Bagian Daging Sapi dan Berbagai Olahannya

Lifestyle & Leisure

Berbeda bagian daging sapi, berbeda pula cara mengolahnya. Oleh karena itu, pahami bagiannya agar tidak salah saat Anda mengolahnya.

Bagi para pecinta makanan olahan daging, rasanya daging sapi masih menjadi yang terfavorit dibandingkan jenis daging lainnya. Teksturnya yang lembut, rasanya yang lezat, serta aromanya yang tidak menyengat menjadi alasan mengapa daging sapi sangat digemari oleh banyak orang.

Selain itu, daging sapi pun dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk hidangan, mulai dari bakar hingga yang berkuah. Bicara soal daging sapi, tentu sebagian dari Anda tahu bahwa daging sapi memiliki berbagai bagian yang tentunya memiliki tekstur dan kegunaan yang berbeda saat dimasak.

Memang semua bagian daging sapi bisa dimasak apa pun caranya. Tapi, jika kita mengetahui setiap bagiannya lebih mendalam, tentu olahan masakan yang kita masak akan memiliki cita rasa dan tekstur yang sesuai.

Sejatinya, daging sapi memiliki banyak bagian. Tapi, di antara sekian banyak, ada beberapa bagian daging sapi yang paling sering diolah menjadi berbagai makanan. Tentu, setiap bagian memiliki teknik dan cara mengolah yang berbeda. Penasaran bagian daging sapi mana saja yang dimaksud? Mari kita lihat berbagai bagian daging sapi sesuai dengan karakteristiknya serta cara memasaknya yang sangat direkomendasikan di bawah ini!

Berbagai Bagian Daging Sapi

Has Dalam atau Tenderloin

Satu bagian yang paling populer dipilih untuk steak karena teksturnya yang empuk. Tenderloin diambil dari bagian punggung sapi dan merupakan bagian yang paling empuk dibanding sirloin dan lainnya. Hampir tiada lemak, daging has dalam kerap dipilih bagi mereka yang ingin menjaga berat badan. Tenderloin berada di bagian tubuh sapi yang jarang digerakkan sehingga lunak dan mudah matang. Daging bagian has dalam selain cocok untuk steak juga cocok untuk ditumis, dikukus, grill, dan masakan yang tak membutuhkan waktu lama.

Has Luar atau Sirloin

Pencinta steak yang masih menginginkan bagian lemak daging pastinya akan memilih bagian sirloin. Lemak yang menempel pada dagingnya membuat steak sirloin lebih gurih ketimbang tenderloin. Bagian has luar cocok untuk masakan tumis, grill, kukus, pan fried, dan tak perlu dimasak lama agar cita rasa sari dagingnya tetap gurih dan manis.

Gandik atau Topside

Disebut juga sebagai silverside, potongan ini merupakan bagian terluar dari paha belakang. Teksturnya cenderung padat dan tak banyak mengandung lemak. Bagian daging dengan tekstur seperti ini biasanya cocok dijadikan empal, dendeng, ataupun rendang. Tekstur padat inilah yang menjadikannya kuat dimasak lama dan cocok untuk masakan-masakan tersebut.

Bayangkan saja, proses memasak rendang setidaknya membutuhkan waktu sekitar lima jam. Rasanya, bagian daging sapi lain tidak akan kuat dimasak dalam suhu tinggi dan dalam waktu selama itu.

Tanjung atau Rump

Bagian tanjung adalah bagian punggung sapi bagian belakang yang berlapis lemak tebal. Teksturnya lunak sehingga bagian ini biasanya diolah untuk satai, sup, dan tumisan.

Iga atau Rib

Iga adalah bagian daging sapi yang sangat populer. Bagian rib eye yang sering dijadikan pilihan steak dan roasted beef ini dihasilkan dari sekitar tulang iga sapi. Daging di bagian ini disertai lemak sehingga empuk dan gurih. Selain bagian rib eye, bagian iga juga menghasilkan back ribs atau yang biasa dipakai untuk sop konro. Bila dipotong lebih tipis maka dinamakan short ribs. Sajikan bagian iga untuk sup, barbecue, semur, soto, dan steak.

Buntut atau Oxtail

Proses pematangan yang cukup lama menjadikan bagian buntut sapi kaya akan gelatin. Jika diolah dengan baik, tekstur dagingnya menjadi kenyal dan lembut. Buntut umumnya dijadikan bahan untuk membuat sup dengan variasi daging dibakar atau digoreng terlebih dulu, tentunya setelah direbus dalam jangka waktu lama. Anda bisa memasak buntut sebagai kaldu sup lalu kemudian buntutnya dapat di-grill atau digoreng.

Tentu Anda pun tahu banyak sekali restoran yang menjajakan menu sop buntut. Hal ini tak lain, karena rasanya yang nikmat dan teksturnya yang kenyal, sehingga orang-orang yang menyukai tekstur kenyal dengan kuah sup yang kaya rempah sangat antusias dalam menyantap makanan satu ini.

Sandung Lamur atau Brisket

Bagian ini juga populer dengan sebutan tetelan. Kandungan lemaknya tinggi dan cenderung dihindari terutama bagi mereka yang ingin memilih gaya hidup sehat. Di dapur Indonesia, daging sandung lamur biasa dipakai untuk bakso, soto, dan masakan berkuah yang menginginkan kaldu gurih. Kandungan lemaknya yang banyak, bagian tetelan digunakan untuk campuran daging olahan seperti kornet, sosis dan bakso.

Sengkel atau Shank

Bagian kolagen daging ini menghasilkan tekstur kenyal seingga sangat cocok digunakan untuk masakan yang dimatangkan lama di atas api kecil. Umumnya bagian daging ini seringkali disajikan di restoran atau rumah makan yang memiliki menu dengan tingkat santan yang tinggi. Beberapa jenis makanan yang sangat cocok menggunakan daging ini antara lain gulai dan rendang.

Perut atau Flank

Bagian perut sapi ini mengandung banyak lemak dengan tekstur daging yang juga kenyal. Biasanya perut sapi dimasak untuk sop, soto, dan rawon. Oleh karena itu, jika Anda membeli rawon atau soto dan Anda menemukan beberapa potong daging yang mengambang di atas kuah, berarti soto atau rawon tersebut menggunakan daging bagian perut sapi.

Itulah beberapa bagian daging sapi yang yang lazim dimasak dengan cara yang berbeda di tiap bagiannya. Dari bagian yang disebutkan di atas, mana yang paling Anda suka?

Comments are closed.