Kenapa Harus Memilih Tabungan Haji? Ini Dia Alasannya

Ongkos naik haji butuh biaya yang cukup besar. Untuk itu Anda bisa memenuhinya dengan tabungan haji. Apa saja keuntungannya?

Berita

Bagi seorang Muslim, ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang sangat penting. Tak heran jika banyak orang Islam yang berusaha sekuat tenaga untuk bisa menjalankan ibadah ini. Seperti kisah Kadariah (45), seorang pegawai negeri sipil. Sejak pertama bekerja, ia sudah merencanakan ingin naik haji. Tapi ia sadar, dirinya perlu uang lebih untuk pergi ke Mekah. Karena itu, ia selalu menyisihkan uangnya untuk didepositokan setiap bulan dan membeli sejumlah koin emas dari uang bonus tahunannya. Akhirnya, dari deposito dan koin emas yang dikumpulkannya, Kadariah bisa pergi haji pada 2011 lalu.[1]

Anda juga ingin naik haji seperti Kadariah? Mungkin sebelumnya Anda perlu melihat fakta kenaikan biaya naik haji. Sebagai pembanding, biaya naik haji tahun 1997 sebesar Rp7,5 juta, pada 2007 sebesar Rp28 juta, dan pada 2014 Rp37 juta.[2] Kenaikan yang cukup signifikan ini tentu harus disertai dengan perencanaan keuangan yang baik. Rencana keuangan apa saja? Banyak caranya. Dari menyimpan koin emas, punya deposito di bank, memiliki reksa dana, atau menyimpan dana di tabungan haji. Dari beberapa cara tersebut, kebanyakan orang Indonesia sering menyimpan dana dalam bentuk tabungan haji. Mereka menyimpan dalam bentuk tabungan haji karena ada sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh. Lalu apa saja sebenarnya keuntungan yang kita dapat dari tabungan haji? Berikut beberapa di antaranya:

Adanya dana talangan

Beberapa bank saat ini menyediakan fasilitas dana talangan untuk naik haji. Dana talangan adalah semacam utang yang bisa Anda pinjam ke bank untuk membayar ongkos naik haji (ONH). Dengan dana talangan ini, Anda tinggal menyetorkan dana sejumlah nilai tertentu, dan bank akan menalangi nilai sisa sesuai kesepakatan untuk dibayarkan ke kementerian agama. Nilai dana minimal yang harus Anda miliki untuk mendapatkan dana talangan ini berbeda antara bank satu dengan lainnya. Tapi biasanya bank meminta minimal Anda memiliki dana 30% dari total ONH. Sebagai contoh jika biaya ONH Rp30 juta, maka Anda harus punya minimal Rp10 juta untuk mendapat dana talangan ini. Dengan begitu, Anda sudah bisa mendapatkan jatah naik haji. Tapi sebelum berangkat, Anda diwajibkan melunasi dana talangan ini terlebih dahulu.[3]

Dapat nomor urut kursi haji lebih cepat

Salah satu kelebihan lain dari tabungan haji adalah terhubung secara langsung dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama. Artinya jika Anda sudah memenuhi syarat, Anda akan langsung bisa terdaftar dengan mendapatkan nomor urut kursi haji. Dengan nomor urut ini, meskipun Anda masih harus terus menabung, setidaknya Anda sudah memiliki jatah untuk naik haji. Sebab jika tidak disegerakan, saat ini antrean naik haji bisa mencapai masa tunggu hingga lebih dari lima tahun.

Ingin tahu lebih banyak berbagai investasi yang bisa dipakai untuk mempercepat kesempatan Anda naik haji, silakan baca artikel ini lebih lanjut

Leave a Reply