Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Penyakit Malaria

Health

Penyakit malaria bukanlah penyakit sembarangan. Perlu perhatian khusus agar dapat ditangani dengan baik dan benar sebelum menjadi semakin parah.

Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat. Sebab, banyak hal positif yang dapat terganggu jika kita menderita sebuah penyakit, baik ringan maupun berat. Namun, sayangnya tidak semua orang bisa menikmati tubuh yang sehat setiap harinya. Ada kalanya tubuh tidak fit dan pada akhirnya mudah terserang penyakit.

Dari sekian banyak penyakit, salah satu penyakit yang paling menghawatirkan adalah penyakit malaria. Penyakit satu ini merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang disebabkan oleh protozoa parasit (sekelompok mikroorganisme bersel tunggal) dalam tipe plasmodium. Meski sama-sama ditularkan melalui nyamuk, penyakit satu ini berbeda dengan demam berdarah dengue atau biasa disebut DB. Agar lebih paham, mari kita simak bersama secara lebih dalam mengenai malaria di bawah ini!

Penyebab Penyakit Malaria

Setiap penyakit tentu ada penyebabnya. Hal ini pun berlaku pada malaria. Penyebab timbulnya penyakit ini adalah gigitan dari nyamuk anopheles betina yang di dalam tubuhnya terkandung parasit plasmodium. Anopheles adalah satu-satunya nyamuk yang dapat menjadi penular parasit malaria.

Keberhasilan parasit penyebab malaria untuk berkembang di dalam tubuh nyamuk tergantung pada beberapa faktor, terutama faktor kelembapan dan suhu nyamuk.

Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia, parasit penyebab malaria memasuki aliran darah, dan menjadi aktif dalam hati. Setelah itu, 5-16 hari selanjutnya setelah tergigit, manusia yang tergigit akan mulai menunjukkan gejala.

Parasit malaria baru kemudian dilepaskan kembali ke dalam aliran darah dari hati menuju sel darah merah dan mulai berkembang biak. Beberapa parasit penyebab malaria ini ada yang tetap di hati dan tidak dilepaskan pada waktunya nanti. Ketika dilepaskan di waktu yang ditentukan itu, itulah yang disebut dengan kekambuhan (relaps).

Jenis-Jenis Penyakit Malaria

Mungkin sebagian besar orang hanya mengetahui bahwa penyakit malaria tidaklah memiliki banyak jenis seperti beberapa penyakit berbahaya lainnya. Padahal, penyakit ini memiliki setidaknya lima jenis, yaitu:

Malaria Falciparum

Disebabkan oleh parasit plasmodium falciparum. Malaria jenis ini yang paling berbahaya, karena menyebabkan malaria berat disertai komplikasi. Sebagian besar kasus kematian karena malaria terkait dengan malaria jenis ini.

Malaria Vivax

Parasit plasmodium vivax yang menyebabkan malaria vivax ini dapat bertahan dalam keadaan tidak aktif pada organ hati selama beberapa bulan atau tahun. Sehingga, malaria jenis ini dapat kambuh ketika parasit aktif kembali.

Malaria Ovale

Jenis ini disebabkan oleh parasit plasmodium ovale dan gejala yang ditimbulkan tidak parah, serta terkadang membaik tanpa pengobatan.

Malaria Malariae

Malaria jenis ini baru menimbulkan gejala setelah sudah lama terinfeksi parasit plasmodium malariae. Oleh karena itu, penderita malaria jenis ini akan mengalami infeksi yang kronis dan juga terkait dengan gangguan fungsi organ ginjal.

Malaria Knowlesi

Sama dengan malaria falciparum, malaria akibat plasmodium knowlesi juga dapat berkembang dengan cepat menjadi parah, walaupun gejala awalnya ringan.

Gejala Penyakit Malaria

Sejatinya, gejala utama penyakit satu ini adalah demam tinggi yang dapat membuat penderitanya menjadi menggigil. Tapi, jika dilihat lebih dalam, gejala penyakit ini dibagi menjadi dua, yakni:

Malaria Tanpa Komplikasi (Malaria Ringan)

Malaria ringan biasanya menimbulkan gejala ringan tapi tidak sampai merusak fungsi organ. Namun gejala ini bisa berubah menjadi malaria berat jika tidak segera ditangani, atau jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak baik.

Gejala malaria tanpa komplikasi biasanya berlangsung selama 6-10 jam, tetapi kadang terjadi dalam waktu yang lebih lama bahkan dengan gejala yang lebih rumit. Pasalnya, kadang gejala yang terjadi mirip sekali dengan sakit flu, sehingga bisa menyebabkan salah diagnosis penyakit.

Tanda-tanda jika mengalami malaria ringan, akan muncul perkembangan gejala sebagai berikut ini:

– Tubuh merasakan sensasi dingin dan menggigil

– Demam

– Sakit kepala

– Mual dan muntah

– Kejang, biasanya terjadi pada penderita malaria di usia muda

– Tubuh berkeringat diiringi dengan kelelahan

– Nyeri pada tubuh

Malaria berat

Pada gejala malaria berat, biasa dibuktikan dengan hasil dari klinik atau laboratorium yang menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan fungsi organ vital dan beberapa gejala lainnya, seperti:

  1. Demam tinggi diiringi dengan menggigil hebat.
  2. Mengalami gangguan kesadaran.
  3. Mengalami kejang.
  4. Adanya gangguan pernapasan.
  5. Munculnya anemia berat.
  6. Mengalami disfungsi organ vital.
  7. Gagal ginjal.
  8. Kolaps kardiovaskular.
  9. Kadar gula darah rendah (Biasanya terjadi pada wanita hamil).

Diagnosis Penyakit Malaria

Bila seseorang mengalami gejala malaria, dokter akan menanyakan apakah ia tinggal atau baru saja bepergian ke daerah yang banyak kasus malaria. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah.

Pemeriksaan darah untuk mendiagnosa malaria meliputi tes diagnostik cepat malaria (RDT malaria) dan pemeriksaan darah penderita di bawah mikroskop. Tujuan pemeriksaan darah di bawah mikroskop adalah untuk mendeteksi parasit penyebab malaria dan mengetahui jenis malarianya. Perlu diketahui, pengambilan sampel darah dapat dilakukan lebih dari sekali dan menunggu waktu demam muncul.

[the_ad id=”41020“]

Pengobatan Penyakit Malaria

Untuk menangani malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, organisasi kesehatan dunia (WHO) membuat suatu regimen kombinasi obat yang disebut dengan artemisin-based combination therapies (ACT). Kombinasi obat tersebut adalah:

  1. Kombinasi obat artemether dan lumefantrine.
  2. Kombinasi artesunate dan amodiaquine.
  3. Kombinasi dihydroartemisinin dan piperaquine.
  4. Kombinasi artesunate, sulfadoxine, dan pyrimethamine.

Obat ini diberikan setidaknya selama tiga hari pada penderita dewasa maupun anak-anak. Sementara untuk wanita hamil pada trimester pertama, maka obat yang diberikan adalah pil kina ditambah clindamycin selama tujuh hari.

Untuk penanganan malaria karena infeksi plasmodium vivax, dapat diberikan kombinasi obat ACT atau obat chloroquine. Selain itu, guna mencegah kekambuhan malaria jenis ini, dokter dapat menambahkan obat primaquine.

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai medis. Semoga Anda dan keluarga sehat selalu ya.

Comments are closed.