Filosofi Hidup Spesial dari Orang Jawa

Lifestyle & Leisure

Nilai filosofi hidup tidak lekang oleh ruang dan waktu. Tahukah Anda berbagai filosofi dari Jawa?

Banyak orang muda keturunan Jawa sekarang yang tidak mengerti filosofi hidup para leluhurnya. Padahal, dengan mengetahui hal tersebut, mereka bisa menjadi orang jawa yang sebenarnya. Orang Jawa yang tenang, bahagia, dan sejahtera.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Mereka lebih banyak mengadopsi ajaran atau filosofi dari negara lain. Kebanggaan terhadap orang dari negara lain membuat mereka lupa bahwa mereka punya pegangan hidup sendiri. Pegangan hidup yang diajarkan melalui filosofi hidup orang Jawa.

Apakah itu cukup untuk menghadapi kehidupan modern saat ini? Nilai filosofis itu tidak lekang oleh ruang dan waktu. Meskipun Anda hidup di era modern, filosofi orang Jawa kuno tetap bisa Anda jadikan sebagai pegangan hidup. Kalaupun Anda hidup di daerah lain, sebagai orang keturanan Jawa, penting sekali untuk mengetahui dan mengamalkan filosofi hidup orang Jawa.

Ada beberapa filosofi orang Jawa yang bisa Anda pegang agar hidup Anda lebih bahagia dan sejahtera.

5 Filosofi Hidup Orang Jawa yang Sering Dilupakan

Sebenarnya, ada banyak sekali filosofi hidup orang Jawa yang sangat berarti. Namun, setidaknya lima filosofi orang Jawa berikut ini pantas untuk Anda ingat terus.

Ojo Gumunan

Ojo gumunan artinya jangan mudah heran. Orang Jawa itu seharusnya tidak boleh mudah heran. Dengan demikian, sebagai orang Jawa, Anda tidak mudah kagum dengan hal-hal yang baru, terutama hal-hal dari dunia luar.

Ini sangat penting. Jika Anda mudah heran dengan hal baru dari orang lain, Anda akan mengunggulkan orang lain. Anda lupa bahkan merendahkan diri sendiri sebagai orang Jawa.

Selain itu, dengan memegang filosofi dalam hidup ini, Anda bisa menjadi orang yang adaptif, mudah menyesuaikan dengan hal baru. Ketika ada hal baru, bukannya Anda terheran-heran tapi menganggap itu sebagai hal yang biasa karena Anda dengan cepat beradaptasi.

Alon-Alon Waton Kelakon

Mungkin ini filosofi hidup orang Jawa yang masih sering Anda dengar. Hanya saja, apakah Anda tahu apa maknanya?

Banyak yang salah memahami filosofi yang satu ini. Banyak orang yang akhirnya malas belajar dan malas bekerja karena filosofi alon-alon waton kelakon ini.

Ini salah besar. Sebenarnya, filosofi ini muncul ketika orangtua melihat anaknya yang begitu keras menggapai mimpi. Hingga akhirnya anak tersebut lupa makan dan lupa tidur. Makanya, sang orangtua memberitahu anaknya untuk alon-alon waton kelakon yang artinya pelan-pelan yang penting berhasil.

Jadi, jangan dianggap bahwa filosofi ini membuat orang Jawa sering bersantai. Bukan seperti itu. Orang Jawa itu orang yang penuh semangat. Akan tetapi, mereka harus ada rem yaitu dengan menerapkan filosofi hidup alon-alon waton kelakon.

Sopo Nandur Bakal Ngunduh

Ini filosofi orang Jawa yang paling luhur. Dan sebenarnya filosofi ini sama dengan filosofi agama Islam.

Di Islam, seorang muslim percaya bahwa setiap orang yang berbuat baik, maka akan mendapatkan imbalan yang baik pula. Entah itu imbalan yang dirasakan ketika masih di dunia maupun imbalan nanti akhirat.

Ini sama dengan filosofi hidup orang Jawa, sopo nandur bakal ngunduh. Dalam Bahasa Indonesia, filosofi itu artinya siapa yang menanam pasti akan menuai hasilnya. Jika Anda menanam tanaman yang bagus, maka panennya pun bagus. Begitu sebaliknya.

Karena filosofi ini, orang Jawa pantang memusuhi atau berbuat salah kepada orang lain. Hal ini disebabkan mereka khawatir ada hal buruk yang bakal menimpa mereka. Bahkan, balasan keburukan tersebut mereka percaya bakal terjadi di masa hidup, bukan setelah mereka meninggal.

Terimo Ing Pandum

Ini juga sama seperti yang diajarkan dalam ajaran Islam. Di Islam, pemeluknya diajarkan dalam Islam untuk selalu bersikap ikhlas. Sebab dengan ikhlas, ia bisa bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Allah. Dan ketika orang bisa bersyukur, maka ia akan bahagia.

Ini pula yang dimaksud dengan filosofi hidup terimo ing pandum. Secara harfiah, ini artinya menerima apa adanya. Orang bisa menerima apa adanya jika ia bersyukur dan ikhlas menjalani hidup. Sehingga ia akan bahagia dengan apa pun yang ditakdirkan oleh Tuhan.

Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake

Setiap orang itu berkompetisi, entah dalam pekerjaan, bisnis, politik, atau apa pun itu. Dan dalam kompetisi itu pasti ada yang menang. Ada juga yang kalah.

Apakah yang menang itu lebih unggul sedangkan yang kalah itu lebih rendah? Jika Anda mengetahui filosofi hidup ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, Anda akan tahu orang Jawa itu menang tanpa harus merendahkan orang lain.

Filosofi ini juga berarti orang Jawa dalam berkompetisi apa pun selalu bersikap sportif. Mereka tidak mau menghalalkan segala cara. Jika mereka menghalalkan segala cara, sebenarnya mereka tidak menang.

Sementara itu, ketika salah satu orang menang, mereka tidak merendahkan orang yang dikalahkan. Ada tambahan lain dari filosofi hidup tersebut, yaitu sekti tanpo aji-aji, sugih tanpo bodho. Artinya, orang Jawa itu bisa kuat tanpa ilmu kanuragan dan bisa menjadi kaya tanpa harus punya banyak harta.

Artinya, orang Jawa tidak mau mendewakan ilmu ataupun harta. Mereka lebih mengutamakan persaudaran antar sesama.

Memang filosofi hidup orang Jawa tersebut kuno. Akan tetapi, setelah Anda tahu maknanya, Anda pasti sepakat jika filosofi hidup orang Jawa tersebut masih relevan untuk dijadikan pegangan hidup di era modern seperti saat ini.

Comments are closed.