Sakit Kepala: Apa Saja Jenis dan Penyebabnya?

Health

Sakit kepala memang bukan penyakit berbahaya. Tapi jika dibiarkan dan berlangsung lama, sakit kepala dapat mengganggu aktivitas Anda.

Saat ini, terdapat banyak sekali jenis penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat. Gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu mudahnya tubuh terserang berbagai penyakit. Tapi, dari sekian banyak penyakit, ada satu penyakit yang pasti pernah dirasakan atau mungkin sampai sekarang masih dialami oleh semua orang, apa lagi kalau bukan sakit kepala.

Sakit kepala merupakan jenis sakit yang paling umum dialami setiap orang. Rasa sakit yang ditimbulkan sangat beragam, bisa ringan, tak jarang juga dampaknya hingga kepala terasa berat dan sakitnya menjalar ke leher. Memang, sakit kepala tidak masuk dalam kategori penyakit berbahaya. Namun, sakit kepala sangatlah mengganggu, terlebih bagi orang-orang di usia produktif yang memiliki banyak aktivitas.

Sakit kepala memiliki durasi yang berbeda, ada yang terasa dalam waktu singkat atau hitungan menit, ada pula yang terasa hingga berjam-jam. Tapi, tak jarang pula sakit kepala bertahan selama berhari-hari. Durasi ini biasanya tergantung dari jenis sakit kepalanya. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa sakit kepala hanya memiliki satu jenis. Padahal, sakit kepala memiliki banyak jenis dengan kondisi yang berbeda-beda di tiap jenisnya. Yuk, kita lihat jenis-jenis sakit kepala di bawah ini!

Baca juga: Penyakit Bipolar: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

Jenis-jenis Sakit Kepala

Pada dasarnya, sakit kepala memiliki kurang lebih 150 jenis. Tapi, hanya beberapa yang sering dirasakan oleh orang-orang pada umumnya.

Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang merupakan sakit kepala yang sangat lumrah dialami orang. Jenis sakit kepala satu ini akan cukup terasa di kepala bagian kanan. Selain itu, tak jarang sakit kepala tegang membuat leher dan otot bahu menjadi kaku, bahkan dapat menyebabkan tekanan pada belakang mata dan rahang.

Sakit kepala satu ini dapat dialami oleh siapa saja dan usia berapa saja. Bisa dibilang, sakit kepala satu ini merupakan salah satu jenis sakit kepala yang ringan. Rasa sakitnya biasanya hilang dalam 30 menit hingga beberapa jam. Caranya, cukup minum air dan istirahat sejenak.

Baca juga: Batu Kesehatan: 5 Jenis Batu Mulia Baik untuk Kesehatan

Migrain

Migrain merupakan serangan sakit kepala sebelah berulang yang diikuti rasa nyeri yang biasanya parah dan sering membuat penderitanya tidak dapat beraktivitas. Sebagian besar orang menyebut jenis sakit kepala ini sebagai sakit kepala sebelah. Sebab, rasa sakitnya sangat menyengat di setengah bagian kepala dan membuat kondisi orang tersebut menjadi tidak stabil.

Rasa sakitnya ada beberapa macam, ada yang berdenyut intens, ada pula yang terasa seperti dihantam benda keras. Bahkan, sebagian orang yang terkena migrain mengalami gejala lain, yaitu mual, muntah, dan sensitif terhadap suara bising atau cahaya yang terang.

Jika sakitnya hilang dalam 30 menit, artinya migrain tersebut masih tahap ringan. Namun, jika rasa sakit terasa lebih dari empat jam dan disertai gejala lainnya, tandanya migrain berada dalam tahap serius. Perlu obat-obatan khusus yang diresepkan oleh dokter untuk menyembuhkan jenis sakit kepala satu ini.

Sakit Kepala Klaster

Serupa dengan migrain, sakit kepala klaster juga menyebabkan sakit kepala sebelah di salah satu sisi kepala. Bedanya, rasa nyeri yang intens terjadi secara tiba-tiba dan cenderung muncul di belakang mata atau area sekitar mata. Selain itu, sakit kepala kluster biasanya diikuti gejala lainnya, seperti mata memerah dan berair, pupil mengecil, dan hidung berair.

Sakit kepala satu ini umumnya berlangsung selama 15 menit hingga 3 jam. Bahkan, sakit kepala klaster dapat terjadi saat penderitanya sedang tidur. Tapi, sakit kepala klaster dapat sembuh total dengan pengobatan. Rata-rata, orang dapat sembuh dari sakit kepala klaster dalam waktu 1 hingga 2 bulan.

Sakit kepala memang banyak jenisnya. Namun, sejatinya penyebab sakit kepala tidaklah banyak. Berbagai ahli medis mengelompokkan penyebab sakit kepala menjadi dua jenis. Apa saja itu? Ini dia!

Baca juga: Yuk, Mengecek Kesehatan dari Warna Lidah!

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Penyebab Sakit Kepala

Penyebab Sakit Kepala Primer

Penyebab sakit kepala primer disebabkan oleh reseptor nyeri yang terlalu aktif di kepala. Hal tersebut biasanya disebabkan akibat adanya aktivitas kimia yang terjadi di otak, saraf, pembuluh darah di dalam dan di luar tengkorak, serta otot-otot di kepala dan leher. Kondisi ini seringnya terjadi bukan sebagai dampak dari kondisi kesehatan tertentu.

Penyebab sakit kepala primer biasanya dipicu:

  1. Minuman beralkohol.
  2. Makanan tertentu, seperti daging olahan yang mengandung nitrat.
  3. Perubahan waktu tidur atau kurang tidur.
  4. Postur tubuh yang buruk.
  5. Waktu makan yang tidak teratur.
  6. Stres yang berlebih.

Penyebab Sakit Kepala Sekunder

Penyebab sakit kepala sekunder biasanya didasari oleh kondisi kesehatan yang lebih serius. Berikut ini beberapa kondisi kesehatan yang bisa jadi penyebab sakit kepala sekunder:

  1. Perdarahan di bagian otak dan jaringan tipis yang menutupi otak.
  2. Tekanan darah yang sangat tinggi.
  3. Infeksi otak, seperti meningitis, ensefalitis, atau abses.
  4. Tumor otak.
  5. Gegar otak.
  6. Penumpukan cairan di dalam tengkorak yang mengarah ke pembengkakan otak (hydrocephalus).
  7. Penumpukan tekanan di dalam tengkorak, tapi bukan tumor (pseudomotor cerebri).
  8. Keracunan karbon monoksida.
  9. Kekurangan oksigen saat tidur (sleep apnea).
  10. Masalah dengan pembuluh darah dan perdarahan di otak, seperti arteriovenous malformation (AVM), aneurisma otak, atau stroke.
  11. Masalah gigi tertentu.
  12. Infeksi telinga.
  13. Influenza (flu) dan penyakit demam lainnya (demam).
  14. Terlalu sering menggunakan obat nyeri.
  15. Serangan panik dan gangguan panik.

Meski tidak berbahaya, alangkah baiknya untuk tidak membiarkan sakit kepala berlangsung lama. Jika Anda merasakan sakit kepala yang cukup berat, segera periksakan ke dokter agar dapat ditangani dengan baik dan benar.

Comments are closed.