Sebelum Terapi Bekam, Pelajari Dulu Lebih Lanjut!

Health

Terapi bekam dipercaya mampu mengatasi berbagai penyakit, benarkah itu? Cari tahu manfaat dan risikonya dahulu yuk!

Selain pengobatan modern, di Indonesia dikenal pula pengobatan tradisional atau alternatif. Pengobatan tipe ini seringkali populer di kalangan masyarakat. Salah satunya berbentuk terapi, terapi yang populer yaitu terapi bekam. Anda pasti pernah mendengar tentang terapi ini.

Terapi ini merupakan salah satu pengobatan alternatif tertua yang pernah ada dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu buku kedokteran tertua di dunia, Ebers Papyrus, menggambarkan bahwa orang Mesir kuno menggunakan terapi ini pada tahun 1550 sebelum Masehi. Lantas, bagaimana sesungguhnya kebenaran klaim tentang terapi bekam untuk pengobatan berbagai penyakit? Cari jawabannya dalam ulasan berikut.

Mengenal Terapi Bekam

Mungkin Anda berpikir bahwa terapi bekam hanya untuk orang-orang atau masyarakat biasa aja. Menariknya, sejumlah nama terkenal seperti artis Jennifer Anniston, Gwyneth Paltrow, Busy Phillips, Victoria Beckham, sampai petenis Andy Murray juga telah melakukan terapi ini.

Bekam sendiri merupakan praktik yang digunakan dalam pengobatan tradisional di beberapa bagian dunia, termasuk Cina dan Timur tengah. Pengobatan ini sudah ada selama ribuan tahun lalu dan katanya efektif untuk meringankan rasa sakit serta nyeri otot.

Cara kerja pengobatan alternatif ini bisa dibilang seperti vakum. Nantinya, sebuah alat khusus yang berbentuk seperti cawan akan menghisap lapisan kulit dan lemak dari otot, dan terkadang bahkan juga bisa memindahkan lapisan otot satu sama lain.

Baca juga: Alasan Ditolak BPJS Kesehatan Ketika Berobat

Cawan yang digunakan untuk bekam bisa terbuat dari gelas, plastik, dan silikon. Menariknya, seribu tahun yang lalu cawan yang digunakan untuk bekam terbuat dari tanduk binatang, bambu, atau tanah liat.

Anda bisa melakukan pengobatan alternatif ini di bagian tubuh mana pun yang terasa sakit. Namun, bagian punggung, leher, dan bahu merupakan tempat-tempat yang paling sering dilakukan bekam. Kadang-kadang, terapi ini dilakukan bersamaan dengan perawatan akupunktur.

Biasanya, terapis akan meminta para pasien untuk berpuasa atau hanya makan ringan saja selama dua hingga tiga jam sebelum sesi bekam dilakukan. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan manfaat dari  bekam itu sendiri.

Jenis-jenis Bekam

Berdasarkan prosesnya, pengobatan alternatif ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Bakam Kering

aneka terapi bekam

Menurut Ann Michele Casco, L.AC., seorang praktisi pengobatan tradisional Cina sekaligus ahli akupuntur, teknik bekam klasik disebut ba guan zi, yaitu bekam api atau bekam kering.

Secara umum, baik bekam kering maupun basah dilakukan menggunakan cawan kecil yang ditempatkan di atas titik ashi (daerah yang bermasalah) atau titik akupunktur. Sebelumnya diletakkan di permukaan kulit, cawan akan dipanaskan terlebih dahulu. Proses pemanasan ini dilakukan dengan memasukkan zat yang mudah terbakar, seperti alkohol, ramuan herbal, atau kertas tertentu ke dalam cawan dan kemudian membakarnya dengan api.

Ketika api mulai mengecil dan akhirnya mati, terapis akan langsung menempel cawan secara terbalik di atas permukaan kulit. Cawan akan dibiarkan menempel di permukaan kulit selama dua hingga menit.

Nantinya, udara di dalam cawan yang berangsur-angsur mendingin akan menciptakan ruang hampa yang menarik kulit dan otot ke atas, ke dalam cawan. Kulit yang tersedot ini akan memerah karena pembuluh darah Anda merespon perubahan tekanan.

Supaya cawan bisa dengan mudah terlepas, terapis biasanya akan mengoleskan minyak pijat atau krim. Setelah itu, terapis akan menempelkan cawan silikon dan menggesernya ke seluruh tubuh secara berrirama untuk menciptakan efek seperti pijatan.

Bekam Basah

VarBekam basah dilakukan dengan menusuk atau membuat sayatan kecil pada kulit bekas bekam. Setelah itu, cawan kembali ditempatkan di atas permukaan kulit yang ditusuk atau disayat tersebut untuk mengeluarkan sejumlah darah. Darah yang keluar nantinya akan ditampung dalam cangkir cawan. Konon katanya, darah yang keluar dari tusukan selama prosedur ini, dianggap sebagai darah kotor.

Setelah cawan dilepas, terapis biasanya akan memberikan salep antibiotik dan menutupi daerah bekas bekam dengan perban. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi.

Entah itu bekam kering maupun basah, keduanya sama-sama akan menimbulkan memar berwarna kemerahan atau keunguan di kulit. Memar ini bersifat sementara dan umumnya akan hilang dalam kurun waktu 10 hari setelah terapi.

Klaim Manfaat Bekam

Satu laporan yang diterbitkan dalam Journal of Traditional and Complementary Medicine mencatat bahwa terapi ini dapat membantu mengatasi jerawat, herpes zoster, dan pereda nyeri. Hal senada juga temukan dari sebuah laporan pada tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal PloS One.

manfaat terapi bekam

Dalam laporan tersebut, peneliti asal Australia dan Cina mengkaji 135 studi yang membahasa tentang pengobatan alternatif ini antara tahun 1992 sampai 2010. Hasilnya, para peneliti menyimpulkan bahwa bekam mungkin efektif ketika digabungkan dengan pengobatan lain, seperti akunpunktur atau obat-obatan medis untuk mengatasi berbagai penyakit dan kondisi, seperti:

  • Herpes zoster
  • Jerawat
  • Batuk
  • Dispenia
  • Hernial lumbal
  • Spondylosis serviks
  • Kekakuan wajah

Namun, para peneliti tersebut mengakui bahwa dari semua studi yang mereka ulas mengandung tingkat bias yang tinggi. Maka dari itu, para peneliti mengatakan bahwa perlu studi baru yang lebih baik untuk menemukan simpulan dan hasil yang tepat untuk terapi ini.

Baca juga: Ciri-Ciri Asuransi Kesehatan Keluarga yang Bagus

Meski masih membutuhkan penelitian lanjutan, British Cupping Society juga mengklaim bahwa bekam dapat membantu mengobati:

  • Gangguan darah, seperti anemia dan hemofilia
  • Penyakit rematik, seperti arthritis dan fibromyalgia
  • Kesuburan dan gangguan yang berhubungan dengan ginekologi (kandungan)
  • Masalah kulit, seperti eksim dan jerawat
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Migrain
  • Kecemasan dan depresi
  • Penyumbatan bronkial yang disebabkan alergi dan asma
  • Pelebaran pembuluh darah (varises)

Mewaspadai Efek Samping Bekam

Walau bisa dibilang sebagai pengobatan alami, terapi ini juga bisa menimbulkan efek samping. Salah satu efek samping bekam yang sangat jelas ketara adalah adanya tanda keunguan berbentuk bulat atau memar di kulit.

dampak terapi bekam

Memar ini terbentuk dari kapiler (pembuluh darah) yang pecah akibat terhisap atau tersedot oleh cawan panas. Nah, kapiler yang pecah ini menyebabkan gumpalan darah terbentuk di bawah cawan, sehingga menciptakan bentuk dan warna memar yang khas. Kabar baiknya, efek samping memar ini biasanya akan hilang dalam kurun waktu tiga sampai lima hari setelah pasien selesai melakukan terapi.

Efek samping lainnya yang bisa dirasakan pasien ketika melakukan terapi ini di antaranya:

  • Bengkak
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di area kulit yang ditempatkan cawan
  • Kulit sedikit terasa terbakar
  • Bekas luka yang tak hilang
  • Infeksi kulit

Apabila cawan dibiarkan terlalu lama di kulit, hal tersebut juga bisa menyebabkan luka lepuh.

Dalam kasus yang serius, pengobatan alternatif ini juga bisa menyebabkan efek samping berat, yaitu perdarahan di dalam tengkorak karena melakukan bekam pada kulit kepala. Sejumlah orang juga ada yang mengalami trombositopenia, keloid, panniculitis, anemia defisiensi besi, dan pigmentasi kulit. Risiko terjadinya infeksi, jaringan parah, dan kehilangan darah juga bisa terjadi karena terlalu sering melakukan bekam basah secara berulang-ulang.

Baca juga: Yuk Pahami Manfaat dan Resiko Terapi Akupuntur

Sebagai pilihan pengobatan, bekam bisa jadi salah satu pilihan bagi Anda. Tetapi tentu keputusan dalam menimbang baik dan buruknya ada di tangan Anda sendiri. Jangan lupa, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari para pasien yang sudah pernah melakukan terapi ini guna memantapkan pilihan Anda. Jadi, sebelum melakukan pengobatan alternatif ini, pastikan Anda sudah menimbang dengan baik segala manfaat dan risikonya. Selain itu, Anda juga bisa menjamin kesehatan keluarga lewat asuransi dari Futuready. Semoga sehat selalu!

Comments are closed.