Tangani Penyakit Serius dengan Pengobatan Rawat Jalan

Health

Pengobatan rawat jalan adalah opsi yang diambil dokter jika dirasa pasiennya dapat sembuh dengan obat yang diresepkan, baik penyakit ringan dan berat.

Ketika sakit, tentu hal yang pertama dilakukan adalah pergi ke rumah sakit dan konsultasi ke dokter seputar penyakit dan gejala yang dirasa. Setelah itu, barulah dokter memutuskan apakah pasien harus dirawat inap atau cukup dengan rawat jalan. Sejatinya, dokter akan menyarankan pasiennya untuk rawat inap jika penyakit yang diderita masuk dalam kategori penyakit berat.

Tapi, faktanya, beberapa penyakit yang masuk dalam kategori penyakit serius yang tidak mengharuskan pasiennya untuk rawat inap, namun cukup hanya dengan rawat jalan. Sebelum membahas lebih jauh, mari kita bahas seputar rawat jalan terlebih dulu. Rawat jalan adalah pelayanan medis kepada seorang pasien untuk tujuan pengamatan, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya, tanpa mengharuskan pasien tersebut dirawat inap.

Dokter sebagai seorang yang ahli di bidang kesehatan akan melihat dulu kondisi dan hasil diagnosis pasien. Jika dirasa penyakit tersebut dapat diobati secara rutin, maka dokter akan menganjurkan pasiennya untuk rawat jalan tanpa harus menginap di rumah sakit atau opname.

Lalu, penyakit apa saja yang penyembuhan dan pengobatannya cukup dengan rawat jalan? Bukan hanya penyakit ringan seperti flu dan demam, ada cukup banyak penyakit serius yang proses penyembuhannya dapat dilakukan lewat proses rawat jalan. Apa saja penyakitnya? Simak di bawah ini!

Penyakit yang Dapat Ditangani dengan Rawat Jalan

Tipes

Tipes atau dalam dunia medis disebut demam tifoid merupakan salah satu infeksi yang paling sering menyerang orang Indonesia. Penyakit satu ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi bakteri salmonella typhi. Gejala umum tipes adalah pusing, sembelit, diare, muntah, lemas, serta demam tinggi. Beberapa orang juga mengeluhkan munculnya ruam merah di area kulit tertentu.

Baca juga: Penyebab dan Gejala Penyakit Tipes?

Melihat cukup seriusnya penyakit ini, nyatanya tak jarang dokter menganjurkan pasiennya untuk melakukan pengobatan dengan rawat jalan. Tipes ringan dapat sembuh dengan cepat jika pasien benar-benar bisa istirahat total di rumah, menjaga pola makan yang bersih serta sehat, dan banyak minum air selama masa pemulihan. Dokter juga biasanya meresepkan obat antibiotik seperti ciprofloxacin dan cefixime untuk pasien minum di rumah sampai sembuh.

Diare

Pada hampir kebanyakan kasus, sakit diare bisa cepat sembuh dengan pengobatan rumahan sehingga tidak perlu dirujuk rawat inap. Artinya, dokter akan menganjurkan pasien untuk rawat jalan dalam proses penyembuhan penyakit ini. Biasanya, diare diobati dengan banyak minum air atau cairan oralit dan memperbanyak makan makanan berserat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, hingga resep obat antidiare dari dokter seperti loperamide (imodium) dan bismuth subsalicylate (pepto-bismol).

Radang tenggorokan

Meski membuat penderitanya tidak nyaman, tenggorokan sakit dan gatal akibat radang tenggorokan biasanya tidak sampai harus diopname, bahkan jika Anda mengalami gejala penyerta lainnya seperti demam, hingga flu dan batuk. Radang tenggorokan bisa cepat sembuh dengan pengobatan rawat jalan. Dokter pun biasanya hanya meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol hingga obat isap untuk melegakan tenggorokan.

Baca juga: Gejala dan Penyebab Radang Tenggorokan

Maag

Maag merupakan salah satu gangguan pencernaan yang banyak dimiliki oleh orang Indonesia. Gejala khasnya adalah dada yang terasa panas, perut mulas dan kembung hingga mual-muntah akibat asam lambung naik. Meski cukup mengganggu, nyatanya dokter lebih sering menganjurkan pasien penyakit ini untuk melakukan pengobatan rawat jalan.

Penyakit pencernaan ini bisa diobati dengan obat antasida yang dijual bebas di warung atau apotek tanpa harus menebus resep. Jika Anda perlu jenis obat dan dosis yang lebih kuat, dokter mungkin akan meresepkan obat maag seperti ranitidine dan omeprazol. Dokter juga mungkin menganjurkan Anda untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat agar maag tidak kambuh lagi di kemudian hari.

Cacar Air

Pada kebanyakan kasus, cacar air ringan bisa diobati di rumah hanya dengan pengobatan rawat jalan. Dokter biasanya hanya akan menganjurkan pasien untuk banyak istirahat dan menghidari beraktivitas di luar rumah agar tidak menularkan virus pada orang lain. Pasalnya, virus cacar air bisa sangat mudah menyebar lewat udara dan tetesan air dari batuk dan bersin.

Selain beristirahat total di rumah, pasien juga harus banyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi. Hindari menggaruk bintil cacar dan bekas luka yang terasa gatal. Obat cacar yang diresepkan dokter biasanya adalah obat oles antihistamin, lotion calamine, atau krim hidrokortison.

Rematik

Rematik ditandai dengan sendi yang terasa nyeri, kaku, serta membengkak. Biasanya, bagian yang paling terserang rematik adalah tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut. Lambat laun, kondisi ini cenderung menyulitkan Anda bergerak dan beraktivitas.

Meski penyakit ini terbilang serius dan sangat mengganggu, dokter lebih memilih pasiennya untuk melakukan pengobatan rawat jalan. Biasanya cukup dengan minum obat pereda nyeri nonresep seperti ibuprofen yang dapat dibeli di apotek mana pun. Dokter juga mungkin meresepkan steroid yang berdosis lebih kuat dan obat golongan disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) untuk memperlambat kerusakan sendi atau mencegahnya.

Terapi fisik, olahraga ringan, istirahat cukup, dan makan teratur juga penting untuk diterapkan guna meningkatkan kualitas hidup pasien.

Baca juga: 5 Manfaat Kebugaran Jasmani Bagi Tubuh Anda

Hipertensi

Laporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010 mengungkapkan bahwa hipertensi merupakan salah satu penyakit yang bisa ditangani dengan rawat jalan. Pada awalnya, dokter mungkin hanya menyarankan Anda untuk mengubah gaya hidup lebih sehat dengan menjaga pola makan dan olahraga.

Namun jika kenaikan tensi cukup parah atau Anda sampai mengalami gejala-gejala hipertensi, dokter mungkin akan menambahkan resep obat antihipertensi. Obat-obatan ini berguna untuk menjaga tensi pasien tetap stabil sembari mencegah kemungkinan risiko komplikasi yang menyerang jantung, ginjal, dan organ tubuh lainnya.

Saat merasakan gejala yang tidak beres pada tubuh, sebaiknya memang kita mengunjungi dokter. Namun, tak perlu terburu-buru untuk meminta rawat inap atau opname, sebab dokter lebih tahu cara penanganan yang tepat pada penyakit yang kita alami. Mungkin saja, penyakit yang kita alami dapat sembuh dengan pengobatan rawat jalan.

Comments are closed.