Waspada Penyakit kuning, Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Health

Penyakit kuning bisa menjangkit bayi baru lahir maupun orang dewasa, karenanya penting mengetahui gejala awal penyakit ini supaya penyebabnya bisa diatasi.

 

Sakit kuning atau istilah kedokterannya disebut dengan jaundice atau ikterus merupakan keadaan kulit dan juga bagian putih mata berubah menjadi warna kuning. Sakit atau penyakit kuning ini disebabkan karena tingginya kadar bilirubin.

Bilirubin ini dihasilkan dari pemecahan sel darah merah yang biasanya dikeluarkan melalui hati. Dikarena hati pada bayi baru lahir belum matang (imatur), tidak heran jika penyakit ini sering dialami oleh bayi yang baru lahir.

Baca juga: Mengenal Penyakit Rubella dan Fakta Penting Mengenainya

Sakit kuning adalah penyakit yang umum. Seringnya penyakit ini dialami bayi baru lahir, namun dapat terjadi juga pada anak-anak yang sudah lebih besar. Sakit kuning pada umumnya akan membaik dengan sendirinya dan sembuh dalam beberapa hari. Sakit Kuning dalam beberapa kasus medis tertentu bisa juga menjadi gejala-gejala dari beberapa penyakit tertentu.

Tanda dan Gejala Sakit kuning

sindrom penyakit kuning

Gejala yang paling khas dari penyakit kuning adalah kulit dan sklera mata penderita berwarna kuning. Namun, gejala ini dapat sulit terdeteksi pada orang dengan kulit yang berwarna gelap. Bahkan, tak sedikit juga yang menganggap gejala ini sebagai tanda kulit pucat karena anemia. Gejala lainnya dapat berupa:

Urine Berwarna Kuning

Urine berwarna kuning tua kerap diidentifikasi sebagai tanda dehidrasi. Itu lah mengapa banyak orang yang mungkin mengabaikan hal ini dan hanya memperbanyak asupan air putih. Padahal, urine yang berwarna terlampau kuning dan tak kunjung hilang setelah mengonsumsi banyak air putih bisa jadi merupakan tanda sakit kuning.

Sakit Perut

Ketika terserang sakit kuning, umumnya akan muncul rasa sakit pada sisi kanan perut, tepatnya di bawah tulang rusuk dan bersambung hingga ke punggung bagian atas. Gejala ini juga bisa menjadi indikasi sakit kuning karena kerusakan sel hati atau batu empedu.

Nyeri Sendi

Ini merupakan gejala yang mungkin sering disepelekan. Sebab, nyeri sendi dapat terjadi karena berbagai alasan, sehingga kebanyakan orang tidak mungkin benar-benar mengaitkannya sebagai tanda sakit kuning. Namun, jika nyeri sendi dialami bersamaan dengan gejala lain yang terkait dengan sakit kuning, segera konsultasikan dengan dokter.

Muntah

Seperti halnya nyeri sendi, muntah juga bisa menjadi gejala dari berbagai jenis penyakit, sehingga cukup sulit mengaitkannya dengan sakit kuning jika tidak disertai gejala-gejala lainnya. Namun, jika kamu mengalami muntah-muntah disertai dengan buang air kecil berwarna kuning, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit kuning.

Gatal-gatal

Gatal-gatal biasanya terjadi pada sakit kuning jenis obstruktif, yaitu sakit kuning yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu, sehingga pemberian empedu untuk metabolisme bilirubin pun gagal. Kondisi inilah yang menyebabkan timbulnya rasa gatal di seluruh tubuh.

Demam

Demam memang merupakan gejala berbagai jenis penyakit. Namun, jika demam dan menggigil disertai dengan beberapa gejala yang telah dijelaskan tadi, bisa jadi itu merupakan tanda dari sakit kuning.

Mudah Lelah

Gejala mudah lelah biasanya terjadi pada sakit kuning yang disebabkan oleh adanya hepatitis A. Jika gejala ini berlangsung lebih dari dua minggu dan disertai gejala lainnya, pemeriksaan medis lebih lanjut sangat disarankan.

Baca juga: Penyakit Asam Lambung: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyebab Sakit kuning

sindrom penyakit kuning

Berdasarkan letak terjadinya, penyakit ini bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sakit kuning pre-hepatic, intra-hepatic, dan post-hepatic, penjelasannya sebagai berikut:

Terjadi sebelum masuk ke organ hati (pre-hepatic).

Sakit kuning pre-hepatic terjadi karena tingginya tingkat hemolis darah,  yang dimana sel darah merah hancur melepaskan hemoglobin dan mengubahnya menjadi bilirubin. Sehingga membuat zat bilirubin dalam darah meningkat yang mengakibatkan hati kewalahan memroses bilirubin,ha sehingga muncul gejala sakit kuning. Sakit kuning pre-hepatic dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit berikut:

  • Anemia sel sabit
  • Malaria
  • Talasemia
  • Sindrom Gilbert
  • Sindrom Crigler-Najjar
  • Sferositosis
  • Defisiensi enzim G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase)
  • Anemia hemolitik autoimun (AIHA)

Terjadi di dalam hati (intra-hepatic)

Penyakit tipe intra-hepatic terjadi ketika hati mengalami kerusakan atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi yang seperti ini menyebabkan bilirubin tidak dapat diolahatau diproses untuk dibuang dari dalam tubuh. Sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan sakit kuning intra-hepatic antara lain:

  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C
  • Hepatitis D
  • Hepatitis E
  • Konsumsi minuman beralkohol berlebihan
  • Sirosis
  • Kanker hati
  • Sindrom Dubin-Johnson
  • Kolangitis sklerosing primer
  • Demam kelenjar
  • Leptospirosis
  • Overdosis obat paracetamol
  • Penyalahgunaan NAPZA jenis ekstasi
  • Paparan zat kimia karbon tetraklorida atau asam karbolat (fenol) di lingkungan pekerjaan

Terjadi setelah melewati organ hati (post-hepatic).

Kondisi ini disebabkan oleh Bilirubin yang telah diolah oleh organ hati tidak bisa dikelola dengan baik oleh organ pankreas, empedu atau saluran pencernaan karena adanya penyumbatan.  Ada sejumlah penyakit yang dapat menyebabkan penyakit post-hepatic, di antaranya:

  • Penyakit batu empedu.
  • Peradangan atau infeksi saluran empedu.
  • Kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma).
  • Tertutupnya saluran empedu pada bayi baru lahir (atresia bilier).
  • Peradangan organ pankreas (pankreatitis).
  • Kanker pancreas.

Gejala pada bayi sakit kuning yang harus diwaspadai.

catatan yang perlu diingat, meskipun bayi anda menderita sakit kuning, biasanya  mengalami jaundice fisiologis yang tidak memberikan gejala. Berikut hal-hal yang diwaspadai jika bayi Anda sakit kuning.

    • Tetap terlihat berwarna kuning setelah tujuh hari dan warna kuningnya menyeluas sampai ke lengan atau kaki.
    • Terlihat sakit dan lemas.
    • Tidak mau makan atau nafsu makan menurun.
    • Rewel dan menangis terus.
    • Terlihat atau menderita lengan dan tungkai “keplek” (floppy arms and legs).
    • Demam sampai dengan 38 derajat Celcius atau lebih.
    • Bayi sulit bernafas dan terlihat berwarna biru.

Jika Anda melihat dan  menemukan tanda-tanda skait kuning tersebut pada bayi And, maka Anda harus segera secepatnya mencari bantuan Pakar Medis seperti membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani lebih lanjut.

Baca juga: Pahami Penyakit Jantung dan Berbagai Gejalanya

Faktor Risiko Sakit kuning Pada Bayi

sindrom penyakit kuning

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi baru lahir terkena sakit kuning adalah:

  • Lahir prematur.Bayi yang lahir sebelum 38 minggu mungkin tidak mampu untuk memproses bilirubin seoptimal bayi yang lahir cukup bulan. Selain itu bayi juga akan makan lebih sedikit yang menyebakan buang air besar pada bayi menjadi lebih jarang sedikit, yang membuat sedikit zat bilirubin yang dikeluarkan melalui feses(kotoran) pada bayi.
  • Memar saat kelahiran.Jika bayi Anda terdapat memar akibat dari proses kelahiran, bayi anda mungkin lebih berisiko terhadap kadar bilirubin yang tinggi akibat pemecahan sel darah merah yang terlalu banyak.
  • Golongan darah. Jika terdapat golongan darah ibu dan bayi yang berbeda, bayi tetap dapat menerima antibodi melalui plasenta yang menyebabkan sel darahmerahnya terpecah lebih cepat.
  • Pemberian ASI. Bayi yang menerima ASI, khususnya yang mengalami kesulitan perawatan atau sulit mendapat nutrisi yang cukup dari ASI, lebih berisiko menderita sakit kuning. Kurangnya cairan tubuh (Dehidrasi) atau kurangnya konsumsi kalori bisa menjadi pemicu/berperan dalam terjadinya sakit kuning. Meski begitu para ahli tetap menganjurkan bayi mengonsusi Air Susu Ibu (ASI), karena keuntungan dan keunggulan yang di dapat dari ASI yang tidak terdapat sumber lain, entah itu susu pengganti ASI atau makanan lainnya .

Mengetahui gejala awal penyakit ini membuat Anda bisa lebih waspada dan mencari jalan keluar untuk bisa mengatasi penyebabnya lebih cepat. Selalu perhatikan tanda-tanda yang tubuh Anda rasakan dan rutin kontrol ke dokter ya!

Comments are closed.