Sebelum Pasang Happy Family Sticker Mobil, Ketahui Hal Ini!

Lifestyle & Leisure

Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan happy family sticker mobil yang menempel di kaca belakang mobil bukan? Terlihat bagus memang, tetapi di balik itu ada faktor bahaya, lho!

Saat ini happy family sticker yang biasa dipasang di kaca belakang mobil memang tengah tren khususnya bagi para pengguna kendaraan roda empat di ibu kota. Namun, siapa sangka jika sticker yang di tempel untuk menghiasi mobil keluarga agar telihat unik, alih-alih dapat memicu tindakan kriminal pada pengguna sticker tersebut.

Mungkin Anda heran kenapa sebuah stiker dapat memicu tindak kejahatan, namun hal tersebut benar adanya. Well, secara tak langsung Anda sudah menyebutkan jumlah anggota keluarga, dari mulai ayah, ibu, dan anak, bahkan peliharaan sekalipun. Bahkan, tak jarang ada yang pakai nama!

Nah, untuk Anda yang sudah terlanjur menempel stiker tersebut, lebih baik hilangkan nama-nama anggota keluarga di happy family sticker. Demi menghindari tindak kejahatan yang berpotensi terjadi pada keluarga. Tentunya, tak mau kan Anda mengalami hal yang serupa?

Bagaimana Bisa Happy Family Sticker Berbahaya?

Pelaku Kejahatan Bisa Mudah Mendapatkan Segala Informasi Keluarga

Informasi sekecil apa pun, saat ini sangat mudah dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan. Hubungannya dengan happy family sticker ini adalah dengan memasang stiker tersebut di mobil Anda, sama saja dengan memberikan banyak informasi kepada pelaku kriminal seperti pencuri, penculik, pedofil, dan lainnya. Ingat, bagi para pelaku kriminal, semakin banyak informasi target didapat, semakin besar peluang mereka untuk menjalankan aksinya.

Dari stiker tersebut, pelaku kejahahatan bisa mendapatkan data penting seperti jumlah anggota keluarga, nama mereka, usia mereka, hobi, dan lainnya. Apalagi, tak jarang pengguna mobil juga kerap menempelkan stiker lain seperti stiker sekolah di mana anak bersekolah, stiker perumahan tempat tinggal, dan lainnya.

Nah, kalau itu yang terjadi, semakin lengkaplah informasi yang didapat oleh pelaku kejahatan. Tinggal mencari informasi tambahan lain seperti nomor telepon rumah atau handphone, maka pelaku tinggal menunggu untuk beraksi.

Membuka Celah Penculikan Anak

Seperti Anda tahu, hingga saat ini banyak sekali modus penipuan ataupun penculikan anak yang terjadi. Salah satunya adalah dengan mengatasnamakan pihak keluarga demi melancarkan aksi kejahatan.

Nah, contoh kasus yang mungkin terjadi pada pemilik happy family sticker yaitu, awalnya ketika melihat stiker di kaca belakang mobil Anda, si pelaku kejahatan secara diam-diam akan mudah membututi ke mana pun Anda pergi. Bisa jadi ia mengikuti Anda ke sekolah anak hingga ke rumah Anda.

Setelah menunggu waktu yang tepat dan si pelaku kejahatan tahu tentang berbagai informasi sekolah anak dan jam pulang sekolah anak Anda. Maka dengan segala akal bulusnya si pelaku kejahatan tersebut bisa menyamar menjadi pihak keluarga gadungan untuk menculik anak tersebut dengan alasan menjemputnya disekolah karena ibu atau ayah anak tersebut berhalangan untuk menjemputnya.

Apa hal itu bisa benar terjadi? Logikanya, kelancaran aksi kejahatannya tersebut lantaran si pelaku kejahatan telah memiliki informasi tentang nama-nama keluarga dari anak tersebut dari mulai ayah, ibu, adik, hingga kakaknya, untuk meyakinkan si anak.

Pelaku Mudah Melakukan Teror Terhadap Keluarga

Kasus lain yang mungkin terjadi akibat happy family sticker yaitu kasus teror terhadap keluarga. Kejatahan bisa terjadi dalam beragam bentuk. Bisa jadi selama ini orang-orang di sekeliling Anda yang kesal ataupun dendam pada Anda hingga melakukan teror melalui telepon rumah ataupun dari ponsel anda.

Dengan berbagai informasi yang sudah kami sebutkan di atas yaitu tentang nama-nama keluarga Anda. Berikutnya, si pelaku bisa dengan mudah tinggal memantau seluruh kegiatan Anda dan juga anak-anak Anda.

Ada kalanya, karena kerjaan Anda akan ditugaskan ke luar kota dan jauh dari keluarga. Atau ada waktu di mana anak Anda sedang bermain di luar rumah. Melihat kesempatan ini, si pelaku teror bisa langsung melancarkan aksinya. Tinggal menelpon ke ponsel Anda ataupun ke telepon rumah Anda, lalu mengabarkan informasi palsu. Sering kan Anda mendengar cerita bahwa ada orang menelepon atau mengirim sms bahwa seseorang anak dikabarkan mengalami kecelakaan dan kini berada di sebuah rumah sakit, atau sang Ayah dikabarkan ditangkap polisi. Dengan adanya teror tersebut, orangtua mana yang tak panik jika mendengar kabar anaknya mengalami kecelakaan. Di saat seperti ini, di tengah kecemasan pelaku bisa dengan mudah meneror dan menipu Anda untuk mengirimkan sejumlah uang dengan berpura-pura sebagai penolong.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Membuat Mobil Terlihat Kotor

Awalnya memang terlihat lucu, tetapi lama kelamaan stiker-stiker yang menempel di kaca mobil akan kusam dan luntur. Nah kondisi akan memberikan dampak jelek terhadap kaca mobil. Kacam mobil akan terlihat kusam akibat banyaknya sisa lem dari stiker tersebut. Kemudian, jika Anda sembarang membersihkannya, bisa berdampak lecet-lecet pada kaca mobil tersebut.

Setelah mengetahui berbagai risiko di atas, ada baiknya bagi Anda yang sudah terlanjur menempel stiker tersebut, untuk menghilangkan nama identitas keluarga Anda di happy family sticker. Keputusan itu juga demi menghindari tindak kejahatan yang dapat terjadi pada Anda kapan pun dan di mana pun. Lalu bagi Anda yang ingin menempel happy family sticker di kaca belakang mobil, sebaiknya Anda pikirkan lagi matang-matang sebelum melakukannya, karena keluarga merupakan harta yang paling berharga. Jangan sampai kenyamanan dan keamanan keluarga Anda terancam.

Bila Anda dan keluarga tidak berhati-hati dan tetap memasang happy family sticker ini sebaiknya, jelaskan berbagai risiko di atas kepada keluarga. Bila ternyata pelaku ingin menipu salah satu anggota keluarga, Anda semua sudah aware dengan kondisi sebenarnya. Selalu berhati-hatilah dan pastikan komunikasi Anda dan keluarga berjalan dengan lancar. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Semua itu demi keamanan dan kenyamanan seluruh anggota keluarga di rumah.

 

Comments are closed.