Yuk Pahami Manfaat dan Resiko Terapi Akupuntur

Health

Terapi akupuntur yang sudah ada sejak 3000 tahun lalu disinyalir dapat menyembuhkan beberapa penyakit berat, namun juga menyimpan resiko.

Sering mendengar istilah terapi akupuntur? Ini adalah sebuah pengobatan atau tindakan medsi yang memasukkan jarum halus kedalam tubuh, fungsinya adalah menstimulasi titik akupuntur tubuh. Pengobatan secara akupuntur diklaim mampu mengobati beragam penyakit dan membuat tubuh lebih sehat karena mampu melancarkan sirkuasli darah serta metabolisme tubuh.

Baca juga: Apa Saja Khasiat dan Manfaat dari Terapi Ikan?

Akupuntur adalah pengobatan tradisional yang sudah ada sejak lama, dan telah diakui oleh World Health Organization (WHO) sebagai salah satu cara pengobatan yang direkomendasikan. Namun cara pengobatan penyakit dengan terapi akupuntur ini masih menuai pro dan kontra karena dianggap masih memberikan resiko berat.

Karena itu sebelum memutuskan mengobati penyakit Anda dengan terapi akunpuntur sebaiknya pahami dulu manfaat dan resikonya.

Manfaat Terapi Akupuntur Bagi Kesehatan

Terapi akupuntur disinyalir sejak 3000 tahun silam dan berkembang di Kawasan Tiongkok. Sempat mengalami pasang suruh di era kekaisaran Kin, terapi akupuntur kini mulai mendapat kepopulerannya kembali. Pengobatan tradisional ini terbukti mampi mengurangi berbagai keluhan atau penyakit baik ringan maupun berat. Berikut adalah beberapa manfaat dari akupuntur bagi kesehatan.

Membantu mengatasi sakit kepala dan migrain

resiko terapi akupuntur

Pada 2009 silam Center for Complementary Medicine di University of Munich pernah melakukan penelitian soal efektifitas akupuntur ini yang melibatkan 2.137 pasien akupuntur. Dari 11 studi yang dilakukan disimpulkan bahwa akupuntur  dapat menjadi alat non-farmakologis yang tepat untuk pasien sakit kepala tegang kronis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan jarum pada daerah yang tepat dapat meminimalisir sakit kepala.

Meredakan nyeri kronis sepeti nyeri punggung, leher, lutut,dan arthritis

Lagi-lagi penemuan ini dihasilkan oleh penelitian, kali ini yang dilakukan oleh University Medical Center of Berlin pada 2006 silam. Kala itu penelitian berhasil membuktikan bahwa akupuntur dapat membantu mengurangi nyeri punggung. Para relawan yang mendapat perawatan akupuntur selama 8 minggu, mengaku merasakan perbedaan yang signifikan, tentunya perbedaan yang positif.

Hal senada juga ditemukan pada studi yang dilakukan pada tahun 2012 yang dilakukan oleh Memorial Sloan-Kettering Department of Epidemiology and Biostatistics. Temuan yang mereka dapati adalah bahwa akupuntur dapat meredakan rasa sakit kronis otot pungggung dan leher, osteoarthritis, dan sakit kepala kronis.

Membantu mengobati insomnia

Kemampuan akupuntur yang membuat pasien lebih rileks juga dibuktikan dengan sebuah penelitian yang dilakukan pada 2009 oleh Beijing University of Chinese Medicine. Penelitian tersebut melibatkan para penderita insomnia atau gangguan tidur. Setelah mendapat akupuntur dan secara bersamaan juga mengonsumsi obat atau jamu ternyata mampu mengatasi gangguan tidur mereka. Diakui peserta memiliki tidur yang lebih berkualitas.

Memulihkan Efek Kemoterapi Pasien Kanker

Salah satu manfaat positif yang paling dirasakan dari akupuntur adalah system kekebalan tubuh yang meningkat, sehingga mempu mempercepata pemulihan termasuk untuk pasien kanker setelah menjalani kemoterapi. Pengobatan akupuntur dapat meningkatkan kekebalan dan jumlah trombosit. Pasien pengidap kanker yang mendapat perawatan akupuntur juga diketahui mengalami penuruan rasa sakit, dengan penurunan efek samping dari kemoterapi, salah satunya adalah rasa mual.

Mencegah Penurunan Fungsi Otak

Beberapa penelitan lain menyebutkan bahwa akupuntur juga membantu penderita Parkinson yang mengalami penuruan fungsi kognitif otak. Studi memperlihatkan bahwa pengobatan dengan system akupuntur ang berkala dapat meringankan gejala penyakit Parkinson.

Hal ini diperkuat oleh hasil study pada tahun 2002 yang dilakukan oleh Department of Neurology di University of Maryland School of Medicine, yang memperlihatkan 20 pasien Parkinson diobati dengan akupuntur selama 16 sesi, 85% pasien melaporkan peningkatan subjektif dari gejala individu, termasuk tremor, berjalan, menulis, kelambatan, nyeri, tidur, depresi, dan kecemasan.

Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil

Ternyata pengobatan akupuntur terbukti aman untuk ibu hamil, melahirkan bahkan menyusui. Justru terapi yang dilakukan secara berkala mampu meningkatkan kondisi kesehatan ibu pasca melahirkan. Sehingga menurunkan resiko baby blues yang sering memicu depresi pada ibu melahirkan dan menyusui.

Baca juga: Buah Nanas, si Ratu Buah Berjuta Manfaat

Itulah beberapa manfaat terapi pengobatan menggunakan Teknik akupuntur. Namun cara pengobatan ini bukan tanpa resiko sama sekali. Menurut para peneliti ada resiko yang tidak ringan ketika Teknik akupuntur gagal dilakukan.

Resiko Pengobatan dengan Teknik Akupuntur

Kelainan Pendarahan

tip terapi akupuntur

Kelainan pendarahan ini bisa terjadi ketika terapi dilakukan menggunakan pengecer darah, dan menyebabkan pendarahan. Jika tidak ditangani secara medis dengan benar dan tepat pasien bisa kehilangan darah dalam waktu singkat. Karena itu akupuntur ini harus dilakukan oleh orang berpengalaman atau telah bersertifikat.

Infeksi Karena Jarum Kotor

Penggunaan jarum yang tidak steril dan digunakan bergantian antara satu pasien dengan pasien lain dapat menyebabkan infeksi, bahkan penularan penyakit. Sayangnya, seringnya jarum yang digunakan itu itu saja bahkan tidak diganti selama berbulan-bulan. Padahal jarum suntik adalah penyebab besar seseorang terkena penyakit menular seperi HIV/AIDS.

Jarum Merusak Organ

Beberapa kasus menunjukkan bahwa terapi menggunakan jarum juga beresiko menyebabkan kerusakan pada beberapa organ tubuh, dengan catatan terapi yang dilakukan tidak pada titik yang seharusnya. Kerusakan satu organ dapat menyebabkan komplikasi berbahaya dn berujung pada kematian.

Rasa sakit

Karena media pengobatan yang digunakan adalah jarum halus, maka rasa sakit yang diterima pasien juga tidak kecil. Seringnya bahkan pasien sampai menangis karena tidak kuat menahan jarum yang menusuk kesela sela kulitnya. Namun selama masih bisa menahan rasa sakit terapi dapat dilanjutkan.

Luka pada kulit

manfaat terapi akupuntur

Seiring dengan penggunaan jarum yang terus menerus untuk proses pengobatan, biasanya ada bekas luka yang ditinggalkan dan mengganggu estetika atau kecantikan kulit. Bahkan bagi beberapa orang, jarum akupuntur bisa menyebabkan alergi berupa ruam kulit dan gatal-gatal yang mengakibatkan luka cukup serius. Jika tak segera ditangani luka ingin bisa berubah menjadi infeksi.

Baca juga: Pembuatan dan Berbagai Manfaat Minyak Bulus, Penasaran?

Itulah beberapa resiko atau dampak negative dari pengobatan dengan metode akupuntur. Sebaiknya sebelum memilih pengobatan ini konsultasikan dulu kondisi dan tipe tubuh Anda, apakah cocok jika menggunakan Teknik akupuntur.

Baca juga: Pembuatan dan Berbagai Manfaat Minyak Bulus, Penasaran?

Comments are closed.