Mengenal Penyakit Rubella dan Fakta Penting Mengenainya

Health

Apa tanda dari penyakit rubella? Mudahkah membedakannya dengan penyakit lain? Yuk, cari tahu berbagai info seputar penyakit satu ini!

Penyakit rubella atau campak jerman merupakan infeksi virus yang mudah menular. Mirip seperti campak (measles), rubella ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit. Hanya saja keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda.

Jika dibanding dengan campak, tingkat keparahan rubella memang lebih ringan. Namun meski begitu, penting untuk Anda mengenali penyakit ini agar bisa mewaspadainya. Sebab walau tidak terlalu serius, rubella bisa menular pada siapa pun dan bisa sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Gejala dan Tanda Penyakit Rubella

Gejala rubella tidak langsung muncul setelah seseorang terpapar virus. Biasanya gejala akan muncul sekitar dua hingga tiga minggu setelahnya. Di mana kondisi ini umumnya berlangsung selama satu sampai lima hari. Gejala yang muncul juga sulit dikenali, karena tergolong ringan. Namun dalam waktu lima hingga tujuh hari, virus akan menyebar ke seluruh tubuh begitu terinfeksi.

Gejala utama rubella sebenarnya hampir sama seperti campak, yakni muncul bintik-bintik merah di permukaan kulit. Namun selain itu, gejala lain bisa juga menandakan terjadinya infeksi virus ini. Seperti gejala- gejala berikut:

  1. Demam ringan dengan temperatur 38,9 derajat celsius ke bawah.
  2. Sakit kepala.
  3. Pilek atau hidung tersumbat.
  4. Mata merah akibat infeksi.
  5. Tidak nafsu makan.
  6. Bengkak dan nyeri sendi, terutama pada wanita usia muda.
  7. Muncul benjolan di sekitar telinga dan leher akibat kelenjar limfa yang bengkak.

Gejala-gejala lainnya bisa juga menyertai kondisi ini, sebab reaksi pada masing-masing penderita bisa berbeda-beda. Jika Anda merasa khawatir dengan adanya gejala tertentu, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter Anda.

Baca juga: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Anak

Penyebab Penyakit Rubella

Untuk anak-anak dan remaja, penyakit rubella bisa dikatakan tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena tidak berbahaya dan bisa cepat sembuh. Akan tetapi bagi ibu hamil, rubella bisa sangat menakutkan karena dapat menular pada bayi. Oleh karena itulah apa pun yang bisa menyebabkan dan menyebarkan virus harus dihindari.

Pada dasarnya penyebab utama penyakit rubella adalah virus rubella. Di mana virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Baik melalui udara yang terkontaminasi saat penderita batuk atau bersin, ataupun kontak langsung dengan benda yang terkena air liurnya. Di mana kesemuanya membawa virus di dalamnya.

Risiko terkena rubella dapat mengintai siapa saja, namun beberapa orang memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Seperti orang yang sebelumnya sudah pernah terkena rubella, belum pernah mendapat vaksin campak, cacar air, dan gondok serta orang yang sedang berada di negara atau tempat edemi rubella.

Bagi ibu hamil yang terkena rubella, risiko bayi lahir cacat sangatlah tinggi. Semakin muda usia kehamilan, maka semakin tinggi juga risiko janin keguguran atau bayi cacat lahir. Termasuk cacat mental, penyakit jantung bawaan, gangguan hati dan sumsum tulang, katarak, tuli, hingga gangguan pertumbuhan.

Pengobatan Penyakit Rubella

Rubella termasuk infeksi ringan yang tidak memerlukan pengobatan khusus sehingga bisa dilakukan di rumah. Sama seperti cacar air, penyakit rubella biasanya juga hanya menyerang satu kali seumur hidup. Sebab saat terinfeksi rubella, tubuh akan otomatis kebal dan memiliki imun pada penyakit ini secara permanen.

Dalam pengobatannya, dokter biasanya akan meresepkan paracetamol guna meredakan rasa nyeri dan demam serta krim untuk mengurangi rasa gatal. Penderita disarankan banyak istirahat dan menghentikan kegiatan di luar rumah agar virus tidak menyebar. Dan untuk ibu hamil penderita rubella, obat antivirus bisa diberikan untuk mengurangi gejala. Namun tetap tidak mencegah kemungkinan bayi cacat lahir.

Baca juga: Apa BPJS Kesehatan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit?

Fakta Mengenai Penyakit Rubella

Rubella memang tidak lagi terdengar asing bagi masyarakat mengingat belakangan ini upaya pencegahannya semakin digalakkan. Namun tahukah Anda informasi lain tentang penyakit ini? Agar Anda semakin mengenal dan mewaspadainya, berikut beberapa fakta mengenai rubella yang penting Anda ketahui:

Mirip Seperti Campak

Dari segi gejala, rubella memang terlihat sama dengan campak pada umumnya. Oleh karena itulah rubella juga disebut dengan campak jerman atau campak tiga hari. Namun meski sangat mirip, keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda. Efek rubella umumnya juga tidak lebih parah dibanding dengan campak.

Gejala Penyakit Rubella Sulit Dikenali

Penyakit rubella termasuk infeksi ringan, gejalanya pun serupa dengan gejala penyakit lain sehingga sulit dikenali. Maka, pahami gejala penyakit yang muncul atau periksakan ke dokter untuk memastikannya.

Baca juga: Seberapa Pentingkah Tes Kesehatan Dilakukan?

Mudah Menyebar

Virus rubella sangat mudah menyebar, baik melalui udara ataupun benda yang terkontaminasi. Sebab air liur dan ingus penderita rubella membawa virus dan menularkan penyakit ini. Terlebih lagi ibu hamil yang terinfeksi rubella dapat menularkannya pada bayi yang belum lahir melalui pembuluh darah.

Infeksi Ringan Namun Berbahaya bagi Ibu Hamil

Meski tidak separah cacar air atau campak dan bisa sembuh dengan sendirinya, rubella sangat berbahaya bagi ibu hamil. Sebab seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini dapat menyebabkan ibu hamil keguguran. Atau jika kehamilan berlanjut, kemungkinan besar dapat mengakibatkan sindrom rubella kognital atau kecacatan bayi akibat infeksi rubella.

Penyakit Rubella Dapat Dihindari dengan Vaksin

Rubella bisa dicegah dengan imunisasi MMR (measles, mumps, rubella) atau yang lebih dikenal imunisasi MR. Vaksin MMR yang diberikan dapat mencegah tubuh terkena campak, gondong dan rubella. Pemberian vaksin ini dilakukan dua kali, yaitu ketika anak berusia 15 bulan dan lima tahun. Bagi orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi MMR, vaksin ini bisa diberikan kapan saja selama tidak sedang hamil.

Jadi meski penyakit rubella merupakan kondisi yang tidak serius dan sangat jarang mengakibatkan komplikasi. Akan tetapi pecegahannya tetaplah sangat penting untuk dilakukan agar Anda tidak terserang penyakit ini. Dengan begitu, aktivitas Anda tidak akan terganggu dan bisa berjalan dengan baik.

Comments are closed.