Mengkonsumsi Vitamin dan Mineral untuk Kesehatan Tubuh

Health

Menjaga kebugaran tubuh penting demi kelancaran aktivitas sehari-hari. Mengkonsumsi makanan dan minuman kaya akan vitamin dan mineral merupakan pilihan tepat hidup sehat.

Jika Anda kerapkali merasa cepat lelah padahal Anda sudah makan banyak sesuai porsi, mungkin saja tubuh Anda kekurangan asupan vitamin dan mineral. Dua komponen ini merupakan zat gizi yang esensial utuk menjaga fungsi metabolisme tubuh, termasuk membentuk sel darah.

Pasalnya, sel darah tidak dapat dibentuk oleh sel tubuh manusia, sehingga dibutuhkan peran aktif vitamin dan mineral dalam pembentukannya. Jika Anda kekurangan kedua komponen ini, maka sel darah akan terganggu pembentukannya. Akibatnya bisa menimbulkan kurang darah, atau anemia yang membuat Anda menjadi lemah dan cepat lelah.

Selain fungsi membentuk sel darah, vitamin serta mineral juga memiliki fungsi penting lainnya bagi kesehatan tubuh. Yaitu, katalisator proses metabolisme tubuh atau energi, enzym, antioksidan, neurotopik atau pengatur pelepasan sistem neurotransmitter, sistem imunitas, memproduksi hormon, dan sebagai pembantu regenerasi sel.

Baca Juga: Hindari Osteoporosis dengan Mengenal Lebih Dalam

Untuk menjaga asupan kedua komponen tersebut dalam tubuh, Anda harus memerhatikan kadar gizi yang Anda konsumsi setiap hari. Berikut pemaparan macam-macam dan fungsi vitamin serta mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Berbagai Fungsi Vitamin untuk Kesehatan

Berbagai Fungsi Vitamin dan mineral untuk Kesehatan

Vitamin ikut berperan dalam berbagai proses dalam tubuh. Berikut ini adalah fungsi vitamin bagi tubuh Anda:

Vitamin A

Vitamin A atau yang juga dikenal dengan nama retinol ini berfungsi dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama organ mata. Selain itu, vitamin A juga bermanfaat untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan kulit, mendukung perkembangan janin, dan memelihara pertumbuhan gigi serta tulang.

Vitamin A juga berperan untuk mencegah risiko komplikasi dan perburukan penyakit campak terutama pada anak-anak. Untuk menghindari kekurangan vitamin A, konsumsilah beragam makanan yang merupakan sumber vitamin A, seperti wortel, bayam, hati, ikan, ayam, telur, dan produk olahan susu.

Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks merupakan kelompok vitamin yang terdiri dari delapan jenis vitamin B, yaitu:

  • B1 (thiamine),
  • B2 (riboflavin),
  • B3 (niacin),
  • B5 (pantothenic acid),
  • B6 (pyridoxine),
  • B7 (biotin),
  • B9 (folat),
  • B12 (cobalamin).

Baca Juga: Makan Durian: Ini Manfaat Bagi Tubuh!

Pada dasarnya, keseluruhan vitamin B kompleks ini memiliki peranan penting di dalam tubuh, seperti mencegah infeksi, meningkatkan fungsi otak, menunjang produksi sel darah merah, meningkatkan energi, membantu proses pencernaan, serta menjaga kesehatan jantung dan saraf. Anda bisa mencukupi kebutuhan vitamin B kompleks dengan mengonsumsi produk olahan susu, telur, ayam, bayam, buncis, kacang kedelai, kacang merah, jeruk, pisang, serta semangka.

Vitamin C

Vitamin C atau asam askorbat adalah salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tulang, gigi, serta kulit. Selain itu, vitamin C juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai infeksi, membantu penyerapan zat besi, mempercepat penyembuhan luka, serta sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Makanan-makanan yang menjadi sumber vitamin C adalah jeruk, blewah, jambu biji, tomat, stroberi, kiwi, brokoli, kubis, dan paprika merah.

Vitamin D

Vitamin dan Mineral untuk kesehatan tubuh

Berbeda dengan vitamin lain, vitamin D diproduksi oleh tubuh secara alami saat kulit terkena paparan sinar matahari. Vitamin D juga dapat diperoleh dari makanan. Vitamin D sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu proses penyerapan kalsium dan fosfor. Tidak hanya itu, vitamin D juga bermanfaat untuk mencegah gangguan pada tulang, seperti rakitis, osteomalacia, dan osteoporosis, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Meski diproduksi secara alami dalam tubuh, masih ada sebagian orang yang mengalami kekurangan vitamin ini, terutama orang yang tinggal di daerah beriklim dingin dan jarang terpapar sinar matahari. Itulah sebabnya Anda tetap perlu menambah asupan vitamin D dari makanan, seperti ikan, kuning telur, hati, dan susu.

Vitamin E

Vitamin E adalah salah satu antioksidan yang membantu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tidak sampai di situ, fungsi vitamin E juga berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melancarkan pembuluh darah, menyehatkan sel darah merah, dan menjaga pembekuan darah.

Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan bahwa vitamin E juga bermanfaat untuk mencegah penyakit penyakit jantung, hipertensi, aterosklerosis, dan bahkan kanker. Anda dapat mencukupi kebutuhan asupan vitamin E dengan mengonsumsi minyak nabati, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan telur.

Vitamin K

Vitamin K tergolong vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah, menjaga kesehatan tulang, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Kekurangan vitamin K akan mengakibatkan perdarahan yang sulit dihentikan, mudah memar, terdapat gumpalan darah di bawah kuku, dan mengeluarkan tinja yang berwarna gelap.

Biasanya, kekurangan vitamin K lebih sering dialami oleh bayi dibandingkan dengan orang dewasa. Beberapa makanan sehat yang mengandung sumber vitamin K adalah kedelai, sayuran berdaun hijau, susu, serta yoghurt.

Berbagai Fungsi Mineral untuk Kesehatan

vitamin dan mineral baik untuk tubuh

Selain kebutuhan akan vitamin, tubuh juga membutuhkan komponen lain demi terciptanya tubuh yang sehat, yaitu mineral. Berikut macam-macam mineral yang paling dibutuhkan tubuh Anda:

Kalsium (Ca)

Anda mungkin tidak merasa asing dengan zat yang satu ini, apalagi bagi yang sering mengonsumsi susu. Kalsium memang kerap menjadi “kandungan andalan” produk susu. Berperan sebagai pembentuk tulang, dan menjaga kesehatannya. Saat kekurangan asupan kalsium, seseorang akan lebih rentan mengalami penyakit osteoporosis.

Klorida (Cl)

Mineral klorida berperan sebagai elektrolit dan membantu produksi asam lambung. Saat tubuh kekurangan asupan klorida, risiko gangguan pertumbuhan, pusing, merasa lemah, hingga kram jadi lebih rentan terjadi. Selain itu, klorida juga berfungsi mengaktivasi sel yang memproduksi imun.

Magnesium (Mg)

Kekurangan mineral yang satu ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner diabetes tipe 2, hingga gangguan fungsi otot dan saraf. Pasalnya, magnesium berperan sebagai zat pembentuk darah merah yang mengikat oksigen dan hemoglobin. Mineral juga berperan sebagai kofaktor enzim, fungsi otot, dan saraf.

Kalium (K)

Kalium menjadi salah satu jenis mineral yang cukup dibutuhkan tubuh. Zat ini dibutuhkan sebagai pembentuk aktivitas otot jantung, regulasi osmosis, fungsi otot dan saraf, kofaktor enzim, dan sebagai metabolisme energi. Kurang mendapatkan asupan ini bisa memicu terjadinya diare, muntah, lemah otot, serta turunnya tekanan darah.

Zat Besi (Fe)

Zat besi berfungsi untuk membantu mengantarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, mineral yang satu ini juga dibutuhkan untuk faktor enzim, fungsi otak dan otot, serta memperkuat sistem imunitas dalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat memicu terjadinya anemia yang memiliki gejala pusing, lemas, dan tidak bertenaga.

Tembaga (Cu)

Mineral ini memiliki fungsi yang menyerupai zat besi. Tembaga berfungsi sebagai kofaktor enzim, metabolisme energi, membantu fungsi saraf, bersifat antioksidan, dan melakukan sintesis jaringan pengikat. Saat tubuh kekurangan tembaga, maka risiko anemia, gangguan fungsi saraf, depigmentasi rambut, serta gangguan tulang pun akan meningkat.

Iodium (I)

Mineral iodium berguna dalam fungsi reproduksi, metabolisme, dan pertumbuhan. Kekurangan iodium dapat memicu terjadinya gondok, tubuh kerdil, pertumbuhan terhambat, serta gangguan mental.

Baca Juga: Manfaat Air Beras untuk Kesehatan Tubuh

Selenium (Se)

Selenium memiliki peran antioksidan yang dapat membantu mengatasi racun, serta membantu hormon, sistem imun, dan melindungi sel dari proses oksidasi sendiri. Kurang selenium bisa memicu terjadinya masalah jantung dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Zinc (Zn)

Zinc memegang peran dalam menjaga fungsi membran, sistem imun, juga sebagai antioksidan. Kekurangan zinc pada tubuh dapat menyebabkan gangguan kulit, menurunnya kadar kolesterol baik HDL, serta menurunnya nafsu makan.

Flourida (F)

Mineral yang satu ini berfungsi untuk menjaga kesehatan gigi. Flourida dapat menghambat pembentukan karang gigi, sehingga saat kekurangan mineral ini masalah gigi dan kerusakan jadi lebih mudah terjadi.

Setelah mengetahui macam-macam vitamin dan mineral beserta fungsinya, kini giliran Anda memutuskan asupan apa saja kira-kira yang paling di butuhkan oleh tubuh Anda!

Comments are closed.