Jenis Sakit Mata yang Umum Terjadi

Health

Jangan menganggap sepele jika Anda merasakan sakit mata yang cukup mengganggu. Sebab, jika didiamkan terlalu lama bisa berakibat fatal pada indera penglihatan Anda.

Semua organ tubuh manusia sudah memiliki peranannya masing-masing dan antara organ satu dengan yang lainnya memiliki kesinambungan untuk menghasilkan kesehatan tubuh yang selalu prima. Mata merupakan salah satu panca indera yang memiliki peran sangat penting untuk kehidupan manusia. Dengan menggunakan mata, Anda bisa melakukan semua aktivitas yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada halangan apapun.

Baca juga: Ciri-Ciri Asuransi Kesehatan Keluarga yang Bagus

Mempunyai mata yang sehat, tentu menjadi hal yang patut untuk disyukuri. Namun sayangnya, diluar sana masih banyak orang yang menyepelekan kesehatan mata. Padahal mata merupakan salah satu organ tubuh yang cukup rentan terkontaminasi penyakit.

Oleh karena itu, perlu Anda memperhatikan kesehatan mata dengan menghindari faktor-faktor yang bisa mengganggu kesehatan mata, seperti melindungi mata dari polusi udara, debu, asap kendaraan, asap rokok. Jika, Anda membiarkan mata terus terkontasminasi kebiasaan buruk tersebut, maka akan berakibat fatal pada kesehatan mata. Ada beberapa jenis penyakit mata yang bisa menyerang Anda, berikut ini ulasan selengkapnya.

Jenis-Jenis Sakit Mata

Katarak

gejala sakit mata

Katarak menjadi penyebab utama mata mengalami kebutaan di Indonesia. Gejala yang dialami dari penyakit ini adalah lensa mata terlihat kotor sehingga pandangan menjadi kabur. Katarak kebanyakan diderita oleh orang berusia 60 tahun ke atas.Namun, untuk beberapa kasus, penyakit mata ini juga bisa saja terjadi pada usia yang lebih muda bahkan bayi yang baru lahir sekalipun.

Ada banyak faktor yang menyebabkan Anda terserang penyakit ata ini. Mulai dari kompilasi karena penyakit diabetes, penuaan, cedera pada mata, kebiasaan merokok, hingga seringnya terpapar sinar matahari. Tidak hanya itu, efek samping obat tertentu, seperti kortikosteroid dan terapi radiasi juga menjadi faktor lainnya. Salah satu solusi jika penyakit ini sudah sangat mengganggu penglihatan, Anda bisa melakukan operasi katarak.

Konjungtivitis

Penyakit mata ini bisa terjadi jika jaringan lunak di sekitar mata mengalami peradangan yang disebabkan oleh iritasi, alergi, atau infeksi sehingga membuat mata merah, berair, perih, dan gatal. Tidak hanya itu, penyakit mata ini juga bisa disebabkan infeksi bakteri yang berdampak pada mata menjadi bernanah. Kondisi ini merupakan salah satu hal yang sering dialami oleh anak dan orang dewasa.

Konungtivitis disebabkan dengan berbagai faktor. Pertama, bisa disebabkan oleh infeksi virus yang dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari, sedangkan untuk konjungtivis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dibutuhkan pengobatan dengan obat tetes mata atau salep mata antibiotik.

Mata Kering

Mata kering sangat umum terjadi oleh siapa saja. Jika mengalami kasus ini, gejala yang dirasa adalah mata seperti kemasukkan benda asing, mata berubah menjadi merah, dan sangat perih atau gatal.  Ada beberapa faktor penyebab dari gejala ini, seperti kurangnya produksi air pada mata, penyakit autoimun, infeksi, iritasi, alergi, kekurangan nutrisi, mata terlalu sering terpapar angin atau sinar matahari, hingga efek samping obat-obatan. Untuk pertolongan pertama pada mata kering, bisa menggunakan obat tetes air mata (artificial tears), atau obat untuk meningkatkan produksi air mata.

Glaukoma

Di Indonesia sendiri, masyarakat yang mengidap glaukoma diperkirakan sekitar 6 juta. Penyakit mata satu ini terjadi ketika saraf optik mata rusak yang menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Penyebab dari kerusakan saraf optik itu sendiri karena meningkatnya tekanan di dalam bola mata akibat timbunan cairan di dalam mata.

Glaukoma dapat menyerang semua usia, tetapi lebih sering penderita yang usianya sudah lanjut atau lansia. Oleh karena itu, banyak lansia yang mengalami kebutaan dikarenakan penyakit ini. Ada beberapa langkah untuk mengobati penyakit ini, seperti mengkonsumsi obat yang dianjurkan dokter atau obat tetes mata yang berfungsi untuk mengurangi tekanan di dalam bola mata. Jika penyakit ini cukup parah, pengobatan lainnya bisa dengan menjalani operasi, baik operasi laser maupun operasi mata konvensional.

Baca juga: Simak Langkah Memulai Pola Hidup Sehat Sejak Dini!

Kelainan refraksi (penglihatan buram)

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyakit mata yang membuat Anda kesulitan melihat dengan jelas. Hal ini dikarenakan fokus mata tidak jatuh pada titik yang semestinya. Jika mata normal, fokus cahaya atau bayangan suatu objek yang ditangkap mata akan jatuh di bagian belakang mata, yaitu pada retina. Jika Anda tidak mengalami hal tersebut, bisa jadi Anda mengidap kelainan refraksi atau penglihatan buram. Jangan didiamkan terlalu lama jika Anda memiliki gejala ini. Sebab, kelainan refraksi ini mengubah bentuk kornea atau penuaan lensa yang bisa menyebabkan rabun dekat, rabun jauh, presbiopi atau mata tua, dan mata silinder.

Pencegahan

jenis sakit mata

  1. Pastikan Anda sering mencuci tangan, baik sebelum atau sesudah melakukan aktivitas.
  2. Jangan terlalu sering menyentuh wajah, karena virus bisa masuk melalui hidung, mata, dan mulut.
  3. Hindari berbagi handuk, bantal, maskara, dengan penderita penyakit mata, agar tidak cepat menular
  4. Gunakanlah kacamata khususnya untuk keluar rumah agar terhindari dari sinar UV. Selain itu, batasi pemakaian lensa mata.
  5. HIndari penggunaan obat tetes mata yang sama antara orang yang terinfeksi dan yang tidak.
  6. Mengurangi aktivitas di luar rumah, hingga Anda benar-benar sembuh.

Pertolongan Pertama

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama dalam mengobati gangguan mata. Berikut ulasan selengkapnya.

Menggunakan Timun

Timun salah satu sayuran yang bisa digunakan untuk mengurangi sakit mata. Irislah timu tipis-tipis dan letakkan irisannya pada mata. Sebab, timun biasa digunakan sebagai lalapan makanan ini mengandung anti bakteri yang dapat membantu mengurangi gejala rusaknya penglihatan.

Kompres Mata dengan Air Hangat

Penangan pertama selanjutnya adalah dengan cara Mengompres mata menggunakan air hangat. Sama halnya dengan menggunakan irisan timun, cara ini juga tergolong cukup sederhana. Anda hanya kompres area mata yang sakit dengan air hangat untuk mengurangi peradangan dan rasa sakitnya. Namun, Anda tetap harus menggunakan obat lain untuk proses penyembuhan.

Susu Murni

Susu murni juga memiliki manfaat untuk mengatasi mata yang sakit akibat alergi ataupun iritasi debu. Caranya cukup mudah. Anda bisa gunakan kapas lalu tetesi susu murni dan kompreskan kapas tersebut pada area mata yang sakit. Tunggulah hingga beberapa menit dan lakukan berkala hingga rasa sakit sedkit berkurang.

Mengurangi Penggunaan Obat Tetes Mata

mengatasi sakit mata

Selain cara alami di atas, Anda juga bisa menggunakan obat tetes mata untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit. Namun, perlu diingat penggunaan obat tetes mata ternyata tidak terlalu baik untuk kesehatan mata, jika dilakukan terlalu sering dan berkesinambungan. Agar aman dalam penggunaan obat tetes mata ini, pastikan Anda sudah mendapatkan resep dokter, ya.

Baca juga: Alur Rekam Medis Rawat Jalan dan Inap di Rumah Sakit

Comments are closed.