Mau Menanam Durian Montong? Ini Caranya!

Lifestyle & Leisure

Durian montong merupakan salah satu jenis durian paling populer di dunia. Jika tertarik untuk menanamnya sendiri, caranya tidak sulit, kok!

Buah satu ini memiliki penggemar sekaligus pembenci yang sama besar jumlahnya. Kulitnya keras serta berduri. Aroma buahnya sangat nikmat bagi para penggemarnya, namun seperti bau busuk bagi para pembencinya. Ya, buah durian namanya.

Durian umumnya digemari oleh orang-orang yang suka buah berbau tajam dengan rasa yang legit. Tak heran jika di Asia Tenggara, penggemar buah ini sangatlah banyak, tapi tidak sedikit pula orang-orang yang membecinya.

Durian sendiri memiliki banyak jenis. Setiap daerah memiliki nama yang berbeda. Di Indonesia sendiri, durian memiliki beberapa jenis, beberapa di antaranya adalah Medan dan pPetruk. Tapi, dari sekian banyak jenis, rasanya jenis durian paling tenar adalah durian montong. Durian jenis ini memiliki kelebihan di beberapa sisi dibandingkan jenis lainnya, seperti aroma yang harum, daging yang tebal, serta biji yang kecil.

Itulah mengapa banyak orang berlomba-lomba untuk menanam durian jenis ini, baik untuk konsumsi pribadi atau untuk dijual kembali. Nah, jika Anda tertarik untuk mencoba menanamnya, simak kiatnya di bawah ini!

Kiat Sukses Menanam Pohon Durian Montong

Pemilihan Benihan Durian Montong

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika ingin menanam buah durian adalah pembenihan. Benih durian montong mudah untuk didapatkan, Anda bisa membelinya di beberapa toko pertanian, koperasi tani, bahkan langsung dari biji asli durian montong sendiri. Langkah pembenihan biji durian yaitu:

  1. Pilihlah jenis biji durian montong dengan kualitas super yang baik dan laik tanam.
  2. Jika Anda membelinya, maka pastikan bahwa kemasan benih terlihat rapih dan tidak rusak sedikit pun, tentu saja perhatikanlah varietasnya dan pastikan bahwa Anda benar-benar membeli biji durian montong.
  3. Jika Anda memilih biji dari buah durian montong asli maka pilihlah buah durian yang sudah tua dan laik menjadi indukan.
  4. Pastikan biji tidak cacat sedikit pun dengan kulit permukaan yang halus.

Pembenihan

Pembenihan pada durian montong terbilang mudah, hal ini karena biji durian memiliki daya tahan tinggi untuk tumbuh. Anda hanya perlu melakukannya dengan benar maka biji dipastikan memiliki tunas yang kuat dan laik tanam. Berikut adalah langkah pembenihan durian montong yang tepat:

  1. Siapkan wadah seperti baskom ataupun gelas plastik yang berisi air.
  2. Letakkanlah biji durian yang telah siap ke dalam gelas atau baskom yang telah diisi air.
  3. Perhatikanlah banyaknya air dalam wadah, biji durian yang direndam harus benar-benar terendam sepenuhnya. Jika airnya kurang maka proses pembenihan akan gagal. Anda bisa menambahkan air hingga penuh ke dalam wadah tersebut.
  4. Pastikanlah biji durian tidak mengapung, apabila biji durian terlihat terapung maka buanglah. Biji durian mengapung tandanya biji tersebut merupakan biji yang tidak laik tanam.
  5. Rendamlah biji durian hingga akar dan tunasnya muncul.

Lahan Tanam

Untuk menanam durian montong, Anda perlu sebuah lahan tanam yang luas seperti pekarangan rumah Anda. Pohon durian montong merupakan jenis pohon besar sehingga Anda tidak disarankan untuk menanamnya di pot. Selain ukuran pohon yang cenderung besar dan kokoh, pohon durian juga memikiki akar yang dapat menjalar. Jadi pemilihan lokasi lahan yang baik sebaiknya tidak terlalu dekat dengan rumah, karena akarnya dapat merusak pondasi rumah nantinya. Setelah Anda mendapatkan lokasi yang tepat, berikut merupakan langkah persiapan lahan tanam untuk durian montong:

  1. Gemburkan tanah pada lahan tanam yang Anda pilih terlebih dahulu menggunakan sekop ataupun cangkul, disarankan menggunakan cangkul.
  2. Setelah tanah gembur, Anda bisa mencampurkan pupuk dan sekam pada tanah lahan tanam dengan perbandingan 2:1.
  3. Sebaiknya pupuk yang Anda gunakan adalah pupuk organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang. Penggunaan pupuk organik tidak akan menyebabkan perubahan tekstur ataupun kandungan tanah.
  4. Anda juga harus memperhatikan kelembapan tanah terlebih dahulu, jika dirasa tanah terlalu kering maka siramlah terlebih dahulu hingga dirasa tanah cukup lembap.
  5. Mulailah mempersiapkan lahan selama dua minggu sebelum Anda siap untuk menanam dan lakukanlah penyiraman secara rutin yaitu sebanyak dua kali sehari serta pemupukan lahan setiap seminggu sekali.

Penanaman Bibit

Setelah benih mulai tumbuh dan sudah memunculkan tunasnya lengkap dengan akar yang kokoh, cara menanam durian montong berikutnya adalah menanamnya. Sebelumnya, Anda perlu memilih bibit durian dengan baik. Pilihlah bibit dengan tunas yang sehat, lengkap dengan batang serta akar yang sudah mulai tumbuh. Singkirkan bibit yang tidak laik tanam dan pertumbuhannya lambat. Setelah pemilihan selesai maka berikut langkah selanjutnya:

  1. Sebelumnya periksa kembali lahan tanam yang sudah Anda siapkan. Tanahnya harus sudah subur dan terpupuki dengan baik.
  2. Pastikan juga tidak ada rumput ataupun gulma yang tumbuh di sekitar lahan tanam. Jika masih ada, maka Anda harus membersihkannya terlebih dahulu.
  3. Adanya gulma seperti rumput dapat menganggu proses pertumbuhan serta penyerapan nutrisi tumbuhan nantinya.
  4. Setelah lahan tanam benar- benar siap selanjutnya adalah membuat lubang tanam. Buatlah lubang tanam pada tanah menggunakan sekop kecil.
  5. Ukurlah lubang tanam dengan tepat sebesar dan seluas ukuran akar pada bibit yang mulai tumbuh.
  6. Setelah itu timbunlah dengan tanah campuran pupuk dan tutupi dengan sekam yang sudah dicampur pupuk kAndang ataupun kompos sebelumnya. Padatkan tanahnya agar durian montong dapat tumbuh dengan baik.
  7. Setelah proses tanam selesai, siramlah tanah dengan air hingga lembap.
  8. Perawatan

Perawatan tanaman durian montong terbilang mudah, seperti Anda merawat jenis pohon-pohon buah lainnya seperti mangga, rambutan, ataupun kelengkeng. Anda hanya perlu menjaganya agar terhindar dari penyakit dan hama tanaman yang sering menyerang pohon buah.

Anda juga disarankan untuk melakukan pemupukan lanjutan secara rutin dan yang terpenting, jangan lupa untuk selalu menyiramnya. Memang semua itu butuh ketekunan, namun dengan melakukannya secara rutin dan tepat maka Anda akan mendapatkan hasil panen yang menguntungkan.

Durian montong memiliki keunggulan yaitu buah yang dihasilkan oleh pohonnya lebih banyak dari pohon durian lainnya.

Penyiraman

Hal terpenting saat Anda menanam tanaman apa pun termasuk pohon durian adalah penyiraman. Penyiraman harus dilakukan secara rutin apalagi jika Anda menanam pohon buah durian montong. Agar Anda mendapatkan hasil panen yang berkualitas dan melimpah, berikut adalah langkah menyiram pohon durian montong dengan tepat:

  1. Perhatikan terlebih dahulu kondisi tanah sehari setelah Anda menanam pohon durian, bila tanah sudah mulai mengering maka Anda harus menyiramnya dengan banyak air hingga kondisi tanah lembap.
  2. Untuk penyiraman durian montong, Anda perlu menyiramnya sebanyak dua kali sehari setiap pagi dan sore hari.
  3. Berbeda jika musim hujan, Anda tidak perlu menyiramnya atau jika diperlukan, maka Anda hanya diperbolehkan menyiramnya sekali dalam sehari untuk menjaka kelembapan tanah lahan tanam.

Penanganan Hama, Penyiangan, dan Pemupukan

Untuk menjaga kesuburan pohon maka Anda perlu melakukan penyiangan serta pemupukan, perhatikan juga kondisi pohon durian montong yang Anda tanam apakah ada hama ataupun penyakit yang menyerang atau tidak. Berikut penjelasannya:

  1. Setelah seminggu Anda menanam pohon durian, Anda dianjurkan untuk melakukan pemupukan lanjutan setiap dua minggu sekali.
  2. Sembari memupuk Anda juga harus melakukan penyiangan terhadap rumput-rumput yang mulai tumbuh di sekitar lahan tanam. Lakukanlah penyiangan setiap dua minggu sekali sebelum Anda memupuk.
  3. Anda juga harus sering-sering memperhatikan kondisi pohon durian montong agar terhindar dari hama ataupun penyakit. Anda bisa mengatasi menggunakan pestisida jika dirasa perlu.

Bayangkan bagaimana serunya saat durian montong sedang panen dan Anda tak perlu membelinya di pedagang atau supermarket, melainkan memetiknya di halaman Anda sendiri. Selamat mencoba!

Comments are closed.