Waspada Dehidrasi! Pahami Tanda-Tanda Kekurangan Cairan Berikut Ini

Anda tak boleh mengabaikan berbagai gejala yang mengindikasikan tubuh kekurangan cairan. Inilah 7 tanda dehidrasi yang wajib Anda pahami.Ê

Health

Tanda Anda Kekurangan Cairan Tubuh

Pernahkah Anda beraktivitas hingga menguras energi? Waspadalah! Anda bisa saja terserang dehidrasi. Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.
Di dalam tubuh manusia yang sehat terdapat kandungan air sebanyak lebih dari 60%. Anda perlu mengupayakan untuk selalu menjaga kandungan air pada kadar yang ideal di dalam tubuh, karena fungsinya sangat penting, salah satunya agar tidak terserang dehidrasi.
Selain itu, sudahkah Anda paham tanda Anda kekurangan cairan? Pahamilah tandanya Anda kurang cairan sesegara mungkin untuk mengantisipasi dari dehidrasi!

1. Sakit Kepala dan Nyeri

Dehidrasi seringkali menyebabkan timbulnya sakit kepala, baik kronik maupun akut. Bahkan, di beberapa kasus, dehidrasi juga bisa menyebabkan seseorang pingsan. Sakit kepala ini disebabkan oleh faktor kurangnya asupan air terutama setelah latihan fisik dan saat cuaca panas.

2. Bau Mulut

Bau mulut bisa menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Ini karena saat tubuh kekurangan cairan, produksi saliva berkurang. Saliva tersebut mengadung zat-zat yang berfungsi membunuh kuman dan menyebabkan kuman tumbuh lebih cepat di dalam mulut dan menyebabkan bau mulut.Ê
Ê

3. Mulut Kering

Mulut kering atau xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami pada sesekali waktu. Ini karena minimnya produksi air liur atau saliva akibat tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi serta gangguan psikologis seperti perasaan gugup atau cemas. Mulut menjadi kering karena kekurangan cairan yang melapisi mukosa mulut.

4. Urin Berkurang

Produksi urin yang berkurang juga bisa menjadi salah satu tanda Anda dehidrasi. Jika Anda kurang minum air, maka konsentrasi air di darah menjadi rendah. Ini membuat merangsang hipofisis mengeluarkan ADH. Hormon ini meningkatkan reabsorbsi air di ginjal sehingga volume urin turun.

5. Urin Berwarna Pekat

Warna urin juga bisa menandakan Anda dehidrasi atau kekurangan cairan. Cobalah ketika buang air kecil, Anda perhatikan warna urin Anda. Jika warna yang keluar adalah pekat seperti kuning gelap maka Anda sedang kekurangan cairan. Ini mungkin disebabkan karena kurang minum air putih. Ini terjadi karena air seni menjadi lebih terkonsentrasi.

6. Konstipasi dan Gangguan Pencernaan Lain

Konstipasi merupakan buang air besar yang jarang atau pengeluaran feses yang sulit. Sebagian besar orang yang menderita konstipasi mengalami dehidrasi. Ini alasan air sangat penting dalam menggerakkan sampah atau feses dalam usus.
Air juga bisa membantu membuat feses menjadi lebih lunak sehingga tidak akan menimbulkan sakit baik saat disimpan di usus maupun ketika dikeluarkan melalui anus.

7. Kelaparan

Kelaparan juga menjadi tanda dehidrasi atau kekurangan cairan. Pernahkah Anda merasa tiba-tiba sangat lapar padahal belum tiba waktunya makan? Ini karena ketika dehidrasi tubuh dapat mengirimkan sinyal yang salah ke otak sehingga diasumsikan sebagai rasa lapar padahal tubuh Anda merasa haus.
Setelah mengetahui tanda kekurangan cairan tersebut, Anda bisa lebih mengantisipasi dehidrasi. Anda tak boleh mengabaikan berbagai gejala yang mengindikasikan tubuh kekurangan cairan, karena kesehatan Anda akan memburuk jika gejala tersebut dibiarkan begitu saja.

Leave a Reply