Serba Serbi Batuk Pilek yang Perlu Anda Ketahui

Health

Batuk pilek dianggap sebagai penyakit yang sepele. Padahal, tak jarang penyakit satu ini membuat penderitanya sulit beraktivitas.

Kita semua tahu bahwa ada banyak sekali jenis penyakit di dunia yang dapat menyerang siapa saja. Mungkin tak semua orang terkena penyakit berat, namun mayoritas orang di dunia pasti pernah terkena penyakit ringan. Salah satu penyakit ringan yang mungkin pernah dirasakan setiap orang tak lain adalah batuk pilek.

Batuk pilek atau common cold atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan selesma merupakan infeksi virus ringan pada saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Infeksi virus yang menyebabkan batuk pilek dapat menyebar secara langsung lewat percikan lendir dari saluran pernapasan penderita ataupun secara tidak langsung melalui tangan. Batuk pilek bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Masa inkubasi virus penyebab batuk pilek atau jangka waktu sejak virus masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan keluhan umumnya adalah dua hingga tiga hari. Penderita juga akan merasakan gejala-gejala batuk pilek yang parah dan sangat mengganggu setelah dua hingga tiga hari kemunculan gejala.

Gejala Batuk Pilek

Setiap penyakit pasti memiliki gejala awal. Hal tersebut berlaku pula pada batuk pilek. Beberapa gejala yang ditimbulkan saat seseorang terkena batuk pilek antara lain:

  1. Bersin-bersin
  2. Hidung tersumbat.
  3. Merasa tidak enak badan atau pegal-pegal.
  4. Suara serak.
  5. Tenggorokan gatal atau nyeri tenggorokan.
  6. Sakit kepala.
  7. Demam.
  8. Mata berair.
  9. Berkurangnya daya penciuman dan pengecapan.
  10. Merasa ada tekanan pada wajah dan telinga.
  11. Nyeri telinga.
  12. Hilang nafsu makan.

Batuk pilek sering kali dianggap sama dengan flu. Sejatinya, penyebab dari kedua penyakit ini sudah berbeda. Bahkan, perbedaan tersebut dapat terlihat dari gejalanya, yaitu:

  1. Flu lebih sering menimbulkan demam pada penderita, sedangkan batuk pilek biasanya jarang menimbulkan demam.
  2. Nyeri yang ditimbulkan oleh batuk pilek seringkali berupa nyeri ringan, sedangkan flu menimbulkan nyeri otot dan rasa tidak enak badan yang cukup berat pada penderita.
  3. Nyeri flu seringkali menimbulkan nyeri dada, sedangkan batuk pilek jarang menimbulkan gejala tersebut. Jika muncul nyeri dada akibat batuk pilek, hanya bersifat ringan.
  4. Flu sering kali menimbulkan sakit kepala, sedangkan batuk pilek jarang.
  5. Batuk pilek sering kali menimbulkan gejala bersin, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan, sedangkan flu jarang.

Penyebab dan Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Batuk Pilek

Human rhinovirus (HRV) adalah kelompok virus yang paling banyak menyebabkan batuk pilek. Selain virus tersebut, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh berbagai virus lainnya, seperti coronavirus, adenovirus, human parainfluenza virus (HPIV), dan respiratory syncytial virus (RSV).

Virus masuk ke tubuh manusia melalui hidung, mulut, atau bahkan mata, sebelum menimbulkan gejala. Virus bisa masuk ke dalam tubuh ketika tanpa sengaja menghirup percikan liur penderita batuk pilek, yang disemburkan ke udara melalui bersin atau batuk. Selain itu, virus juga bisa masuk ketika seseorang menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi percikan liur yang mengandung virus batuk pilek. Kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata sendiri dengan tangan tersebut.

Saat seseorang sudah terkena virus tersebut, sejatinya orang tersebut belum tentu langsung terkena batuk pilek. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko batuk pilek, antara lain:

  1. Berada di tengah keramaian (pasar, sekolah, kantor, atau kendaraan umum).
  2. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  3. Memiliki riwayat penyakit kronis.
  4. Usia anak-anak.
  5. Merokok.
  6. Udara dingin.

Cara Mengobati dan Meredakan Batuk Pilek

Batuk pilek adalah infeksi virus yang tergolong ringan. Saat mengalami batuk pilek, penderita dianjurkan untuk beristirahat dengan cukup, mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak serta minum banyak air putih untuk mengganti cairan yang hilang dari tubuh akibat hidung yang terus-menerus mengeluarkan ingus atau badan yang sering berkeringat.

Selain itu, terdapat pula beberapa cara untuk meredakan batuk pilek, yaitu:

  1. Mengoleskan balsem: Cara ini dapat meringankan gejala batuk pilek, terutama pada bayi dan balita. Usapkan balsem pada punggung atau dada, dan jangan sampai masuk ke lubang hidung karena selain terasa pedih, juga bisa mengganggu jalur napas.
  2. Mengonsumsi permen yang mengandung mentol dan berkumur dengan air garam. Kedua cara ini dipercaya dapat membantu meredakan gejala hidung tersumbat dan nyeri tenggorokan.
  3. Mengonsumsi suplemen zinc dan vitamin C: Kedua cara ini dipercaya dapat menurunkan tingkat keparahan gejala dan mempercepat penyembuhan batuk pilek. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
  4. Mengonsumsi obat yang bisa dibeli bebas di apotek: Untuk meredakan gejala hidung tersumbat, cobalah untuk mengonsumsi obat yang mengandung dekongestan. Sedangkan untuk meredakan demam dan nyeri, gunakan parasetamol. Meskipun dijual bebas di apotek, Anda harus tetap mematuhi aturan pakainya. Penting untuk membaca petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan, dan bila perlu, bertanya kepada apoteker atau dokter. Hal ini dikarenakan sebagian produk obat tersebut tidak cocok diberikan kepada bayi, anak-anak, wanita hamil atau menyusui, serta pada orang yang sedang menderita penyakit tertentu.

Saat yang Tepat bagi Penderita Batuk Pilek untuk Menemui Dokter

Biasanya, batuk pilek berlangsung kurang lebih satu sampai dua minggu. Namun, jika batuk pilek terus berlanjut, sebaiknya penderita menemui dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai medis. Selain itu, ada beberapa waktu lainnya yang dianggap tepat untuk menemui dokter, yaitu:

  1. Gejala batuk pilek sudah berlangsung lebih dari tiga minggu.
  2. Tingkat keparahan gejala meningkat.
  3. Merasakan nyeri hebat pada tenggorokan (radang amandel).
  4. Merasakan nyeri parah pada telinga.
  5. Kesulitan dalam bernapas.
  6. Merasakan nyeri pada dada atau terdapat darah pada lendir yang keluar saat batuk. Hal ini bisa menandakan adanya infeksi bakteri.
  7. Muncul gejala lain yang tampak mengkhawatirkan.

Batuk pilek memang bukan penyakit serius. Tapi, jika dibiarkan berlangsung lama, penyakit ini akan sangat mengganggu aktivitas penderitanya. Jadi, jagalah kesehatan diri Anda agar terhindar dari batuk pilek.

Comments are closed.