Anda memahami penyebab dan cara menangani penyakit lupus? Bila belum tahu, artikel ini bisa jadi informasi untuk Anda!

Penyakit lupus dalam istilah kedokteran disebut dengan penyakit autoimun. Penyakit ini bisa menyerang bagian-bagian penting di dalam tubuh. Ketika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Lupus sendiri termasuk penyakit yang berbahaya. Kebanyakan dialami oleh kaum wanita. Meskipun demikian, kaum lelaki tetap harus waspada. Pasalnya, penyakit kronis ini bisa muncul kapan saja.

Faktor yang mempengaruhinya adalah lingkungan dan faktor genetik. Ketika seseorang memiliki riwayat penyakit ini, seseorang punya risiko lebih besar. Dan ini harus disadari supaya segera mengambil tindakan pencegahan maupun pengobatan.

Gejala Munculnya Penyakit Lupus

Penyakit lupus merupakan penyakit peradangan/inflamasi kronis. Penyakit ini berhubungan dengan sistem imunitas tubuh seseorang. Sistem imun yang tadinya berguna untuk membentengi tubuh dari serangan penyakit malah menyerang sel maupun jaringan di dalam tubuh sendiri.

Baca juga: Info Penting Penyakit Herpes dan Pertolongan Jika Terindikasi

Bisa diartikan jika penyakit ini sangatlah berbahaya. Betapa tidak, fungsi tubuh yang tadinya dibutuhkan malah menyerang balik. Tidak salah jika penyakit ini cukup mengerikan.

Perlu disadari bahwa penyakit kronis ini terjadi secara perlahan. Munculnya secara bertahap. Mulai dari gejala ringan sampai yang terparah.

Untuk gejalanya bisa dipahami. Salah satunya adalah merasakan lelah yang sangat ekstrem. Rasa lelah ini bisa membuat pekerjaan seseorang terkendala.

Parahnya, rasa lelah ini tetap dirasakan oleh penderitanya. Misalnya saat melakukan pekerjaan rumah sederhana, penderita akan merasa sangat lelah. Meskipun telah mengambil waktu istirahat, nyatanya rasa lelah ini tidak kunjung hilang.

Selain itu, gejala penyakit lupus lainnya adalah munculnya ruam pada kulit. Ruam ini tampak terlihat pada bagian batang hidung dan pipi. Orang-orang mengenalnya dengan sebutan ruam kupu-kupu. Selain pada bagian tersebut, ruam ini bisa muncul pada tangan maupun pergelangan tangan. Bila terpapar sinar matahari, rasanya akan sangat nyeri dan gatal. Makanya, seorang penderita lupus biasanya akan menjauh dari sinar matahari.

Tak hanya itu saja, gejala lainnya adalah munculnya rasa nyeri pada persendian. Tepatnya berada di sendi kaki dan tangan. Biasanya, rasa nyeri ini akan berpindah sangat cepat. Dan perlu digaris bawahi bahwa rasa nyeri akibat lupus ini tidak menyebabkan cacat permanen.

Apakah hanya itu saja? Tentu saja tidak. Gejala lainnya adalah sariawan berulang, hipertensi, nyeri pada bagian dada, rambut rontok, migraine, jari-jari tangan memutih/membiru, bengkak pada pergelangan kaki, sampai hilang ingatan.

Baca juga: Penyakit Difteri: Apa Saja Gejala dan Penyebabnya?

Penyebab Seseorang Menderita Lupus

Secara khusus, penyebab lupus masih belum diketahui pasti. Namun secara umum, gambaran dari penyebabnya terbagi menjadi beberapa. Anda perlu memahaminya supaya bisa meminimalisir risiko mengalami penyakit lupus.

Salah satu penyebab utamanya adalah faktor genetik. Ini hanya sebatas dugaan. Salah satu anggota yang mengalami lupus biasanya akan diturunkan pada anggota keluarga lainnya. Dan ini terbilang sulit untuk dihindari.

Penyebab lainnya adalah tingginya hormon di dalam tubuh. Hormon yang dimaksud adalah hormon estrogen. Kelebihan hormon inilah yang menyebabkan sistem imunitas tak terkendali.

Perlu diingat bahwa hormon estrogen paling besar dimiliki oleh kaum wanita. Ketika masuk usia pubertas dan masa kehamilan, hormon ini akan diproduksi lebih besar. Perubahan hormon inilah yang diduga bisa menyebabkan lupus.

Penyebab yang selanjutnya adalah lingkungan. Lingkungan yang kurang bersih memang menjadi sarang penyakit. Artinya, bukan hanya lupus saja yang mengintai, namun jenis penyakit lain pun bisa menyerang.

Dugaan sementara yang menyebabkan lupus adalah infeksi virus Epstein Barr. Selain itu, kebiasaan merokok, terkena paparan sinar ultraviolet serta zat kimia berbahaya juga bisa memicu lupus. Oleh karenanya, jauhilah lingkungan dan kebiasaan buruk agar terhindar dari penyakit lupus.

Baca juga: 5 Tip Menerapkan Pola Hidup Sehat

Cara Mengobati Penyakit Lupus

Sejauh ini, obat yang diresepkan oleh dokter hanya bermanfaat untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh penyakit lupus. Ini berarti jika belum ditemukan obat yang bermanfaat khusus untuk penyembuhan lupus secara total.

Meskipun begitu, obat yang diberikan bisa membuat penderita tidak merasakan sakit yang parah. Ini jauh lebih baik ketimbang membiarkannya. Dan untuk jenis pengobatannya, Anda bisa tengok caranya di bawah ini.

Mengonsumsi Obat Antiinflamasi Nonsteroid

Obat yang biasa diberikan dokter adalah antiinflamasi nonsteroid ini. Obat jenis ini diberikan untuk meminimalkan rasa nyeri pada sendi maupun otot. Pasalnya, rasa nyeri ini menjadi gejala utama lupus yang bisa membuat penderitanya kurang nyaman.

Kortikosteroid

Jenis pengobatan lupus yang kedua adalah kortikosteroid. Jenis pengobatan ini akan digunakan bilamana gejala lupus terasa sangat parah dan aktif. Obat tersebut akan bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit lebih cepat dan efektif.

Pada tahap pemberian obat, obat ini akan diberikan pertama kali dengan jumlah dosis yang tinggi. Setelah itu diturunkan secara bertahap. Namun harus diingat bahwa obat jenis ini juga menimbulkan efek samping.

Ketika digunakan dalam jangka panjang, obat ini menyebabkan masalah kesehatan. Di antaranya adalah pengeroposan tulang, tekanan darah, sampai penipisan kulit.

Mengonsumsi Obat Imunosupresan

Obat yang satu ini juga biasa dikonsumsi oleh penderita penyakit lupus. Cara kerja dari obat ini adalah dengan menekan sistem imun di dalam tubuh.

Tepatnya membentengi bagian tubuh yang terserang oleh sistem imun. Hasilnya, kerusakan bagian tubuh ini tidak parah. Malahan bisa diperbaiki lagi oleh tubuh seiring berjalannya waktu.

Walaupun begitu, penderitanya harus memahami bahwa obat ini juga memiliki efek samping. Efek sampingnya berupa hilangnya nafsu makan, muntah, pembengkakan gusi, sampai diare.

Kesimpulannya, lupus menjadi penyakit paling berbahaya yang harus dihindari. Pasalnya, penyakit ini masih belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkannya secara total. Makanya, hindari hal-hal yang bisa menyebabkan penyakit lupus agar kehidupan Anda lebih bersemangat.

Comments are closed.