Jangan Remehkan Syaraf Kejepit, Cari Tahu Gejalanya!

Health

Sering merasa nyeri pada bagian tubuh tertentu? Jangan abaikan rasa nyeri itu sebab bisa jadi salah satu tanda adanya syaraf kejepit.

Dalam tubuh manusia, terdapat komponen yang sangat penting mengatur segala pergerakan yang dilakukan oleh tubuh. Komponen tersebut yaitu saraf, saraf memiliki peranan penting dalam tubuh sebagai jalur komunikasi antara tubuh dan juga otak manusia. Beberapa fungsi sistem saraf yang sering Anda dengar adalah untuk berpikir, melihat, bergerak, hingga mengatur berbagai kerja organ tubuh.

Pinched nerve, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan saraf kejepit, adalah suatu kondisi di mana saraf tertekan oleh bagian sekitarnya. Ketika Anda mengalami kondisi saraf terjepit, tubuh Anda akan mengirimkan sinyal berupa rasa nyeri. Tentu sebaiknya Anda tidak remehkan tanda-tanda saraf kejepit, sebab kerusakan saraf bisa jadi lebih parah jika dibiarkan. Penting bagi Anda untuk tahu lebih cepat gejala dari saraf yang terjepit ini, di bawah ini pemaparannya.

Baca juga: Alasan Ditolak BPJS Kesehatan Ketika Berobat

Penyebab Syaraf Kejepit

Saraf kejepit bisa dipicu oleh adanya tekanan pada saraf. Tekanan bisa disebabkan oleh gerakan yang dilakukan berulang-ulang untuk jangka waktu lama, contohnya posisi siku ditekuk saat tidur. Tekanan saraf dapat terjadi ketika saraf tertekan antara jaringan dengan ligamen, tendon, atau tulang. Saraf yang paling rapuh dalam tubuh kita yaitu ketika ditempatkan pada jaringan sempit di tubuh kita, tetapi jaringan lunak untuk melindungi saraf tersebut hanya sedikit.

penyakit syaraf terjepit

Umumnya rasa nyeri pertama dirasakan pada punggung, tapi tidak menutup kemungkinan rasa nyeri dapat muncul di beberapa bagian tubuh. Contohnya, saat cakram hernia memberikan tekanan pada akar saraf Anda, rasa sakit pun akan terasa pada bagian belakang kaki Anda. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jaringan menekan saraf adalah:

  • Terluka
  • Postur tubuh yang tidak baik dapat menambah tekanan  pada tulang belakang dan saraf
  • Rematik atau arthritis pergelangan tangan
  • Stres dari pekerjaan yang berulang-ulang
  • Aktivitas olahraga yang rentan cedera
  • Berat badan yang berlebihan juga menekan saraf

Pada beberapa kasus, salah satunya carpal tunnel syndrome (suatu kondisi yang terjadi pada jari menyebabkan rasa kesemutan); beberapa jaringan berkontribusi dalam memberikan tekanan pada saraf seperti pembesaran tulang atau penebalan yang akhirnya menjepit saraf. Umumnya kasus carpal tunnel syndrome dialami oleh perempuan.

Ada beberapa dampak yang dapat terjadi ketika saraf terjepit dibiarkan, seperti jaringan lunak atau pelindung di sekitar saraf dapat pecah. Hal tersebut dapat membentuk cairan, yang dapat menyebabkan pembengkakan, tekanan ekstra, dan jaringan parut. Jika saraf terjepit terjadi pada waktu yang singkat, tentu tidak ada kerusakan permanen pada saraf. Namun, jika tekanan terjadi terus menerus tentu saja saraf bisa rusak secara permanen.

Gejala

Gejala saraf kejepit yang dialami seseorang bisa berbeda dengan orang yang lain. Begitu pula dengan intensitas keparahannya. Namun, membiarkan gejala begitu saja bisa memperparah kondisi hingga menyebabkan kerusakan saraf. Maka, Anda perlu memperhatikan beberapa gejala saraf terjepit berikut ini:

Mati Rasa Pada Area Tubuh Tertentu

penyebab syaraf terjepit

Mati rasa atau kurang peka pada area tubuh tertentu bisa jadi tanda saraf terjepit. Kondisi ini biasanya disebabkan karena adanya tekanan pada aliran darah di saraf. Tekanan besar akan menghambat aliran darah, mengurangi kadar oksigen pada sel-sel saraf sehinga kemampuan saraf untuk merasakan jadi terganggu.

Sering kesemutan Pada Tangan Atau Kaki

Kesemutan atau parastesia memang bisa terjadi pada siapa aja. Kondisi ini menjadi tanda bahwa saraf akan sedang mendapatkan tekanan besar yang menghambat aliran darah. Biasanya akan terjadi ketika kaki atau tangan terlipat dalam waktu yang cukup lama dan akan membaik dengan Anda menggerak-gerakan bagian yang kesemutan.

Namun, parastesia hanya terjadi jika saraf terus-menerus mendapat tekanan. Jika sering terjadi, tapi tidak jelas atau ragu apa penyebabnya, ini bisa jadi tanda syaraf kejepit.

Rasa Sakit Seperti Panas Terbakar

Rasa sakit akibat syaraf kejepit beda dengan sakitnya saat keseleo atau terkilir. Ketika keseleo atau terkilir, rasa sakitnya tumpul dan hanya terpusat pada sendi yang membengkak.

Namun, penyakit ini biasanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman di ujung lokasi saraf yang meradang. Misalnya jika saraf yang terjepit adalah saraf sciatic yang berada di punggung bawah, maka rasa sakitnya justru akan muncul di bagian kaki.

Rasa sakit juga bukan perih seperti luka terbuka, melainkan nyeri tajam seperti ditusuk-tusuk jarum yang diikuti sensasi seperti terbakar.

Baca  juga: Sebelum Terapi Bekam, Pelajari Dulu Lebih Lanjut!

Otot di Area Tubuh Tertentu Menjadi Lemah

Kelamahan pada otot jadi tanda bahwa salah satu saraf motorik Anda mengalami banyak tekanan dan terjepit. Kondisi ini memberi sinyal pada tubuh bahwa otot yang terhubung dengan saraf tidak dapat bekerja dengan baik.

Jika kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti masalah koordinasi atau kesulitan bernapas, kemungkinan besar menandakan adanya penyakit lain, seperti serangan jantung, stroke, atau multiple sclerosis.

Untungnya, gejala penyakit satu ini hanya terjadi dalam waktu singkat dan akan normal kembali setelah tekanan pada saraf perlahan berkurang, misalnya dengan dikompres.

Tip Mengatasi

pengobatan syaraf terjepit

Pengobatan yang dilakukan berbeda-beda tergantung pada seberapa berat rasa sakit, begitu juga dengan lamanya pengobatan yang dilakukan. Anda mungkin akan diminta untuk mengistirahatkan bagian yang cedera, dan menghindari aktivitas yang akan membuat gejala Anda memburuk.

Anda perlu mengunjungi dokter saat gejala menetap dan sakit menjadi parah. Anda akan memerlukan satu atau lebih pengobatan untuk mengecilkan jaringan yang membengkak di sekitar saraf.

Obat yang dapat Anda gunakan adalah:

  • Aspirin, ibuprofen, dan naproxen untuk mengurangi pembengkakan
  • Kortikosteroid oral untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak
  • Injeksi steroid untuk mengurangi bengkak, tapi Anda akan mengalami peradangan sebelum akhirnya sembuh

Pada kasus yang berat, saraf Anda mungkin memerlukan pemotongan beberapa material, seperti:

  • Jaringan parut
  • Material cakram
  • Bagian tulang

Apabila rasa nyeri yang Anda rasakan masih pada tahap awal mungkin Anda masih bisa melakukan beberapa hal yang bisa meringankan rasa nyeri tersebut seperti pijat ringan, mengubah postur tubuh, perbanyak istirahat atau mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Namun, apabila menurut indikasi dokter Anda sudah memiliki saraf terjepit yang cukup parah maka mungkin dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan terapi, konsumsi obat atau bahkan tindakan operasi.hal itu karena saraf yang rusak tidak bisa diperbaiki, jadi alangkah baiknya Anda bisa mengikuti saran terbaik dari dokter.

Baca  juga: Ketahui Hal Ini Sebelum Menentukan Asuransi Kesehatan Keluarga

Comments are closed.