Seberapa Pentingkah Tes Kesehatan Dilakukan?

Health

Sering orang melakukan tes kesehatan menyeluruh untuk mengetahui kondisi tubuhnya. Apakah sepenting itu medical check up untuk dilakukan?

Mungkin Anda pernah melakukan atau sering mendengar orang-orang untuk rutin melakukan medical check up. Rupanya, medical check up atau yang biasa disebut tes kesehatan banyak dilakukan khususnya orang-orang usia lanjut untuk mengetahui seluruh organ tubuh apakah masih berfungsi dengan baik atau ada gangguan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu penyakit atau gangguan kesehatan di dalam tubuh sehingga bisa dideteksi sejak dini. Tes kesehatan ini juga sekaligus berguna untuk merencanakan metode penanganan dan pengobatan yang tepat sebelum penyakit tersebut berkembang. Meskipun tidak bersifat wajib, tetapi orang-orang yang sangat memperhatikan kesehatannya, menjadikan tes kesehatan ini sebagai kegiatan yang rutin dilakukan. Paling tidak, mereka melakukannya satu tahun sekali.

Ketika seseorang melakukan medical check up, pasien tersebut akan menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan menyeluruh, berupa konsultasi mengenai keluhan yang sedang dirasakan, pencatatan dan pemeriksaan berkaitan dengan riwayat kesehatan, pemeriksaan tanda vital tubuh dan kondisi fisik secara umum. Sangat mendasar sekali tujuan dari pemeriksaan kesehatan ini, berikut ini ulasannya:

  1. Untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini guna mempersiapkan bentuk penanganan secara dini jika ditemukan adanya penyakit atau gangguan kesehatan.
  2. Informasi untuk mengetahui risiko-risiko penyakit yang mungkin bisa muncul di kemudian hari.
  3. Motivasi untuk mendorong pasien untuk beralih ke gaya hidup sehat.

Langkah-Langkah Tes Kesehatan

Namun, perlu diingat bahwa, melakukan medical check up ini tidak sembarangan. Ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Bentuk-bentuk tes dalam medical check up sangat bervariasi. Tes akan disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan pasien. Berikut ini beberapa prosedur pemeriksaan kesehatan yang harus Anda lakukan.

Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Langkah pertama yang harus dilakukan pasien adalah memeriksakan riwayat kesehatannya terlebih dahulu. Anda akan ditanyakan mengenai sejumlah keluhan kesehatan yang dialami. Dokter juga akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gaya hidup, seperti pola makan, intensitas olahraga, kebiasaan merokok, atau konsumsi minuman beralkohol.

Pemeriksaan Tanda Vital

Setelah selesai memeriksa riwayat kesehatan, Anda akan melakukan pemeriksaan tanda vital seperti berikut ini:

  1. Frekuensi denyut jantung. Denyut jantung normal adalah 60-100 kali per menit.
  2. Frekuensi pernapasan. Pernapasan normal berkisar antara 12-20 kali per menit.
  3. Suhu tubuh. Suhu badan normal rata-rata berkisar antara 36-37 derajat Celcius.
  4. Tekanan darah. Tekanan darah yang dikatakan normal adalah 90/60 mmHg sampai di bawah 120/80 mmHg.

Pemeriksaan Fisik

Sebelum memasuki pemeriksaan fisik, Anda harus melepaskan pakaian dan aksesori yang menempel pada tubuh, termasuk rias wajah yang digunakan. Beri tahu dokter bila merasa tidak nyaman untuk melepas pakaian. Pemeriksaan fisik akan dimulai dari mengukur berat badan dan tinggi badan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bila terdapat kekurangan atau kelebihan berat badan.

Baca juga: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Anak

Selanjutnya, dokter akan memeriksa secara teliti seluruh bagian tubuh mulai dari kepala sampai dengan kaki. Biasanya Anda akan diminta berdiri, duduk, atau tidur terlentang sesuai area yang akan diperiksa. Mulai dari melihat apakah ada kelainan pada kulit, menekan dan mengetuk bagian tubuh tertentu. Bila terdapat rasa nyeri saat penekanan atau pengetukan, informasikan kepada dokter. Khusus untuk wanita, pemeriksaan payudara akan dilakukan dengan melihat dan menekan area payudara.

Selanjutnya dokter juga akan memeriksa daerah lipatan seperti ketiak atau lipat paha untuk mendeteksi kemungkinan benjolan yang timbul di daerah tersebut, memeriksa keadaan telinga dan stetoskop untuk mendengar bunyi jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan menggunakan alat bantu, memeriksa otot dengan melakukan beberapa gerakan, hingga pemeriksaan organ intim baik untuk wanita dan pria.

Pemeriksaan Penunjang

Setelah selesai melakukan pemeriksaan fisik yang cukup panjang, kini langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan ini meliputi laboratorium, pencitraan, rekam jantung, dan papsmear. Berikut ini ulasan lebih detail lagi mengenai pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan Laboratorium

Kebutuhan dari pemeriksaan laboratorium ini biasanya dilakukan dengan mengambil sampel darah, urin, dan tinja. Cara ini dilakukan untuk melihat jumlah sel darah, zat kimia yang menjadi penanda fungsi organ, kolesterol, gula darah, serta kelainan pada urine dan tinja, baik secara penampilan fisik, kimia yang terkandung, maupun secara mikroskopik menggunakan bantuan mikroskop.

Pemeriksaan Pencitraan

Sebagai informasi, untuk Anda yang belum tahu, pemeriksaan pencitraan seperti USG dan foto Rontgen yang dilakukan untuk melihat kondisi organ seperti paru-paru, hati, pankreas, ginjal, limpa, dan kandung kemih, serta prostat pada pria dan rahim pada wanita. Pada wanita, pemeriksaan foto rontgen payudara (mammografi) atau USG mammae (payudara) akan dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya tumor payudara.

Pemeriksaan Rekam Jantung

Pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiografi (EKG) merupakan tes untuk merekam aktivitas listrik jantung dengan menggunakan elektroda-elektroda kecil yang ditempelkan di kulit dada, lengan, dan tungkai. Pemeriksaan EKG dapat dilakukan dalam posisi tiduran atau saat melakukan aktivitas, seperti berlari di atas mesin treadmill.

Papsmear

Papsmear disarankan untuk wanita yang memasuki usia 21 tahun dan sudah pernah berhubungan seksual. Tes kesehatan yang satu ini bisa dilakukan setiap tiga tahun sekali guna mendeteksi kanker serviks. Setelah usia 30 tahun, wanita dianjurkan untuk melakukan papsmear setiap lima tahun sekali, sedangkan setelah usia 65 tahun, tidak perlu melakukan pemeriksaan papsmear, bila tidak timbul keluhan.

Jika dilihat uraian tahapan melakukan medical check up, bisa disimpulkan bahwa tes kesehatan ini memang sangat penting untuk tubuh yang berfungsi untuk mengetahui penyakit atau hal-hal buruk yang ada di dalam tubuh sehingga bisa ditangani sedini mungkin.

Jadi, apakah Anda berniat untuk melakukan tes kesehatan ini?

Comments are closed.