Penyakit Memar Pada Kulit, Gejala, Tanda dan Obat

Health

Memar memang terlihat sepele namun tetap saja dapat mengganggu aktivitas. Pahami secara mendalam agar terhindar dari hal yang lebih buruk.

Segala sesuatu jika dilakukan dengan tidak hati-hati umumnya akan berakibat buruk bagi diri sendiri. Contohnya kita berjalan tapi tidak fokus melihat apa yang ada di depan, lalu kepala kita terbentur oleh sesuatu. Dampak dari benturan tersebut selain benjol tak lain adalah memar.

Memar merupakan perubahan warna kulit yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit yang disebabkan oleh cedera traumatis. Darah dari pembuluh darah yang rusak berkumpul di dekat permukaan dan muncul seperti tanda berwarna hitam dan biru.

Memar sangat umum ditemui dan dapat terjadi pada orang-orang dengan usia berapa pun. Sebab, semua orang memiliki risiko yang sama besar terhadap cedera traumatis seperti terbentur, terjepit, dan lain-lain. Memang, memar tidak berbahaya pada tahap awal. Namun, rasanya akan sangat mengganggu jika salah satu organ tubuh kita mengalami memar. Bahkan, pada kasus yang lebih serius, memar bisa berkembang menjadi hematoma.

Tanda dan Gejala pada Memar

Memar sejatinya memiliki tanda dan gejala seperti sebagaimana penyakit lainnya. Bahkan, tanda dan gejala pada penderita memar sangatlah terlihat jelas oleh mata, berbeda dengan beberapa penyakit yang sangat sulit dilihat tanda dan gejalanya. Adapun tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh penderita memar antara lain:

  1. Awalnya, memar yang baru muncul berwarna kemerahan dan berubah warna menjadi biru keunguan dalam beberapa jam dan menjadi kuning atau hijau setelah beberapa hari pemulihan.
  2. Memar umumnya terasa sensitif dan kadang nyeri pada beberapa hari pertama, namun rasa sakit biasanya menghilang dengan memudarnya warna.
  3. Bila kulit tidak terbuka, tidak terdapat risiko infeksi.

Faktor-faktor Risiko Memar

Sejatinya, banyak sekali faktor yang membuat orang lebih berisiko terkena memar. Beberapa di antaranya yaitu:

  1. Memar dapat terjadi pada beberapa orang yang berolahraga berat, seperti atlet dan pengangkat beban.
  2. Memar pada lansia sering kali terjadi karena kulit menipis seiringnya penuaan. Jaringan yang mendukung pembuluh darah di bawahnya rentan.
  3. Defisiensi vitamin C (defisiensi asam askorbat).
  4. Penyalahgunaan alkohol.
  5. Kondisi medis tertentu, seperti leukemia, hemofilia, penyakit hati, penyakit Cushing’s, Marfan’s syndrome, Ehlers-Danlos syndrome, penyakit jaringan ikat, anemia kekurangan zat besi, anemia aplastik dapat menyebabkan mudah memar dan perdarahan.
  6. Orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu lebih mudah mengalami memar. Obat-obatan meliputi nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin), pengencer darah seperti warfarin (Coumadin), clopidogrel (Plavix), heparin; steroid (prednisone) dan obat-obatan lain untuk mengatasi kanker.

Penyebab Memar

Memar umumnya disebabkan oleh cedera traumatis. Namun, faktanya, memar juga dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti:

  1. Memar dapat terjadi pada beberapa orang yang berolahraga dengan berlebih, seperti atlet dan pengangkat beban. Memar terjadi akibat robekan mikroskopik pada pembuluh darah di bawah kulit.
  2. Memar tanpa penyebab yang mudah terjadi atau tanpa alasan dapat mengindikasi gangguan perdarahan, terutama jika memar sering disertai mimisan atau gusi berdarah.
  3. Sering kali, memar yang muncul tanpa penyebab pada tulang kering atau paha, merupakan akibat dari benturan pada kaki tempat tidur atau objek lain dan tidak ingat terhadap cedera.
  4. Memar pada lansia sering terjadi karena kulit menipis seiringnya penuaan. Jaringan yang mendukung pembuluh darah di bawahnya rentan.
  5. Memar juga lebih umum terjadi pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah.
  6. Memar pada bagian belakang tangan dan lengan (actinic purpura atau solar purpura) terjadi karena kerusakan akibat matahari dan penipisan kulit.

Kapan Penderita Memar Harus Menghubungi Dokter?

Memar memang bukanlah penyakit serius. Tapi, jika memar dirasa tidak lagi biasa dan menunjukkan gejala atau hal buruk lainnya, maka penderita sangat dianjurkan untuk konsultasi ke dokter terkait. Ada pun waktu yang tepat bagi para penderita memar untuk menghubungi dokter yaitu:

  1. Bengkak dan nyeri pada area memar.
  2. Memar yang terjadi setelah hantaman atau jatuh yang keras.
  3. Memar yang terjadi disertai dengan dugaan tulang patah.
  4. Memar tanpa alasan.
  5. Memar yang tidak membaik dalam dua minggu atau tidak hilang dengan sempurna setelah tiga sampai empat minggu.
  6. Memar di bawah kuku yang terasa sakit.
  7. Memar yang disertai perdarahan pada gusi, hidung, atau mulut.
  8. Memar yang disertai dengan darah pada urin, feses, atau mata.
  9. Memar yang tidak jelas penyebabnya, terutama dengan pola berulang.
  10. Memar yang tidak terasa sakit.
  11. Memar yang muncul pada area yang sama tanpa cedera.
  12. Memar berwarna hitam pada kaki.

Penanganan Memar di Rumah

Memar tidak harus dibawa ke dokter jika kondisinya tidak mengkhawatirkan. Bahkan, penderitanya dapat melakukan penanganan memar hanya dari rumah saja. Berikut adalah cara-caranya!

  1. Kompres dingin seperti ice pack atau sekantung sayuran beku harus diletakkan pada area selama 20-30 menit untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi pembengkakan. Jangan menempelkan es langsung pada kulit. Bungkus es dalam handuk.
  2. Apabila memar berukuran besar dan memenuhi bagian besar pada kaki, kaki harus diangkat setinggi mungkin selama 24 jam pertama setelah cedera.
  3. Parasetamol dapat diberikan untuk mengatasi rasa sakit sesuai petunjuk pada botol. Hindari aspirin atau ibuprofen karena dapat memperlambat pembekuan darah, dan dapat memperpanjang perdarahan.
  4. Setelah sekitar 48 jam, memberikan panas dalam bentuk kain hangat pada memar selama 10 menit 2-3 kali sehari dapat meningkatkan aliran darah pada area memar, membantu kulit menyerap kembali darah lebih cepat. Pada akhirnya, memar akan memudar.

Menangani memar dengan baik akan membuat memar cepat menghilang. Selain itu, hindari juga faktor-faktor risikonya agar terhindar dari memar. Bagian tubuh Anda mana yang sering terjadi memar?

Comments are closed.