Hindari Radang Tenggorokan Akut, Ketahui Gejalanya!

Health

Radang tenggorokan merupakan penyakit yang biasa muncul menyertai flu dan sembuh dalam waktu singkat. Tahukah Anda bahwa penyakit ini bisa beralih menjadi penyakit serius?

Radang tenggorokan atau faringitis adalah kondisi saat bagian belakang tenggorokan (faring) mengalami peradangan. Di Indonesia, radang tenggorokan sering kali disebut dengan istilah panas dalam. Faringitis akan membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Biasanya kondisi ini menimbulkan sensasi rasa sakit atau panas, sehingga membuat Anda sulit untuk makan dan menelan.

Biasanya faringitis menjadi salah satu gejala umum dari beberapa penyakit yang berbeda. Bisa juga, kondisi ini terjadi akibat penyakit lain, seperti flu, demam, dan mononukleosis (demam kelenjar). Kondisi ini biasanya akan mereda tanpa obat dalam waktu kurang dari seminggu.

Kondisi ini bisa menyerang siapa pun tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Semua orang bisa mengalami faringitis baik anak-anak, orang dewasa, atau orang lanjut usia. Namun anak-anak berusia antara 5 sampai 15 tahun cenderung paling sering mengalami masalah yang satu ini.

Baca juga: Waspada Penyakit kuning, Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Pada orang dewasa, 10% sakit tenggorokan yang mereka alami disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risikonya. Untuk informasi lebih lanjut, diskusikan dengan dokter.

Tanda dan Gejala Radang Tenggorokan

simtom radang tenggorokan

Saat mengalami faringitis, biasanya Anda akan merasakan sensasi tidak nyaman di tenggorokan. Gejala lain yang muncul biasanya bergantung pada penyebabnya. Adapun berbagai gejala umum yang paling sering muncul saat terserang faringitis, yaitu:

  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan nyeri otot
  • Ruam kulit
  • Membengkaknya kelenjar getah bening di leher

Oleh karena penyebabnya bisa berbeda, gejala yang ditimbulkan pun dapat bervariasi. Umumnya, gejala faringitis yang disebabkan oleh demam, yaitu:

  • Bersin
  • Batuk
  • Demam dengan suhu 38 derajat celsius
  • Sakit kepala ringan

Sementara itu, gejala faringitis yang disebabkan oleh flu adalah:

  • Kelelahan
  • Pegal-pegal
  • Panas dingin
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius

Adapun gejala radang yang disebabkan oleh mononukleosis atau demam kelenjar adalah:

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher dan ketiak
  • Amandel membengkak
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Pembengkakan limpa
  • Peradangan hati

Jika Anda merasa bahwa gejala faringitis yang dialami mengganggu aktivitas harian, segera konsultasikan ke dokter. Biasanya dokter akan mengobati keluhan Anda sesuai dengan penyebabnya.

Waktu Tepat Pemeriksaan

penyebab radang tenggorokan

Biasanya faringitis akan sembuh dalam waktu satu minggu tanpa perlu minum obat. Namun, jika rasa sakit dan demamnya tidak kunjung sembuh walau sudah minum obat, segera periksakan ke dokter.

Segera bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan obat radang yang tepat. Apalagi jika anak mengalami berbagai gejala yang cukup parah seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Ada darah di dalam air liur

Untuk orang dewasa, segera temui dokter apabila Anda mengalami sakit tenggorokan dengan gejala berikut:

  • Sakit yang parah dan berlangsung lebih dari 7 hari
  • Sakit saat menelan
  • Sulit bernapas
  • Sulit membuka mulut
  • Nyeri sendi
  • Sakit telinga
  • Demam lebih tinggi dari 38 derajat Celsius
  • Darah dalam air liur
  • Sakit tenggorokan yang terus berulang
  • Benjolan di leher
  • Suara serak yang berlangsung lebih dari 2 minggu

Gejala yang Lebih Serius

Selain itu, demam yang menyertai radang sebaiknya segera diperiksakan. Pasalnya hal ini bisa menjadi gejala untuk kondisi-kondisi lebih serius, seperti:

Abses peritonsil

Abses peritonsil adalah pembengkakan disertai nanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang tonsil (amandel).

Epiglotitis

Epiglotitis adalah peradangan pada epiglotis, yaitu katup berbentuk daun yang terletak di belakang pangkal lidah. Kondisi ini bisa menghambat pernapasan jika tidak ditangani dengan baik.

Baca juga: Waspada Kanker Serviks, Kenali Gejala Awalnya!

Infeksi mononukleosis

Infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan.

Penyebab Radang

Penyebab peradangan yang paling sering adalah virus dan bakteri. Virus dan bakteri yang menyebabkan pilek dan influenza-lah yang biasanya membuat seseorang mengalami faringitis.

Penyakit tersebut biasanya menyebar di antara orang-orang dengan menghirup bakteri atau virus yang menyebar di udara, atau dengan menyentuh permukaan dengan kuman di atasnya.

Selain itu, terdapat berbagai  virus yang biasanya menyebabkan radang pada tenggorokan, yaitu:

  • Mononukleosis (demam kelenjar)
  • Campak
  • Cacar air
  • Virus penyebab croup seperti parainfluenza RSV, campak, adenovirus, dan influenza.

Sementara itu, infeksi bakteri yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan adalah Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A.

Selain virus dan bakteri, peradangan di daerah tenggorokan juga bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti:

Alergi

Alergi pada bulu binatang peliharaan, jamur, debu, dan serbuk sari bunga bisa menyebabkan Anda sakit tenggorokan. Postnasal drip adalah penyebab utama dalam kasus alergi yang disebabkan faringitis.

Postnasal drip terjadi ketika mampet pada sinus mengalir ke tenggorokan, menyebabkan rasa menggelitik atau rasa sakit dan gatal.

Udara

Udara yang pengap dan panas di dalam sebuah ruangan bisa membuat tenggorokan Anda terasa kasar dan gatal, terutama di pagi hari saat Anda bangun tidur. Selain itu, terlalu sering bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat juga bisa menyebabkan radang.

Polutan (bahan kimia)

penyebab radang tenggorokan

Polusi udara di luar bisa menyebabkan iritasi tenggorokan yang terus-menerus. Selain itu, polusi udara di dalam ruangan karena rokok atau bahan kimia juga bisa menyebabkan faringitis. Mengunyah tembakau, minum alkohol, dan makan makanan pedas juga bisa membuat tenggorokan Anda sakit.

Otot tegang pada tenggorokan

Otot di tenggorokan bisa menegang. Kondisi ini biasanya muncul karena Anda sering berteriak, seperti pada acara olahraga, berbicara keras, atau berbicara dalam waktu lama tanpa jeda.

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

GERD adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus.

Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Saat Anda mengalami GERD, tenggorokan biasanya terasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa memicu faringitis.

Infeksi HIV

Faringitis dan gejala flu lainnya terkadang muncul lebih awal pada seseorang yang terinfeksi HIV. Seseorang yang positif HIV, mungkin akan mengalami sakit tenggorokan kronis atau berulang karena infeksi. Infeksi ini lebih sering terjadi karena orang dengan HIV memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Tumor

Tumor kanker tenggorokan, lidah, dan laring sering kali ditandai dengan faringitis. Tanda atau gejala lain yang menyertainya yaitu suara serak, sulit menelan, sesak napas, benjolan di leher, dan darah dalam air liur.

Jangan remehkan ketika Anda mengalami gejala faringitis, sebab apabila dibiarkan sakit tenggorokan bisa menjadi penyakit akut yang membahayakan. Jadi, jangan ragu untuk periksakan ke dokter ya!

Baca juga: Ketahui Ciri dan Gejala Awal Penyakit Ginjal

Comments are closed.