Mata Minus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Health

Mata minus dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat kualitas hidup berkurang. Yuk, ketahui berbagai informasi mengenai mata minus!

Apa Anda kerap mengeluh akibat semakin sulit untuk melihat semua hal yang berada di depan Anda? Jangankan untuk melihat tulisan di billboard 100 meter di depan Anda, beberapa meter di depan saja semua tampak buram.

Cepat atau lambat, suka tidak suka, semua orang memang akan mengalaminya. Mata minus sebenarnya memang salah satu proses penuaan alami. Lalu, apakah sebenarnya miopia ini? Adakah cara untuk menyembuhkan mata minus? Bagaimana gejalanya?

Mengenal Lebih Jauh Tentang Mata Minus

Besarnya keparahan miopia ditandai dengan ukuran dioptri (D). Berdasarkan tingkat keparahannya, miopia terbagi tiga, yaitu:

  1. Miopia rendah (minus 0.5D hingga minus 3D).
  2. Sedang (minus 3D hingga 6D).
  3. Berat (di atas 6D).

Mata minus atau rabun jauh memiliki istilah medis miopia. Kondisi ini menyebabkan Anda kesulitan melihat benda jarak jauh.

Penjabarannya adalah sinar yang direfleksikan dari sebuah objek masuk ke mata melalui kornea, kemudian difokuskan oleh lensa mata ke retina. Pada mata normal, lensa mata dan kornea membiaskan cahaya yang masuk sehingga bayangan objek difokuskan tepat di retina.

Sedangkan pada miopia, cahaya yang masuk tidak fokus di retina, namun jauh di depannya. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kornea terlalu cembung atau panjang bola mata yang terlalu besar. Sehingga jika Anda memiliki miopia, pada saat melihat objek dari jarak jauh, objek akan terlihat tidak fokus.

Baca juga: Tangani Penyakit Serius dengan Pengobatan Rawat Jalan

Gejala Mata Minus

Selain pandangan buram, Perhatikan beberapa gejala miopia di bawah ini. Jika Anda mengalami beberapa gejala ini, mungkin Anda perlu memeriksakan mata ke dokter. Apa saja gejalanya:

  1. Kesulitan saat melihat sesuatu dari jarak jauh namun jelas saat melihat jarak dekat.
  2. Anda perlu menyipitkan mata atau menutup sebagian kelopak mata untuk melihat suatu objek dengan jelas.
  3. Kesulitan melihat saat mengendarai kendaraan, terutama di malam hari (rabun senja).
  4. Perlu duduk dekat dengan papan tulis (miopia pada anak) untuk melihat jelas.
  5. Ketika menonton televisi harus dekat agar dapat terlihat jelas.
  6. Mata terasa tegang.
  7. Mata terasa perih dan lelah ketika memandang sesuatu terlalu lama.
  8. Sakit kepala, yang disebabkan oleh mata lelah.
  9. Sering mengucek mata.
  10. Mata sering berkedip.

Proses Pemeriksaan Mata

Pemeriksaan ini dimulai dari yang paling sederhana, seperti membaca grafik huruf standar yang ada di kartu Snellen, hingga tes yang jauh lebih rumit dengan menggunakan lensa dan mesin canggih untuk mengamati struktur internal mata.

Dari pemeriksaan, dokter dapat menentukan derajat minus rabun jauh Anda dan menyarankan Anda tentang pilihan pengobatan untuk memperbaiki kondisi miopia Anda. Entah itu pakai resep kacamata atau merujuk LASIK.

Baca juga: Awas Keringat Dingin Gejala Awal Suatu Penyakit

Kebiasaan Buruk yang Dapat Membuat Mata Minus

Selain itu, beberapa kebiasaan buruk yang sering Anda lakukan bisa membuat mata minus bertambah:

  1. Terlalu lama bermain game.
  2. Kelamaan bermain komputer.
  3. Membaca dalam gelap.
  4. Menonton TV terlalu dekat.

Kapan Harus Mulai Memeriksakan Mata?

Semakin bertambahnya usia, ketajaman mata Anda akan semakin berkurang. Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, atau memiliki kemungkinan mengalami kerusakan mata, sebaiknya periksakan mata Anda.

Bila tidak ada keluhan penglihatan, orang dewasa tetap dianjurkan untuk pemeriksaan rutin mata mulai usia 40 tahun. Berapa rentan waktu yang baik untuk Anda memeriksakan mata:

  1. Di usia 40 hingga 54 tahun, pemeriksaan mata bisa dilakukan tiap dua hingga empat tahun.
  2. Pada usia 55 hingga 64 tahun, tiap satu hingga tiga tahun.
  3. Setelah usia 65 tahun ke atas, pemeriksaan bisa dilakukan setiap satu atau dua tahun.

Pada anak-anak, ada baiknya mulai menjalani pemeriksaan mata saat sebelum sekolah. Pada saat mulai memasuki masa sekolah, lakukan rutin tiap satu atau dua tahun.

Baca juga: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Anak

Cara Menjaga Kesehatan Mata

Mata minus tidak dapat dicegah, namun dapat diperlambat perkembangannya. Jagalah kesehatan mata Anda dengan melakukan hal-hal berikut:

  1. Makan makanan yang sehat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mengonsumsi makanan yang sehat dapat menjaga organ tubuh menjadi sehat, termasuk mata. Mulailah perbanyak konsumsi buah dan sayuran. Selain wortel, ternyata kuning telur dan susu juga mengandung banyak vitamin A yang berguna bagi kesehatan mata. Ikan yang kaya omega 3, seperti tuna, salmon, dan makarel, juga baik untuk kesehatan mata.
  2. Hindari rokok. Merokok memang tidak baik untuk kesehatan dan juga bisa memengaruhi kesehatan mata.
  3. Lepaskan kacamata saat tidak diperlukan agar mata tidak ketergantungan.
  4. Latih mata untuk melihat objek yang jauh tanpa kacamata.
  5. Latih mata dengan melihat objek yang bergerak seperti lalu lalang orang di jalan.
  6. Bersihkan mata secara rutin menggunakan obat tetes mata agar debu tidak masuk.
  7. Gunakan kacamata hitam dengan UV protector. Jangan sepelekan sinar matahari, karena selain bisa membuat kulit menjadi lebih gelap, matahari juga bisa mengganggu kesehatan mata. Pakailah kacamata hitam yang memiliki perlindungan sinar UV untuk menjaga kesehatan mata.
  8. Istirahatkan mata secara berkala. Saat Anda sedang bekerja dengan komputer atau saat membaca dalam jangka waktu yang lama, beristirahatlah secara berkala dengan cara melihat ke kejauhan.

Jika ternyata mata Anda sudah telanjur mengalami gangguan miopia, maka Anda bisa melakukan beberapa terapi seperti menggunakan kacamata atau lensa kontak. Kacamata adalah salah satu cara termudah dan teraman untuk mengoreksi miopia. Namun, pada kacamata untuk minus yang berat, pandangan pada bagian tepi bisa terjadi distorsi penglihatan. Lensa kontak tidak memiliki kekurangan tersebut, namun pemeliharaanya relatif lebih rumit dibandingkan kacamata.

Bagi Anda yang menginginkan koreksi mata secara permanen, Anda dapat memilih jalur operasi. Beberapa pilihan operasi yang bisa Anda lakukan seperti operasi LASIK, operasi LASEK, dan photorefractive keratectomy (PRK). Selain itu, bagi penderita miopia sedang hingga berat, implan lensa intraokuler (IOL) dapat menjadi pilihan.

Anda harus paham, kerusakan pada mata dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat kualitas hidup berkurang. Segera lakukan perawatan dan konsultasi dengan dokter Anda agar bisa langsung diberikan penanganan yang tepat untuk kesehatan mata Anda.

Comments are closed.