Daur Ulang Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Intip Caranya!

Lifestyle & Leisure

Jumlah sampah plastik di dunia saat ini sudah tak terbendung. Langkah konkret untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendaur ulang sampah plastik tersebut. Jika dikelola dengan baik, sampah plastik bahkan bisa dijadikan bahan bakar kendaraan.

Bisa dibilang, penggunaan plastik oleh masyarakat dunia saat ini sudah terlampau besar. Jika dilihat puluhan tahun silam, olahan plastik tidaklah sebanyak sekarang. Hal ini pun berbanding lurus dengan kebutuhan orang akan plastik yang tak sebesar di era modern ini. Saat ini, hampir semua produk terbuat dari plastik, namun yang umum ditemukan adalah produk-produk yang biasa digunakan oleh rumah tangga, seperti piring, gelas, dan wadah lainnya.

Penggunaan plastik yang sudah tak terbendung ini nyatanya membawa dampak buruk, khususnya bagi lingkungan. Sebagian dari Anda mungkin tahu bahwa limbah plastik saat ini merupakan salah satu limbah terbesar di dunia. Hampir setiap negara menyumbangkan berton-ton plastik setiap tahunnya. Hal ini semakin buruk ketika mengetahui fakta bahwa plastik tidaklah mudah diproses secara alami oleh alam, tak seperti sampah makanan, pertanian, perkebunan, dan sejenisnya.

Untuk dapat mengurai plastik secara alami, dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, yakni puluhan hingga ratusan tahun lamanya. Melihat semakin hari semakin banyak limbah plastik, rasanya mendaur ulang plastik dengan cara alami bukanlah solusi yang tepat. Bayangkan saja, butuh berapa lama waktu untuk mendaur ulang plastik dengan jumlah jutaan ton setiap tahunnya? Tentu tak akan pernah selesai.

Untungnya, tak sedikit orang dan perusahaan di berbagai belahan dunia yang menyadari bahwa plastik tidaklah baik digunakan secara berlebihan. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya restoran yang tidak menyediakan sedotan plastik untuk pelanggannya. Lebih dari itu, banyak sekali orang yang menemukan cara yang efektif dalam mendaur ulang plastik untuk menjadi hal yang lebih bermanfaat dan tak merusak bumi.

Mendaur ulang plastik jelas memberikan manfaat yang besar, tak hanya untuk bumi, tapi juga untuk manusia.

Beberapa Manfaat Pengolahan Sampah Plastik

  • Membuka Lapangan Kerja Baru

Jika dimanfaatkan dengan baik, limbah plastik bisa membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat. Bayangkan saja, banyak sekali lapangan pekerjaan yang dapat dijalankan dari pengolahan plastik, seperti tempat untuk mengolah limbah plastik hingga kerajinan berbahan dasar plastik.

Baca juga: 5 Cara Mudah Menghemat Bahan Bakar

Faktanya, kesempatan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar sangatlah kecil. Jadi, alangkah bijaknya jika kita dapat memanfaatkan limbah plastik sebagai sumber mata pencaharian. Hasilnya tak bisa diremehkan. Orang-orang yang bergelut di bidang daur ulang plastik memiliki pemasukan yang fantastis, mulai dari puluhan hingga ratusan juta per bulannya. Menggiurkan sekali, kan?

  • Mencegah dan Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Seperti yang disebutkan di atas, limbah plastik yang terlalu banyak dan tidak didaur ulang akan berdampak pada pencemaran lingkungan. Maka dari itu, daur ulang plastik itu perlu dilakukan. Sebab, dengan melakukan hal tersebut, kita berperan dalam mengurangi dan bahkan mengatasi pencemaran lingkungan.

  • Mencegah Timbulnya Penyakit

Limbah plastik yang dibiarkan menumpuk dan tidak didaur ulang lama kelamaan akan menjadi sumber penyakit. Banyak sekali penyakit yang dapat ditimbulkan olehnya, beberapa di antaranya adalah demam berdarah dan infeksi saluran pernapasan akut.

Baca juga: Waspada! 5 Bahan Makanan Ini Bisa Merusak Kesehatan Kulit

Jadi, merupakan hal yang sangat bijak jika kita tidak membiarkan plastik menumpuk dan pada akhirnya merugikan diri kita sendiri. Langkah konkret untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan oleh plastik adalah dengan mendaur ulangnya secara baik dan benar.

Langkah-Langkah Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Jika diolah dengan baik, plastik tentu akan menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai, bukan hanya sekadar sampah yang menumpuk yang dapat merusak atau mencemarkan lingkungan. Banyak sekali hasil daur ulang ang berguna bagi manusia, seperti pot tanaman dan wadah peralatan mandi.

Tapi, dari sekian banyak jenis olahan limbah plastik, yang saat ini jadi primadona adalah bahan bakar. Ya, dengan pengolahan yang apik, limbahplastik dapat disulap menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk kendaraan. Hal ini sudah berhasil dilakukan oleh banyak orang di dunia, tak terkecuali dari Indonesia.

manfaat sampah plastik

Bahkan, proses daur ulang sampah menjadi bahan bakar kendaraan saat ini sedang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan minyak dan bahan bakar di dunia. Jadi, sisi positif yang dapat kita catat adalah di masa mendatang, kendaraan yang biasa kita gunakan mungkin tak lagi menggunakan minyak bumi, melainkan dari hasil daur ulang plastik.

Sebab, minyak bumi merupakan sumber energi tak terbarukan. Jika digunakan secara terus menerus, minyak bumi akan habis. Jadi, bahan bakar kendaraan dari hasil daur ulang plastik ini sangatlah besar dampak dan manfaatnya di masa mendatang.

Baca juga: Pertamax Plus dan Pertamax Turbo, Apa Bedanya?

Jika Anda memiliki limbah plastik di rumah, Anda dapat mencoba mendaur ulangnya dan menghasilkan bahan bakar yang dapat Anda gunakan untuk kendaraan Anda. Tak perlu peralatan yang besar dan mahal, nyatanya proses daur ulang plastik ini sangatlah sederhana.

Yuk, simak langkah-langkah mengolah plastik menjadi bahan bakar di bawah ini!

Mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bakar merupakan daur ulang tersier. Perubahan limbah plastik menjadi bahan bakar ini dapat dilakukan dengan proses cracking. Cracking merupakan proses pemecahan rantai polimer menjadi senyawa yang memiliki berat molekul yang lebih rendah. Hasil cracking ini biasanya dapat digunakan sebagai bahan kimia ataupun bahan bakar. Adapun tahapan pengolahan plastik menjadi bahan bakar adalah sebagai berikut :

#1: Pengumpulan Bahan

Tahap awal yang perlu dilalukan sudah pasti mengumpukan plastik yang berupa botol ataupun plastik dari pembungkus makanan dan sejenisnya. Semakin banyak jumlah plastik, semakin banyak pula minyak yang dapat dihasilkan dan digunakan oleh kendaraan bermotor.

#2: Pemotongan

Limbah plastik biasanya berbentuk besar dan tak teratur. Maka, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memotong plastik yang sudah terkumpul. Hal ini tak lain adalah untuk memudahkan proses pengolahan selanjutnya.

Sebab, jika tidak, plastik akan sulit diolah dan hasilnya tidaklah optimal, sehingga bahan bakar yang dihasilkan tidak banyak dan bagus hasilnya.

#3: Pemanasan

Tahap selanjutnya adalah plastik yang telah dipotong-potong tersebut dimasukkan dalam tabung untuk dipanaskan pada suhu antara 250-400 derajat celcius. Alat pembakaran pada proses ini dapat dibuat dari bekas tabung gas yang berfungsi sebagai tabung pemanas.

Fungsi dari pemanasan ini adalah meleburkan plastik agar dapat disuling dan diambil uapnya untuk diproses menjadi bahan bakar minyak.

#4: Penyulingan

Setelah plastik dileburkan melalui proses pemanasan, langkah selanjutnya adalah menyuling hasil leburan plastik Kemudian tabung pemanas tersebut dihubungkan ke pipa penyulingan yang sudah terhubung dengan tabung penadah uap hasil pemanasan.

#5: Pendinginan

Setelah uap hasil pemanasan disuling, barulah masuk dalam tahap pendinginan. Uap tersebut akan didinginkan pada suhu yang sesuai sampai menjadi minyak untuk bahan bakar.

#6: Penjernihan

Uap yang didinginkan dan telah menjadi minyak belumlah menjadi bahan bakar yang sempurna. Maka dari itu, ada satu langkah lagi yang harus dilakukan, yaitu penjernihan.

Penjernihan ini dimaksudkan untuk membuat minyak memiliki oktan yang sesuai untuk dipakai sebagai bahan bakar kendaraan. Sebab, jika tidak, mesin kendaraan akan rusak karena oktannya tidaklah sesuai.

Sekarang jelas terlihat bahwa plastik jika dikelola dengan baik ternyata dapat menghasilkan sesuatu yang sangat berharga dan bermanfaat. Tertarik untuk mencobanya?

Comments are closed.