6 Tips Terhindar Virus Corona di Transportasi Publik

Health

Risiko tertular COVID-19 bisa terjadi dimana saja, tak hanya tempat terbuka, alat transportasi publik juga merupakan salah satu tempat penyebaran virus ini dengan mudah. Untuk itu, simak ulasan berikut ini!

Beberapa perusahaan sudah membuat keputusan agar karyawan mereka bekerja dari rumah selama wabah virus corona atau COVID-19. Namun, ada juga yang harus tetap bekerja di kantor dan biasanya kebanyakan dari mereka menggunakan alat transportasi publik.

Tentu ada kekhawatiran. Beruntung sekarang ini sudah diberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Sebab, dengan adanya kebijakan ini, pengoperasian alat transportasi umum diatur. Misalnya, penumpang di dalam satu bis harus dibatasi. Namun, tetap saja ada ketakutan. Sebab, terpaparnya virus ini bukan hanya berinteraksi antara orang saja, tetapi, virus tersebut bisa saja berada kursi bus atau benda mati lainnya.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan? Anda bisa tetap menggunakan alat transportasi publik dengan catatan harus lebih waspada. Sebelum mengulas lebih lanjut, untuk proteksi diri Anda dari segala kemungkinan buruk yang dapat menggangu kesehatan, lindungi diri Anda dengan produk asuransi kesehatan yang memiliki manfaat rawat inap, berobat jalan, dan juga perlindungan lainnya. Futuready sebagai broker asuransi bisa membantu Anda mendapatkan produk pilihan terbaik sesuai kebutuhan termasuk juga asuransi kesehatan virus corona dengan biaya premi termurah perlidungan diri maupun keluarga. Daftarkan sekarang juga!

Baca juga: Hal yang Terjadi Ketika Organ Tubuh Diserang Virus Corona

6 Cara Agar Tidak Terinfeksi Virus Corona

Agar Anda aman dan tidak tertular virus corona, ada baiknya Anda terapkan 6 tips berikut ini:

1. Pakai Masker

Ini aturan dasar yang harus dilakukan. Sekarang ini orang yang ke luar rumah wajib memakai masker. Ini sesuai dengan kebijakan PSBB yang diterapkan oleh pemerintah. Anda tidak perlu memakai masker bedah. Sekarang, masker bedah sudah sangat langka. Kalaupun ada, harganya sangat mahal. Selain itu, masker bedah juga hanya boleh digunakan oleh para tenaga medis.

masker transportasi umum

Anda bisa gunakan masker apapun ketika menggunakan alat transportasi publik. Anda bisa memakai masker kain yang sekarang lebih mudah ditemukan. Akan tetapi, Anda harus sedikit waspada. Ketika pemerintah dan ahli medis mengatakan bahwa masker kain juga bisa mencegah terpapar virus corona, banyak yang salah paham. Ada yang mengira semua kain bisa digunakan untuk masker. Padahal, kain yang dimaksud adalah jenis kain yang memiliki setidaknya melindungi 90% dari virus.

Caranya mengetahui masker tersebut bagus atau tidak, itu sangat mudah. Cukup pakai masker yang Anda pilih. Lalu hidupkan korek api. Coba tiup api tersebut dengan menggunakan masker. Jika api tidak mati, berarti masker yang Anda gunakan memiliki serat kain yang bagus dan bisa digunakan.

2. Rajin Cuci Tangan Pakai Sabun

Selain memakai masker, mencuci tangan pakai sabun juga terus dikampanyekan. Ini juga sebagai standar kesehatan agar tidak tertular COVID-19. Namun, bukan berarti Anda membawa sabun ketika berada di dalam bus, ya. Artinya, setelah Anda keluar dari alat transportasi umum, segeralah cari tempat untuk mencuci tangan. Cari toilet yang menyediakan sabun.

Baca juga: ODP, PDP, Suspect, dan Istilah Lainnya Terkait COVID-19

Anggap saja ada kemungkinan virus tersebut di tangan Anda. Mungkin Anda memegang salah satu bagian dari moda transportasi umum dan di sanalah tempat virus berada. Itu hanya kemungkinan saja. Namun, untuk langkah antisipasi, Anda segera cuci tangan pakai sabun sebelum melakukan kontak dengan orang lain.

3. Bawa Hand Sanitizer

Cara yang paling muda untuk membunuh virus yang mungkin menempel pada tangan adalah dengan menggunakan hand sanitizer. Memang para ahli medis mengatakan hand sanitizer tidak 100% membunuh virus corona. Namun, ini bisa digunakan ketika darurat. Misalnya saja setelah Anda keluar dari bus, Anda ingin sekali makan. Ketika tidak ada tempat cuci tangan pakai sabun, gunakan hand sanitizer dulu.

4. Pilih Rute yang Paling Cepat

Semakin lama Anda berada di moda transportasi publik, semakin tinggi risiko Anda terkena virus. Karena semakin banyak juga Anda bertemu dengan penumpang yang tidak tahu kondisi tubuhnya.

Untuk itu, sebaiknya pilih rute yang paling cepat. Misalnya saja Anda harus menggunakan TransJakarta dan berpindah hingga berkali-kali. Sebaiknya coba cari rute yang tidak membuat Anda berpindah berkali-kali. Pilihan lain, Anda bisa gunakan moda transportasi umum lainnya yang lebih cepat.

5. Kurangi Menyentuh Sesuatu

Coba Anda bayangkan apa yang harus Anda lakukan ketika ingin masuk ke moda transportasi publik? Kemungkinan besar Anda harus memegang handle tangan, kaca, atau pintu. Tentu itu bagus agar Anda tidak terjatuh atau tidak terjadi hal yang buruk saat Anda naik alat transportasi umum.

Akan tetapi, jika Anda tidak perlu menyentuh bagian dari alat transportasi tersebut, sebaiknya jangan. Anda bisa langsung masuk dan duduk tanpa menyentuh apapun. Hal tersebut jauh lebih baik.

6. Selalu Jaga Jarak

Untuk daerah yang sudah menerapkan PSBB, tentu sudah ada aturan di mana di dalam sebuah alat transportasi umum harus ada jarak antara penumpang. Namun, apakah itu diterapkan di semua alat transportasi umum?

jaga jarak transportasi publik

Sebaiknya Anda lakukan langkah antisipasi sendiri. Misalnya Anda berangkat atau pulang kerja di saat jam sedang lengang. Hindari jam padat penumpang agar Anda di dalam angkutan umum bisa berjaga jarak dengan penumpang lain.

Usaha agar tidak tertular virus corona atau COVID-19 harus dilakukan semaksimal mungkin. Physical distancing harus dilakukan. Tidak hanya ketika di sekitar rumah tapi juga ketika berada di transportasi umum.

Pentingnya Berpikir Positif jika Di Transportasi Publik

Sangat bisa dipahami di tengah wabah virus Covid-19 seperti ini banyak orang yang terlampau khawatir. Apalagi ketika berada di dalam alat transportasi umum. Sepertinya setiap penumpang menaruh curiga kepada penumpang lainnya. Penumpang satu menyangka penumpang lainnya terkena virus corona, begitu pun sebaliknya. Apalagi jika ada gejala seperti terlihat tidak sehat atau bahkan batuk. Penumpang tersebut bisa dijauhi dan dianggap orang yang paling bersalah.

Mungkin itu juga yang Anda rasakan. Apakah Anda tahu apa yang membuat Anda berpikir seperti itu? Anda terlalu berpikir negatif. Pikiran negatif ini membuat Anda terlalu khawatir.

Baca juga: Aturan Mudik Lebaran 2020 Saat Pandemi Corona Virus

Buang pikiran negatif Anda dan penuhi pikiran dengan hal-hal yang positif. Dengan cara ini, Anda tidak akan terlalu khawatir. Anda juga tidak akan menaruh curiga pada orang lain. Kalaupun ada penumpang yang kurang sehat atau terlihat sedikit batuk, Anda tidak akan semerta-merta menjauh. Justru Anda akan memberikan perhatian, misalnya saja menanyakan kondisi. Jika memang kondisinya kurang bagus, Anda bisa bertindak bijak, seperti meminta tolong petugas untuk menolong penumpang tersebut.

Pikiran positif ini harus ada ketika Anda menggunakan alat transportasi massal. Dengan pikiran yang positif seperti ini, Anda pun tidak terlalu cemas. Jangan sepelekan cemas karena cemas bisa membuat mental kurang sehat. Hal ini berpengaruh juga pada kesehatan fisik. Apalagi ini yang terjadi pada diri Anda, maka kekebalan tubuh Anda menurun. Anda justru berisiko terkena virus corona. Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Comments are closed.