Waspada Demam Berdarah, Kenali Gejala pada Tiap Fasenya!

Health

Waspada demam berdarah, penyakit ini sering mengecoh penderitanya dengan gejala yang timbul pada setiap fasenya. Bagaimana mengetahuinya?

Musim penghujan biasanya menjadi tanda awal untuk kita bisa lebih waspada demam berdarah. Hal itu karena pada musim hujan wabah DBD mulai muncul. Demam berdarah atau dikenal dengan DBD adalah penyakit menular akibat gigitan nyamuk yang membawa virus dengue.

Ada dua jenis nyamuk yang menjadi kurir penyebaran virus dengue, yaitu Aedes aegypty dan Aedes albocpictus. Namun, jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan penyakit ini di Indonesia adalah nyamuk betina jenis Aedes aegypty.

Meski disebut penyakit menular, penyakit DBD tidak ditularkan dari orang ke orang, seperti flu atau pilek. Virus dengue membutuhkan perantara, yaitu nyamuk untuk mematangkan virus. Kemudian, ketika nyamuk pembawa virus ini menggigit kulit manusia, virus akan berpindah dari lewat gigitan tersebut. Tetap waspada demam berdarah dengan simak gejala dan pengobatan penyakit berikut ini!

Baca juga: Ciri-Ciri Asuransi Kesehatan Keluarga yang Bagus

Tanda dan Gejala Demam Berdarah

ayo waspada demam berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang gejala awalnya menyerupai flu. Namun, lebih berat dan menimbulkan gejala lain yang “melumpuhkan” aktivitas orang yang mengalaminya.

Pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi virus dengue, gejala DBD yang ditimbulkan cenderung lebih parah dibanding orang yang lebih dewasa. Pada kasus parah, komplikasi dapat terjadi dan berpotensi menyebabkan kematian.

Untuk mencegah komplikasi penyakit DBD, Anda tidak boleh mengabaikan tanda dan gejalanya. Virus dengue memengaruhi beberapa sistem tubuh, mulai dari sistem imun, sistem hati, hingga pembuluh darah. Itulah sebabnya, jika seseorang terinfeksi virus ini, maka pasien akan mengalami beberapa fase demam berdarah, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan.

Nah, setiap fase menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Berikut panduan bagi Anda dan keluarga supaya bisa mewaspadai gejala demam dengue lebih dini berdasarkan fase-fasenya.

Gejala DBD pada Fase Awal

Adapun pada tahap awal terjangkitnya DBD, ada beberapa ciri gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita, diantaranya:

Sakit Kepala Parah

Beberapa jam setelah mengalami demam, gejala DBD yang akan muncul selanjutnya adalah sakit kepala. Namun, sakit kepala akibat DBD lagi-lagi berbeda dengan sakit kepala biasa.

Sakit kepala biasa umumnya menimbulkan rasa berdenyut di sisi kanan, kiri, atau kedua sisi kepala. Sementara sakit kepala yang terjadi akibat demam berdarah, biasanya menimbulkan rasa sakit di sekitar dahi. Bahkan, hingga menembus ke bagian belakang mata.

Nyeri Tubuh, Mual serta Muntah

Selain sakit kepala, gejala demam berdarah yang terjadi setelah demam adalah nyeri pada bagian otot dan sendi. Kondisi ini tentu membuat Anda tidak bisa bergerak dengan bebas dan hanya ingin berbaring di atas kasur.

Pada beberapa orang, masalah pencernaan mungkin juga terjadi, contohnya mual dan muntah. Rasa tidak nyaman pada perut ini juga menjalar hingga area punggung. Biasanya gejala ini akan terjadi selama 2 hingga 4 hari.

Demam Tinggi Secara Mendadak

Demam adalah kondisi yang umum terjadi. Baik itu pada anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Hampir semua penyakit yang menyebabkan infeksi pada tubuh akan menimbulkan gejala demam, termasuk demam berdarah. Demam ini menandakan bahwa tubuh sedang berusaha melawan infeksi dari virus dengue. Sayangnya, banyak orang yang tidak bisa membedakan demam biasa dengan demam dari gejala penyakit DBD.

bahaya demam berdarah

Kemudian, demam akibat flu juga diikuti gejala lain seperti bersin, batuk, dan hidung terus meler sedangkan demam DBD tidak demikian. Demam biasa akan membaik dalam satu atau dua hari. Beda dengan demam karena virus dengue yang biasanya terjadi selama 2 sampai 7 hari.

Tubuh Kelelahan

Sebagian besar penyakit memang membuat tubuh lemah tidak berdaya, termasuk demam berdarah. Semua gejala seperti demam selama beberapa hari, diikuti nyeri tubuh pasti akan membuat tubuh pasien lemah.

Selain itu, gejala demam berdarah, seperti mual dan muntah juga bisa membuat nafsu makan menurun. Akibatnya, asupan nutrisi jadi berkurang, energi dalam tubuh akan merosot, dan sistem kekebalan tubuh semakin melemah.

Gejala DBD pada Fase Kritis

Berbeda dengan gejala tahap awal, pada tahap kritis penderita akan memunculkan ciri sebagai berikut:

Ruam Merah pada Kulit

Salah satu gejala khas dari demam berdarah selain demam tinggi mendadak, yakni munculnya ruam pada kulit. Munculnya ruam menandakan bahwa pasien telah memasuki fase kritis. Pada tahap ini, lebih baik jika pasien segera mendapatkan perawatan medis.

Ruam demam berdarah biasanya muncul pada area wajah, kemudian menyebar hingga ke bagian leher, dan dada. Namun, bisa juga muncul di area telapak tangan, bawah kaki, dan bagian tubuh lainnya.

Jika diperhatikan dengan jelas, ruam DBD terlihat seperti gigitan nyamuk. Bintik merah tersebut tidak berair maupun menonjol, seperti cacar air dan akan berkurang pada hari ke-4 dan ke-5 hingga akhirnya hilang pada hari ke-6. Maka tetap berhati-hati dengan demam berdarah ya!

Baca juga: Gejala dan Fase Demam Berdarah yang Perlu Anda Ketahui

Perdarahan dan Plasma Leaked

Saat virus dengue masuk ke tubuh, secara otomatis sistem imun akan menghancurkan virus tersebut. Sayangnya, sistem imun tidak mampu melawan virus dengue. Hal ini menyebabkan sistem imun mengaktifkan sel endotel—lapisan tunggal yang membungkus pembuluh darah.

Awalnya, celah sel endotel berukuran sangat kecil. Namun, karena sistem imun secara terus-menerus diaktif, celahnya akan semakin membesar. Akibatnya, plasma darah, glukosa, dan nutrisi lainnya keluar dari celah tersebut. Kondisi ini disebut juga dengan plasma leakage atau kebocoran plasma.

Beberapa tanda dan gejala DBD pada fase kritis yang sangat butuh pertolongan perawatan dokter, antara lain:

  • Nyeri hebat pada perut
  • Muntah secara terus-menerus
  • Pendarahan dari hidung atau gusi
  • Muntah darah
  • Feses berwarna hitam
  • Kulit pucat dan terasa dingin ketika disentuh
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Trombosit menurun

Pengobatan Penyakit DBD

Hingga kini belum ditemukan pengobatan khusus untuk menyembuhkan demam berdarah. Namun, upaya yang dilakukan tenaga medis untuk mengurangi gejala demam berdarah supaya tidak semakin parah adalah menjadi kebutuhan cairan tubuh pasien.

Gejala demam berdarah seperti demam tinggi mendadak, menyebabkan pasien mengeluarkan banyak keringat. Meningkatnya suhu tubuh tersebut bisa mengurangi kadar cairan air dalam tubuh.

waspada bahaya demam berdarah

Ditambah dengan gejala mual dan muntah, yang sebagian besar membuat makanan atau minuman yang sudah tertelan keluar dari tubuh. Apalagi jika kebocoran plasma terjadi. Plasma yang mengandung 91% air, darah, dan glukosa bisa keluar dari pembuluh darah. Inilah sebabnya pemenuhan kebutuhan cairan adalah kunci untuk memulihkan kesehatan pasien.

Nah, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, pasien tak hanya butuh air putih saja. Pasalnya, air putih tidak mengandung nutrisi lengkap yang bisa menggantikan plasma darah yang bocor. Pasien membutuhkan cairan elektrolit yang tidak hanya terdiri dari air saja, tapi juga natrium, kalium, klorin, magnesium, kalsium, dan mineral penting lainnya bagi tubuh.

Cairan elektrolit yang biasanya diberikan pada pasien, meliputi minuman bergula, minuman elektrolit, oralit, susu, jus buah, cairan infus, atau cucian air beras.

Walau belum ada obat yang bisa memerangi virus ini, Anda masih bisa mendapatkan kesembuhan jika tepat dalam menanganinya. Oleh karena itu, selalu waspada dengan ancaman demam berdarah dengan mencurigai beberapa gejala yang sudah dijelaskan di atas. Selalu jaga kebersihan lingkungan supaya nyamuk-nyamuk enggan bersarang di sekitar Anda. Jangan lupa, daftarkan diri dan keluarga Anda pada asuransi kesehatan dari Futuready, ya!

Baca juga: Mengkonsumsi Vitamin dan Mineral untuk Kesehatan Tubuh

Comments are closed.