4 Kontrak Kerja Karyawan yang Wajib Diketahui

Lifestyle & Leisure

Sebagai seorang karyawan, Anda harus memahami isi dari kontrak kerja karyawan itu sendiri. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman yang mengakibatkan kerugian.

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi No. 100/MEN/IV.2004, Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau yang disingkat PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan dalam menjalin hubungan kerja pada waktu tertentu atau untuk pekerja tertentu. PKWT ini lebih sering dikenal dengan sebutan kontrak kerja karyawan yang memang harus disepakti oleh kedua belah pihak. Pada dasarnya, perjanjian kerja ini mencakup beberapa aspek, seperti hak, kewajiban, dan juga syarat pekerjaan yang akan dikerjakan oleh karyawan. Oleh karena itu, sebagai karyawan baru, Anda harus benar-benar memahami kontrak kerja yang diberikan oleh perusahaan. Pasalnya, setiap perusahaan memiliki kontrak kerja yang berbeda-beda. Namun, meskipun terkesan berbeda, tetapi pada dasarnya kontrak kerja di semua perusahaan memiliki landasan yang sama. Bagi Anda yang masih belum memahami isi dari kontrak kerja karyawan, berikut ini empat hal yang perlu Ada ketahui.

4 Hal Kontrak Kerja Karyawan

Isi Kontrak Kerja yang Berlaku

Setiap perusahaan memiliki aturan yang berlaku oleh karena itu harus diadakannya kontrak kerja bagi karyawan. Sebuah aturan untuk mempekerjakan karyawan yang terbagi dalam dua macam perjanjian, yaitu perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja waktu tertentu. Perjanjian tersebut diperuntukkan bagi karyawan kontrak ataupun seorang freelancer. Walaupun berstatus tidak tetap, tetapi karyawan tersebut berhak memiliki kontrak kerja untuk mengetahui aturan-aturan yang berlaku di perusahaan tersebut.

Baca juga: Surat Keterangan Kerja, Apa Isi dan Fungsinya?

Mengenai Deskripsi Pekerjaan dan Posisi Jabatan

Jangan hanya menutut hak saja, tetapi dalam kontrak karyawan juga tertera kewajiban yang harus Anda lakukan, yaitu menjalankan pekerjaan sesuai deskripsi pekerjaan dan juga bertanggung jawab terhadap jabatan yang Anda duduki. Pasalnya, jika Anda melanggar dan tidak memenuhi kewajiban tersebut, perusahaan berhak meminta pertanggung jawaban sesuai dengan kontrak tersebut. Di dalam kontrak kerja karyawan juga tertera rincian pekerjaan dan juga posisi jabatan yang Anda peroleh. Namun, sebaliknya, jika pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan kontrak. Anda pun memiliki hak untuk melakukan protes jika hal itu terjadi, tetapi rupanya hal ini jarang dilakukan dikarenakan berbagai alasan. Namun, jika memang pekerjaan yang Anda kerjakan masih di tahap wajar dan Anda merasa nyaman, berarti Anda boleh mengabaikan perjanjian yang ini.

Gaji dan Tunjangan yang Didapat

Untuk poin ketiga ini sangat dipastikan semua karyawan sudah mengetahuinya. Pasalnya, mereka menganggap bahwa hal terpenting dalam sebuah pekerjaan adalah gaji dan tunjangan. Biasanya besaran gaji dan tunjangan akan tertuang dengan jelas dalam surat perjanjian kerja. Dalam perjanjian tersebut, akan dibahas mengenai besaran gaji pokok yang didapat beserta tunjangannya. Namun, Anda juga harus teliti apakah besar gaji pokok yang Anda dapatkan sudah sesuai dengan UMR daerah setempat, atau tidak. Sebab, jika tidak sesuai, tetapi Anda tidak masalah tentu saja boleh mengambil pekerjaan tersebut. Namun, sebaliknya apabila tidak sesuai dengan keinginan Anda, maka berhak untuk membatalkannya.

Baca juga: UU Ketenagakerjaan: Ini Hak Seluruh Karyawan Indonesia yang Perlu Diketahui

Hak Cuti Karyawan

Poin terakhir dalam kontrak kerja karyawan adalah hak cuti yang pastinya Anda dapatkan. Di Indonesia, perihal hak cuti karyawan sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut sudah dijelaskan mengenai hak cuti karyawan yang meliputi tujuh macam, yaitu cuti hamil, cuti bersama, cuti besar, cuti tahunan, cuti sakit, cuti berbayar, dan juga cuti penting. Selain itu dalam pasal 79 ayat 2 UU Nomor 13 pun disebutkan bahwa setiap karyawan berhak memperoleh sedikitnya 12 hari untuk cuti tahunan. Syaratnya, karyawan tersebut harus sudah bekerja minimal 1 tahun.

Comments are closed.