Jangan Anggap Sama, Ini Perbedaan Vaksin dan Imunisasi!

Health

Perlu diingat vaksin dan imunisasi dua hal yang berbeda. Apa saja perbedaan vaksin dan imunisasi?

Hingga saat ini mungkin masih banyak di antara Anda yang menganggap bahwa vaksin dan imunisasi merupakan satu hal yang sama. Padahal kenyataannya, vaksin dan imunisasi memiliki makna yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama memberikan efek untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksinasi atau yang lebih disebut dengan vaksin adalah ‘alat’ yang diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal dari penyakit. Sekadar informasi, sebenarnya vaksin terbuat dari bibit penyakit (virus) yang telah dilemahkan sehingga saat masuk ke dalam tubuh justru akan merangsang sistem imun supaya tidak menimbulkan suatu penyakit.

Berbeda dengan imunisasi adalah cara untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga kebal akan virus. Biasanya, imunisasi juga digunakan untuk mencegah penularan virus penyakit dari orang ke orang.

Baca juga: Mengenal Imunisasi Anak dan Berbagai Jenisnya

Itu baru perbedaan yang mendasar saja. Masih ada beberapa perbedaan vanksin dan imunisasi yang harus Anda ketahui. Berikut ini ulasannya.

Perbedaan Vaksin dan Imunisasi

Vaksinasi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, vaksin merupakan satu proses memasukkannya vaksin ke dalam tubuh untuk memberikan efek kekebalan terhadap tubuh manusia terhadap suatu penyakit tertentu. Vaksin biasanya dilakukan sebelum imunisasi diberikan, jadi metode ini dianggap sebagai langkah awal pencegahan suatu penyakit. Pemberian vaksin biasa lebih sering dilakukan melalui jarum suntik.

Imunisasi

Imunisasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap suatu penyakit. Menurut peraturan Menteri Kesehatan, imunisasi wajib diberikan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan imunisasi.

  1. Imunisasi rutin adalah kegiatan untuk memberikan kekebalan tubuh yang dilakukan terus-menerus dilakukan sesuai dengan jadwal. Imunisasi rutin terdiri dari imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.
  2. Imunisasi dasar diberikan pada bayi di bawah usia satu tahun. Beberapa jenis imunisasi dasar antara lain: Bacillus Calmette Guerin (BCG), Diphtheria Pertusis Tetanus-Hepatitis B (DPT-HB), Hepatitis B pada bayi baru lahir, Polio, dan Campak.
  3. Imunisasi lanjutan merupakan imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk memperpanjang masa perlindungan. Imunisasi lanjutan diberikan pada:
  • Anak usia bawah tiga tahun (Batita).
  • Anak usia sekolah dasar.
  • Wanita usia subur.
  1. Imunisasi tambahan diberikan pada kelompok usia tertentu yang paling berisiko terkena penyakit.
  2. Imunisasi khusus merupakan kegiatan imunisasi yang dilakukan untuk melindungi masyarakat terhadap penyakit tertentu pada situasi tertentu. Misalnya pada persiapan keberangkatan calon jemaah haji atau umroh, persiapan perjalanan menuju negara endemis penyakit tertentu dan kondisi kejadian luar biasa.

Baca juga: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Anak

Kenapa Vaksinasi dan Imunisasi Suatu Hal yang Penting?

Jika dilihat garis besarnya, imunisasi dan vaksinasi sama-sama bertujuan untuk mencegah infeksi virus serta memutuskan penyebaran virus tersebut ke orang lain. Itu sebabnya, kedua hal ini penting untuk diberikan bahkan sejak bayi baru lahir.

Vaksin dan imunisasi dipercaya mampu memberikan perlindungan kepada semua orang, tidak terkecuali orang-orang yang belum divaksin. Pasalnya, jika banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit karena sudah mendapat vaksinasi atau imunisasi, maka virus akan semakin sulit menyebar dan berkembang.

Hingga saat ini, vaksin dan imunisasi masih menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk mencagah dan melindungi imun tubuh agar tidak terinfeksi oleh berbagai virus penyakit. Hal ini dikarenakan imunisasi dan vaksinasi telah terbukti menurunkan kejadian penyakit infeksi seperti campak, tetanus, gondongan, cacar, difteri, polio, hepatitis, HPV, dan lain sebagainya.

Namun, untuk beberapa vaksin dan imunisasi tidak perlu diberikan berulang karena hanya dengan sekali vaksin dan juga dibantu dengan imunisasi sebagai penguat, kekebalan tubuh terhadap virus tersebut akan tetap terjaga.

Apakah Imunisasi dan Vaksinasi Selalu Memberikan Dampak yang Efektif?

Meskipun vaksin dan imunisasi menjadi salah satu cara yang ampuh untuk memberikan kekebalan dalam tubuh, tetapi ada beberapa kasus kerja vaksinasi dan imunisasi belum 100 persen efektif dalam pencegahan penyakit. Menurut CDC, keberhasilan imunisasi pada anak bisa berbeda-beda yakni sebesar 90-100 persen tergantung kondisi dari tubuh si anak tersebut.

Bila suatu imunisasi atau vaksinasi tidak berhasil 100 persen dalam mencegah penyakit, maka tubuh masih mungkin terserang virus tersebut. Namun, gejala penyakit yang dialami tentu akan jauh lebih ringan ketimbang dengan anak yang tak mendapatkan vaksin dan imunisasi sama sekali.

Baca juga: 5 Obat Paling Penting Dalam Sejarah di Dunia

Efek Samping Pemberian Vaksin dan Imunisasi

Sebenarnya, tidak ada efek samping yang dihasilkan dari vaksin dan juga imunisasi. Namun, semua itu kembali lagi kepada kondisi tubuh seseorang. Sebab, ada beberapa kasus seseorang mengalami suatu efek samping setelah melakukan vaksin dan imunisasi, seperti kulit kemerahan, nyeri, serta pembengkakan ringan di daerah bekas suntikan, hingga demam ringan.

Perlu diingat, jika bayi Anda tiba-tiba mengalami demam ringan pasca imunisasi atau vaksin, jangan terlalu panik karena itu bisa terjadi dikarenakan dampak dari imunisasi. Namun, jika dalam beberapa hari demam tersebut tidak hilang bahkan diikuti dengan sesak nafas, sebaiknya langsung membawa bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Meskipun ada perbedaan vaksin dan imunisasi, tetapi kedua hal ini sama-sama memberikan dampak yang baik untuk tubuh, yaitu memberikan sistem kekebalan sehingga tubuh bisa terhidar dari berbagai virus yang berbahaya. Kalau begitu, apakah Anda sudah melakukan vaksin atau imunisasi?

Jangan sampai telat dan jangan sampai mengabaikan imiunisasi atau vaksinasi ini kepada si kecil ya. Agar semua anggota keluarga tersayang tetap dalam kondisi sehat.

Comments are closed.