Penyebab Kista Insisi Bartolini

Saya pernah operasi kecil yang menurut dokter diistilahkan dengan insisi bartolini. Apa sebenarnya ini?

Health

Dokter saya mau tanya.

Sebulan yang lalu saya pernah operasi kecil, kata dokter namanya insisi bartolini. Apa itu sejenis bisul ya dokter? Kadang kambuh lagi dan pecah sendiri. Yang saya tanyakan, mungkinkah itu akan besar lagi dan apa penyebabnya?

Terima kasih dan sukses selalu bagi dokter.

Enda Listiyowati

Ê

Jawaban:

Dear, Ibu Enda Listiyowati,

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Sebelumnya perlu dijelaskan bahwa insisi merupakan suatu tindakan membuka kulit atau organ tanpa mengambil kulit atau organ tersebut. Insisi Bartholin yang Anda maksud adalah insisi pada kista Bartholin.

Kelenjar Bartholin adalah dua kelenjar yang berlokasi pada bagian kanan dan kiri bibir vagina, yang berfungsi untuk memproduksi lendir untuk membasahi atau melumasi vagina.

Kelenjar Bartholin dapat terinfeksi, dan jika kelenjar Bartholin tersumbat, maka akan menyebabkan pembentukan kista yang berisi cairan. Kista ini dapat dicetuskan oleh infeksi, peradangan, atau sumbatan lokal karena lendir vagina. Apabila diakibatkan oleh infeksi, kista tersebut berubah menjadi abses (pengumpulan cairan nanah di dalam jaringan).

Penyebab kista Bartholin adalah infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli), infeksi karena penularan seksual seperti gonorrhea dan chlamydia, penebalan mukus (cairan yang dihasilkan oleh leher rahim), atau karena pembengkakan di daerah vagina yang dapat menyumbat kelenjar Bartholin sehingga membentuk kista yang berisi cairan.

Penyebab terjadi infeksi biasanya dikarenakan infeksi menular seksual, namun dapat dihindari dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Kista Bartholin dapat terjadi berulang meskipun sudah ditangani sebelumnya.

Gejala kista Bartholin adalah nyeri di daerah vagina bagian luar, pembengkakan di daerah vagina bagian luar, dan rasa tidak nyaman ketika berjalan, duduk atau saat melakukan hubungan seksual.

Gejala kista Bartholin yang sedang mengalami peradangan berupa demam, nyeri yang semakin bertambah atau semakin susah untuk berjalan atau duduk, serta keluarnya cairan dari dalam kista. Penanganan kista Bartholin tidak memerlukan tindakan dokter, terutama jika tidak menimbulkan gejala peradangan. Jika Anda merasakan nyeri, biasanya dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan beberapa hal ini: berendam di dalam air hangat selama 10-15 menit, dan bisa dilakukan tiga atau empat kali sehari; mengompres benjolan kista dengan menggunakan handuk hangat; serta mengkonsumsi obat pengurang rasa nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen.

Penanganan kista yang memerlukan tindakan biasanya tergantung dari ukuran kista tersebut dan tingkat kenyamanan penderita. Umumnya dokter akan melakukan tindakan penanganan kista Bartholin sebagai berikut:

  • Insisi drainaseÊ

Insisi drainase adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan abses yang terbentuk akibat infeksi. Sebelum melakukan tindakan ini dokter akan melakukan anestesi (bius) lokal. Prosedur tindakan insisi drainase adalah pembedahan kecil pada kista, lalu cairan abses yang meradang dikeluarkan dengan menggunakan alat yang dinamakan kateter (saluran kecil berbentuk pipa yang terbuat dari karet). Kateter dimasukkan ke dalam kista tersebut dan diletakkan selama 6 minggu. Ê

  • Marsupialisasi

Marsupialisasi adalah suatu tindakan bedah dengan mengambil isi kista. Tindakan ini dilakukan jika kista Bartholin sering berulang.

Untuk mencegah kista Bartholin terjadi berulang, Anda dapat menjaga kesehatan reproduksi wanita Anda dengan:

  • Memilih sabun yang baik

Bersihkan bagian luar vagina dengan air hangat dan juga sabun lembut tanpa pewangi. Lebih baik lakukan pada saat mandi sore hari. Selain karena air hangat menciptakan efek rileks, air hangat juga dapat meredakan nyeri jika sedang menstruasi.

  • Memakai celana dalam berbahan serat alami

Kenakan celana dalam katun, jenis tekstil yang terbuat dari serat alami, sehingga kulit tetap dapat bernapas. Jika sedang mengalami keputihan, gantilah celana dalam 3 kali sehari.

  • Mengganti pembalut

Apabila sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut setiap 4 jam untuk menjaga vagina selalu bersih dan lembap, sehingga kesehatan reproduksi wanita Anda tetap terlindungi. Ê

  • Bersihkan dengan benar

Setelah buang air, pastikan arah membersihkan vagina adalah dari depan ke belakang. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kotoran atau virus yang berasal dari saluran pembuangan tidak sampai ke area vagina. Selain itu, jangan lupa untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk bersih atauÊtisu.

  • Berkonsultasi kepada dokter jika menggunakan pembersih vagina

Hindari berbagai produk pembersih, sebabÊ belum dapat dipastikan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Jika Anda terpaksa harus menggunakan pembersih vagina, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan dan kebidanan tentang produk apa yang harus digunakan.ÊHal ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita Anda tetap terlindungi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Dyah Vita Anggraini

Leave a Reply