Sering Buang Air Kecil? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya!

Health

Buang air kecil merupakan kegiatan yang selalu dilakukan setiap hari. Namun, jika keseringan buang air kecil dalam durasi waktu yang berdekatan, apakah tubuh tetap dalam kondisi yang baik?

Sebagai manusia yang normal, tentu akan melakukan buang air kecil secara berluang-ulang setiap harinya. Jika Anda tidak pernah atau jarang melakukannya, itu yang harus diwaspadai karena bisa menjadi suatu penyakit yang berbahaya. Buang air kecil adalah peristiwa dikeluarkannya urin pada alat pembuangan air kecil dari uretra sampai meatus air kecil keluar dari tubuh. Peristiwa tersebut juga dikenal dengan nama pipis dan kencing. Urin merupakan cairan kotor yang memang harus dikeluarkan dalam tubuh. Bisa dibayangkan, jika urin tersebut tidak keluar dan menetap di dalam tubuh, apa yang akan terjadi?

Dalam dunia kesehatan, proses buang air kecil memang menjadi rutinitas yang harus dilakukan. Normalnya, setiap orang dewasa biasanya akan mengeluarkan urin sebanyak 4-8 kali sehari atau 1-1,8 liter. Lalu, jika melebihi itu, apakah tetap baik untuk kesehatan atau bahkan membahayakan?

Desakan ingin membuang air kecil atau yang dikenal dengan kandung kemih overaktif atau overactive bladder ini merupakan kondisi yang cukup menyusahkan karena perasaan ingin kencing terus menerus tanpa mengenal situasi dan kadang tidak bisa kendalikan. Sebenarnya, hal ini wajar saja jika memang Anda termasuk orang yang gemar sekali minum air putih. Namun, ada juga dampak buruk jika desakan ingin membuat air kecil dirasakan terus menerus. Berikut ini penyebab dari kantung kemih overaktif.

Baca juga: Ini Penyebab Diare yang Tidak Boleh Disepelekan

Penyebab Kantung Kemih Overaktif

Berikut ini ada beberapa penyebab timbulnya kantung kemih overaktif sehingga membuat Anda ingin buang air kecil terus menurus.

Kelainan Sistem Saraf (Gangguan Neurologis)

Beberapa masalah pada saraf yang menyebabkan OAB, antara lain:

  • Penyakit Parkinson (gangguan progresif pada sistem saraf yang memengaruhi kemampuan gerak).
  • Multiple Sclerosis (masalah sistem imun yang memengaruhi sel saraf dalam otot dan tulang belakang).
  • Stroke (terganggunya fungsi otak akibat asupan darah yang terhambat atau tidak tercukupi).

Kerusakan Saraf

Beberapa kondisi yang menyebabkan rusaknya saraf sehingga OAB bisa terjadi, meliputi:

  • Komplikasi diabetes yang sudah merusak saraf (neuropati diabetik).
  • Anak yang lahir dengan cacat tabung saraf.
  • Adanya infeksi di otak atau sumsum tulang belakang.
  • Trauma pada tulang belakang, panggul, atau perut akibat cedera atau operasi.

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK dapat meningkatkan aktivitas otot kandung kemih sehingga memicu rasa ingin kencing terus menerus. Gejala lain yang meliputi adalah rasa nyeri dan sensasi terbakar saat buang kecil.

Baca juga: Kenali Manfaat dan Jenis Madu untuk Kesehatan

Penyumbatan di Kandung Kemih

Adanya batu, pembesaran prostat, atau tumor pada kandung kemih bisa merangsang kontraksi otot kandung kemih. Hal ini menyebabkan perasaan ingin buang air jadi lebih sering, namun aliran urine yang dikeluarkan sangat lambat atau lemah.

Kehamilan dan Menopause

Adanya janin pada rahim membuat tekanan pada kandung kemih. Tekanan tersebut merangsang otot kandung kemih untuk berkontraksi dan mendorong urine keluar. Kondisi menyebabkan ibu hamil jadi sering buang air dan kadang tidak bisa dikendalikan.

Selain ibu hamil, wanita yang mengalami menopause juga akan mengalami OAB. Tingkat hormon estrogen yang menurun menyebabkan otot kandung kemih dan uretra melemah. Kondisi ini menyebabkan desakan ingin buang air tanpa bisa dikendalikan. (Baca juga: Ini Informasi Seputar Operasi Usus Buntu)

Pengobatan Sering Buang Air Kecil

Pada umumnya, pengobatan yang dilakukan untuk kondisi ini biasanya tergantung pada penyebab yang dialami. Misalnya, jika Anda sering buang air kecil dikarenakan infeksi, biasanya dokter akan memberikan antibiotik. Namun, jika penyakit diabetes merupakan penyebab Anda sering membuang air kecil, maka penangannnya yang akan dilakukan adalah mengontrol gula darah. Lalu, jika penyebab sering buang air kecil dikarenakan kantung kemih overaktif, apa saja pengobatannya?

Melatih Kandung Kemih

Cara melatih kantung kemih ini cukup sederhana, yaitu Anda hanya perlu mengendalikan jarak waktu buang air kecil selama dalam kurung waktu kurang dari dua minggu. Selama dua minggu, Anda harus memantau terus frekuensi Anda buang air kecil. Normalnya, setiap orang dewasa biasanya akan mengeluarkan urin sebanyak 4-8 kali sehari. Pasalnya, hal ini dapat mengurangi frekuensi buang air kecil serta melatih kandung kemih untuk menyimpan urine lebih lama.

Senam Kegel

Senam kegel berfungsi untuk menguatkan otot di sekitar kandung kemih dan uretra, sehingga dapat mengurangi dorongan buang air kecil. Mengendalikan kandung kemih dapat dilakukan dengan latihan yang berfokus pada panggul selama lima menit untuk sekali latihan. Lakukan latihan ini setidaknya tiga kali dalam sehari.

Mengubah Pola Makan

Mengatur atau mengubah pola makan juga menjadi cara yang efektif untuk mengurangi buang air kecil yang berlebihan. Misalnya, Anda harus menghindari konsumsi minuman keras, kafein, soda, tomat, cokelat, makanan pedas, serta pemanis buatan. Di samping itu, konstipasi juga dapat memperparah keadaan ini. Perbanyaklah mengonsumsi makanan kaya serat dan cukupi kebutuhan air putih, tetapi sebaiknya hindari banyak minum ketika ingin tidur di malam hari.

Akupuntur

Pengobatan alternatif seperti akupuntur juga dipercaya dapat membantu mengatasi masalah sering buang air kecil dengan memanipulasi titik tertentu pada permukaan tubuh. Walau demikian, masih belum terdapat data medis yang cukup akan manfaatnya.

Jika dilihat dari penjabaran di atas, sebenarnya tidak sulit jika Anda ingin mengatasi dan mengobati kondisi seperti itu. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi desakan buang air kecil ini. Tentu Anda bisa memilihnya sesuai dengan penyebab yang Anda rasakan ya! Semoga lekas sembuh!

 

Comments are closed.