Cari Tahu Lebih Banyak Seputar Penyakit Miom

Health

Penyakit miom merupakan salah satu penyakit bahaya yang menyerang kaum hawa. Pahami secara mendalam agar tidak salah langkah dalam proses penyembuhannya.

Setiap orang pasti ingin memiliki tubuh yang sehat, tak terkecuali Anda, kan? Tapi, sayangnya hampir setiap orang di dunia pasti pernah terjangkit berbagai penyakit, baik ringan maupun berat. Bahkan, ada penyakit yang menyerang organ vital, pria dan wanita. Pada kaum hawa, penyakit yang sangat dihindari tak lain adalah penyakit miom.

Mengapa penyakit satu ini sangat dihindari? Seberapa bahaya penyakit ini? Bagaimana cara penyembuhannya? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, alangkah baiknya kita baca secara saksama penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Penyakit Miom?

Miom adalah pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Nama lain dari miom dikenal juga dengan nama mioma, fibroid rahim, atau leiomioma. Penyakit miom berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

Penyebab Penyakit Miom

Seperti berbagai penyakit lainnya, miom pun memiliki beberapa penyebab yang perlu Anda ketahui, seperti:

  1. Faktor hormonal, yaitu ketidakseimbangan hormon estrogen.
  2. Gangguan psikis, seperti ketidakseimbangan emosi, stres.
  3. Daya tahan tubuh yang rendah. Semakin baik daya tahan tubuh, munculnya faktor risiko sebagai penyebab miom bisa menjadi semakin ditekan.
  4. Pola hidup yang tidak sehat juga bisa menjadi penyebab miom.
  5. Kurang mengonsumsi sayuran hijau.
  6. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak.
  7. Adanya infeksi dan jamur dalam rahim juga bisa menjadi penyebab miom.

Gejala Penyakit Miom

Miom bisa dideteksi dengan menyadari gejala yang umumnya mengindikasikan bahwa tubuh terjangkit penyakit tersebut. Adapun beberapa gejalanya antara lain:

  1. Anemia karena perdarahan hebat saat masa menstruasi. Keluarnya darah dengan volume yang terlalu banyak, terlebih dalam jangka waktu yang cukup lama (lebih lama dari menstruasi normal pada umumnya) bisa menjadi salah satu gejala penyakit miom atau ciri-ciri miom, meskipun hal tersebut juga bisa disebabkan karena alasan kesehatan yang lain.
  2. Rasa nyeri pada perut atau panggul yang sangat hebat adalah ciri-ciri miom yang dirasakan menjelang atau saat menstruasi.
  3. Perut terasa penuh dan membesar.
  4. Sering buang air kecil, karena tertekannya kandung kemih oleh miom.
  5. Rasa nyeri saat berhubungan seksual.
  6. Gangguan menstruasi, seperti terasa sangat nyeri, perdarahan hebat, dan jadwal yang tidak teratur. Jika Anda mengalami hal ini secara berulang atau berkala, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah hal ini merupakan ciri-ciri miom atau tidak.

Faktor Risiko Penyakit Miom

Sejatinya, miom dapat menyerang seluruh kaum hawa. Tapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit ini, yaitu:

  1. Anda berada di usia produktif, sekitar 16-50 tahun.
  2. Kadar estrogen yang tidak normal, karena kondisi medis atau penggunaan obat.
  3. Memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga.
  4. Wanita berkulit hitam lebih mungkin mengalami fibroid.
  5. Mengalami menstruasi terlalu dini.
  6. Terlalu banyak makan daging merah daripada sayuran hijau, buah-buahan, dan produk susu.
  7. Minum alkohol, termasuk bir secara berlebihan.

Bagi kaum hawa yang belum menikah dan hamil, miom dapat menyebabkan beberapa hal berikut:

  1. Sulit hamil.
  2. Perdarahan yang banyak pada masa menstruasi dan di luar masa menstruasi.
  3. Rasa nyeri pada perut, karena adanya infeksi di dalam rahim akibat tekanan dari miom.
  4. Gangguan metabolisme (terganggunya proses buang air besar).
  5. Gangguan ginjal.

Sedangkan, bagi para ibu atau wanita hamil, dampak yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Keguguran akibat terhalanginya suplai makanan dan oksigen pada janin, serta terganggunya pelepasan plasenta.
  2. Posisi bayi sungsang.
  3. Terhalanginya jalan lahir.
  4. Lemahnya kontraksi rahim.
  5. Perdarahan pasca persalinan.

Cara Mendiagnosa Penyakit Miom

USG

Dokter akan melakukan tes USG trans abdominal atau trans vaginal menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran rahim Anda. Dengan begitu dokter dapat melihat bentuk dan ukuran fibroid yang ada di rahim supaya memastikan diagnosis.

Tes Laboratorium

Jika Anda mengalami perdarahan menstruasi yang tidak normal, dokter Anda mungkin akan melakuan tes lain untuk menyelidiki penyebab miom lainnya. Ini mungkin termasuk tes hitung darah perifer lengkap (DPL).

Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI)

Tes pencitraan ini dapat menunjukkan ukuran dan lokasi fibroid, mengetahui jenis tumor dan membantu menentukan pilihan pengobatan yang tepat.

Histerosonografi

Histerosonografi, juga disebut saline infusion sonohysterography (SIS), dilakukan menggunakan cairan fisiologis atau saline yang steril. Prosedur ini dilakukan untuk memperluas rongga rahim, sehingga dokter akan lebih mudah untuk melihat gambaran fibroid dan endometrium pasien.

Histerosalpingografi (HSG)

Histerosalpingografi dilakukan dengan cara menyuntikkan zat pewarna khusus melalui mulut rahim ke dalam rahim dan saluran telur. Dengan begitu, dokter dapat melihat rongga rahim dan tuba fallopi pasien dengan jelas di layar monitor.

Histeroskopi

Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan teleskop kecil yang disebut histeroskop melalui serviks (leher rahim) ke rahim Anda. Setelah histereskopi dimasukkan, dokter akan menyuntikkan cairan khusus pada lubang rahim.

Cara Mengobati Penyakit Miom

Obat Pereda Nyeri

Anda dapat mengonsumsi obat rasa sakit, seperti ibuprofen. Obat ini umumnya digunakan untuk mengurangi nyeri akibat perdarahan saat menstruasi.

Akan tetapi sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri pastikan Anda mengikuti petunjuk pemakaian pada label sehingga Anda tidak mengonsumsinya lebih dari dosis yang dianjurkan.

GnRH Agonis

Obat-obatan yang disebut dengan agonis GR-RH (lupron, synarel, dan lainnya) mengobati fibroid dengan menghalangi produksi estrogen dan progesteron.

Hal ini membuat Anda akan mengalami keadaan pasca menopause selama beberapa waktu. Akibatnya, Anda akan berhenti menstruasi, fibroid perlahan-lahan menyusut, dan Anda pun terhindar dari risiko anemia.

Biasanya dokter meresepkan obat ini untuk Anda guna membantu mengecilkan ukuran fibroid sebelum Anda menjalani operasi. Sayangnya, obat-obatan ini mahal.

Histerektomi

Operasi ini biasanya digunakan apabila ukuran fibroid cukup besar. Dokter akan melakukan pengangkatan seluruh rahim, sehingga Anda tidak akan bisa hamil setelah operasi ini. Cara ini efektif untuk mencegah pertumbuhan kembali fibroid di masa yang akan datang.

Miomektomi

Jika Anda memiliki lebih dari satu fibroid, berukuran cukup besar dan letaknya dalam, dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk melakukan operasi ini untuk menghilangkan fibroid.

Prosedur ini cocok dilakukan bagi Anda yang berencana untuk hamil. Sayangnya, prosedur ini tidak bisa dilakukan untuk semua jenis fibroid. Ada kemungkinan fibroid tumbuh kembali setelah operasi, sehingga Anda mungkin akan memerlukan operasi lanjutan.

Meski berbahaya, nyatanya penyakit miom dapat dengan mudah ditangani. Asalkan kita tahu secara mendalam tentang penyakit ini. Semoga Anda sehat selalu dan terhindar dari berbagai penyakit, termasuk penyakit satu ini ya!

Comments are closed.