Virus Zika, Penyebab dan Cara mencegahnya

BeritaHealth

Dapat menyebabkan cacat otak pada bayi, kenali gejala dan pencegahan virus Zika yang dapat membunuh manusia seperti demam berdarah dan malaria.

Pada pertengahan tahun 2000-an media heboh memberitakan merebaknya virus Zika yang menyerang sejumlah negara tropis di dunia, mulai dari Brasil, Cile sampai Pakistan. Dunia pun memutuskan virus yang menyebabkan demam ini sebagai darurat kesehatan masyarakat dunia. Virus yang disebarkan oleh nyamun sejenis dangue tersebut selain menyebabkan kematian juga membuat janin dalam kandungan mengalamai cacat otak.

Mirip dengan demam berdarah, virus ini seringkali muncul saat musim hujan tiba. Indonesia, sebagai salah satu negara tropis tak pelak beresiko tinggi terjangkit virus ini. Kenali bagaimana virus ini lahir dan menyebar agar kita dapat melakukan pencegahan. Simak penjelasan mengenai virus Zika dibawah ini:

Baca juga: Gejala dan Fase Demam Berdarah yang Perlu Anda Ketahui

Definisi Virus Zika

mengenali virus Zika

Virus disebarkan melalui perantara gigitan nyamuk, terutama spesies Aedes aegypti. Jenis nyamuk yang juga menyebarkan virus dengue, chikungunya, dan demam kuning. Virus inimenyebabkan penyakit Zika (Zika disease) atau demam Zika (Zika fever). Virus ini pertama kali ditemukan pada seekor monyet resus di Hutan Zika, Uganda, pada 1947.

Pada 1948 kembali ditemukan kasus yang sama pada nyamuk spesies Aedes africanus. Puncaknya pada 1952, manusia pertama terinfeksi virurs ini ditemukan di Uganda dan Republik Tanzania. Hingga akhirnya virus ini pun menyebar ke seluruh dunia pada kurun 1960-an hingga 1980-an. Sebagian besar virus mewabah di wilayah Afrika dan Asia, termasuk India, Indonesia, Malaysia, dan Pakistan.

Puncak penyebaran virus satu ini terjadi pada 2015, ketika penyebarannya sudah memasuki hampir setengah negara di muka bumi. Sementara daerah yang paling terdapak virus ini adalah Amerika Selatan, terutama Brazil dan Kolombia, Amerika Tengah, beberapa wilayah di kawasan Pasifik, dan Kepulauan Karibia.

Penyebab Virus Zika

mengenali virus Zika

Virus ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk inilah yang juga menyebarkan demam berdarah dan virus chikungunya. Spesies nyamuk tersebut sering ditemukan di Benua Amerika, namun tidak di kawasan-kawasan dingin seperti Kanada dan Cile. Nyamuk ini juga berkembang biak sangat banyak di Benua Asia yang notabene punya suhu yang hangat cenderung panas.

Kemudian, tidak seperti nyamuk penyebar malaria, nyamuk penyebar Zika aktif pada pagi dan siang hari. Ketika nyamuk tersebut menghisap darah manusia yang terserang virus satu ini, mereka dapat menularkannya kepada manusia berikutnya dengang menghidap darahnya. Selain melalui nyamuk, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada kemungkinan virus ini juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual, meksipun kasus seperti ini jarang terjadi.

Virus ini juga beresiko menyebabkan keguguran dan mikrosefali, yaitu kelainan yang membuat otak janin tidak berkembang secara sempurna. Karena itu virus ini sangat berbahaya jika mejangkit ibu hamil karena bisa menyebabkan bayi lahir dengan cacat otak.

Sementara penularan dari satu orang ke orang lain, menurut penelitian dapat terjadi satu minggu setelah seseorang terinfeksi. Di dalam cairan sperma, virus tersebut bisa bertahan lebih lama yakni selama dua pekan. Karena itulah ketika virus ini menyebar WHO menyarankan penggunaan kondom tiap kali berhubungan seksual, untuk meminimalisir adanya penularan.

Pencegahan dan Cara Mengobati

Ketika musim penghujan tiba resiko penularan virus ini bisa dua kali lipat, karena itu pencegahan sedini mungkin wajib dilakukan. Beberapa hal yang bisa kita upayakan antara lain:

Pencegahan Penyebaran Virus Zika

  • Mengenakan pakaian berlengan dan berkaki panjang atau menutupi seluruh tubuh. Penggunaan kaus kaki juga sangat disarankan.
  • Gunakan losion antinyamuk dimanapun berada.
  • Gunakan pendingin ruangan, sebab spesies nyamuk penyebar Zika tidak menyukai tempat dingin. Atau jika tidak ada tutup lubang ventilasi dengan kawat nyamuk atau kelambu untuk mencegah masuknya nyamuk kedalam rumah.
  • Bersihkan tempat penampungan air secara ruti misalnya satu pekan sekali, demi mencegah nyamuk bertelur. Ingat spesies nyamuk itu suka tinggal di air tenang dan bersih.
  • Buang benda-benda yang menyebabkan timbulnya genangan seperti ember, pot bekas, botol bekas dan sejenisnya. Hal ini untuk menghindari tempat tersebut dijadikan sarang nyamuk untuk berkembang biak.
  • Sebarkan bubuk larvasida di tempat penampungan air untuk membunuh larva nyamuk.

Baca juga: Cara Mencegah Anak Tertular Demam Berdarah Saat Musim Hujan

Cara mengobati virus Zika

mengenali virus Zika

Sama dengan virus demam berdarah sebenarnya pengobatan penyakit ini adalah memperbanyak cairan tubuh, sebab ketika virus mendera tubuh akan terus kehilangan cairan. Minum sebanyak mungkin air putih, konsumsi paracetamol untuk meredam demam dan perbanyak istirahat adalah satu-satunya cara yang bisa Anda lakukan dirumah ketika gelaja virus ini mulai nampak.

Jangan lupa ketika akan bepergian ke berbagai negara yang pernah terdampak virus ini, upayakan untuk melakukan vaksinasi lebih dulu. Selain melindungi sendiri dari kemungkinan paparan virus, penggunaan vaksin juga jadi sebuah bentuk tanggung jawab Anda agar tidak menyebarkan virus berbahaya ini saat kembali ke tanah air.

Jika sampai mengalami dehidrasi bisa menyebabkan sejumlah komplikasi mulai dari gagal ginjal hingga serangan jantung. Penanganan dokter adalah yang terbaik jika Anda mendapati gejala-gejala seperti:

  • Tubuh terasa lemah dan lelah.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Konjungtivitis atau peradangan kelopak mata.

Gejala ini biasanya akan berlangsung selama beberapa hari. Satu dari 5 orang yang terinfeksi virus ini mungkin akan merasakan gejala diatas. Walaupun sangat jarang, virus ini dapat menyebabkan kematian, jadi jangan abaikan gejala-gejalanya. Sayangnya, virus ini seringkali tidak menunjukkan tand-tanda atau gejala sampai penderita merasa kelalahan dan tidak bisa berakitifitas. Biasanya gejalana bersifat ringan dan baru muncul 3-12 hari setelah tergigit.

Deretan komplikasi

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyebaran virus, antara lain:

    • Cacat pada bayi.

Wanita hamil yang terinfeksi virus ini dapat menularkanya ke janin yang akan berdampak pada perkembangan bayi.  Hal paling mengerikan adalah Mikrosefali, yaitu kondisi cacat yang terjadi pada bayi di mana ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal. Akibatnya otak bayi jadi lebih kecil

  • Sindrom Guillain-Barrѐ (GBS), yaitu menurunnya sistem kekebalan tubuh karena virus yang menyerang saraf. Gejala utamanya adalah melemahnya otot akibat gangguan pada saraf. Sindrom Guillain-Barrѐ tercatat pernah muncul di Polinesia Prancis.
  • Sebenarnya ini baru prediksi para ahli namun kemungkinan virus ini menyebabkan infeksi otak sangat kecil.

Baca juga: Tips Praktis Perawatan Demam yang Efektif

Comments are closed.