Hari Dokter Indonesia, Peringatan bagi Jasa Luar Biasa

Lifestyle & Leisure

Perkembangan dunia kesehatan tak lepas kaitannya dengan prestasi dan integritas para dokternya. Hari Dokter Indonesia lahir sebagai bentuk penghargaan bagi dokter di Indonesia.

Setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Indonesia, yang ditetapkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sudah berlangsung 67 kali di tanah air tercinta ini. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, IDI ternyata sudah lahir jauh lebih lama sebelum diresmikan, yaitu pada tahun 1911 dengan nama Vereniging van Indische Artsen. Hingga akhirnya pada tahun 1926 berubah nama menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VIG).

Baca Juga: Ubah Gaya Hidup di Hari Jantung Sedunia

Sejarah Ikatan Dokter Indonesia dan Hari Dokter Indonesia

Merayakan Hari Dokter Indonesia

Kiprah dokter semakin pesat tahun demi tahun. Pada kongres VIG yang diadakan di Solo tahun 1940, Prof. Bahder Djohan ditugaskan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran. Namun pada masa kependudukan Jepang, tiga tahun kemudian VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa Izi Hooko-Kai.

Kemudian pada 30 Juli 1950, PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia) & DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia) mengadakan suatu pertemuan yang bertujuan untuk menggelar ‘Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)’ atas usul dr. Seni Sastromidjojo.

Akhirnya, nama IDI pun muncul tanggal 22-25 September 1950 dalam Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) yang digelar di Deca Park. Dalam Muktamar tersebut, Ketua Umum IDI terpilih dan menjadi yang pertama adalah dr. Sarwono Prawirohardjo.

Nah, pada tanggal 24 Oktober 1950, dr. Soeharto menghadap notaris untuk memperoleh dasar hukum atas berdirinya perkumpulan dokter dengan nama ‘Ikatan Dokter Indonesia’. Maka dari itu, sejak tanggal 24 Oktober 1950, dijadikan sebagai Hari Dokter Indonesia.

Karena besarnya jasa dokter Indonesia demi terus mengembangkan dunia kesehatan bagi masyarakat, berikut dokter-dokter Indonesia yang memiliki peran luar biasa yang wajib Anda ketahui.

Baca juga: 8 Kartini Masa Kini yang Sangat Menginspirasi

Dokter Terbaik dan Legendaris di Indonesia

Merayakan Hari Dokter Indonesia

Di Indonesia sendiri banyak sekali dokter-dokter handal dan juga terkenal. Ingin mengetahui lebih lanjut, Berikut 10 daftar dokter terbaik di Indonesia beserta profilnya:

Eka Julianta Wahjoepramono

Nama lengkap beserta gelarnya adalah Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, SpBS, Ph.D. Lahir di daerah Jawa tengah tepatnya di Klaten pada tanggal 27 Juli 1958, seorang dokter paling favorit ini sekaligus menjadi seorang guru besar di bidang ahli bedah syaraf.

Beliau menjadi seorang dokter yang mendapatkan penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) karena satu-satunya dokter di Indonesia yang berhasil melakukan bedah otak bagian batang pada pasien yang tidak mampu.

Faried Anfasa Moeloek

Nama lengkap dan gelar beliau adalah Prof. DR. dr. H Faried Anfasa Moeloek, SpOG, yang lahir di daerah Lampung, tepatnya di Liwa pada tanggal 28 Juni 1944. Dokter ini menjadi salah satu katergori 10 dokter terfavorit karena masuk ke dalam dokter sukses di Indonesia.

Keluarga Moeloek dikenal pula sebagai dinasti dokter yang sukses, karena dari mulai istrinya menjadi menteri kesehatan, lalu ayahnya mengelola sebuah rumah sakit di Lampung, kemudian adiknya menjadi seorang guru besar di sebuah universitas ternama yakni UI fakultas kedokteran.

Nafsiah Mboi

Nama lengkap beserta gelarnya adalah dr. Andi Nafsiah Waliono Mboi, SpA, M.P.H, lahir di Sulawesi Selatan, tepatmua di daerah Sengkang pada tanggal 14 Juli 1940. Ketika masa kabinet Indonesia bersatu bagian ke dua, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Menteri sebelumnya yaitu Endang Rahayu yang meninggal akibat kanker pada tahun 2012 lalu.

Beliau adalah dokter yang dikenal sebagai dokter spesialis anak dan pernah mendapatkan gelar dari sebuah institu Tropical Medicine dari negara Belgia pada tahun 1990 lalu.

Soelarto Reksoprodjo

Seorang dokter yang dikenal killer karena karakter yang keras, bahkan beliau sendiri mengakui akan sikap kerasnya kepada banyak pasien. Beliau adalah seorang dokter ternama yang lulus di universitas Indonesia fakultas kedokteran pada tahun 1961. Sikap kerasnya menjadikan nama beliau banyak terdengar di mata masyarakat, namun dengan adanya sikap tersebut kejujuran dan profesionalnya beliau di dunia kedokteran membuat banyak orang kagum akan prestasinya.

Beliau adalah seorang dokter dengan keahlian di bidang ahli bedah, hingga di sebuah organisasi internasional pernah memberikan penghargaan kepada H. Soelarto Reksoprodjo dengan sebutan “pisau emas”.

Pratiwi Pujilestari Sudarmono

Seorang ilmuwan hebat dari Indonesia, lahir di Bandung pada tanggal 31 Juli 1952. Saat ini beliau menjabat sebagai seorang profesor ahli mikrobiologi di Jakarta, tepatnya di Universitas Indonesia. Beliau mendapatkan gelar sebagai master dan juga gelar Ph.D. dalam bidang biologi di universitas terkenal di Jepang.

Pada tahun 1985 lalu, beliau terpilih untuk menjadi bagian dari misi wahana NASA sebagai ahli spesialis muatan. Pada tahun 2002 beliau menjadi ketua di sebuah departemen khusus Mirobiologi di sebuah Fakultas Medis UI.

Padmosantjojo

Nama lengkap dan gelarnya adalah Prof. dr. R.M Padmosantjojo seorang ahli bedah syaraf yang pernah menggemparkan dunia kedokteran di Indonesia. Karena beliau pernah melakukan sebuah operasi anak kembar yang dimana kepalanya saling berdempetan.

Beliau terkenal bukan hanya kejadian tersebut, tetapi beliau adalah seorang sosok yang memang tidak pernah ingin menarik bayaran dari para pasiennya. Seorang dokter dengan lulusan di Groningen Belanda pada tahun 1970 patut menjadi contoh para dokter jaman sekarang.

Teguh Santoso

Nama lengkap dan gelarnya adalah Prof. Fr. Teguh Santoso, SpPD. Beliau terkenal dikarenakan ahli dalam bidang penyumbatan pembuluh darah. Di sebagian media, beliau dikenal dengan sebutan tukang ledeng, karena keahliannya untuk melancarkan berbagai sumbatan dari pembuluh darah pemicu stroke ataupun jantung.

Beliau adalah seorang lulusan kedokteran di universitas Indonesia dan memperdalam kelimuannya di negara Belanda, sehingga keahliannya sebagai dokter bukan lagi pekerjaan melainkan hobby untuk menolong sesama.

Akmal Taher

Seorang dokter yang memiliki keahlian di bidang bedah ini lahir di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1955. Banyak karya beliau telah memberikan pengembangan di dunia kedokteran, salah satunya adalah inhibitor of phosphodiesteras 4 yang ada di German, Kanada, Amerika, dan Jepang, beliau adalah pemilik hak patennya.

Pada tahun 2013 lalu beliau di angkat menjadi Direktur Jendral BUK di kementrian kesehatan, ketika menteri Nafsiah Mboi menjabat. Pada tahun 2004 lalu beliau mendapatkan penghargaan sebagai Satyalancana Karya Satya pada 20 tahun, sehingga beliau dikukuhkan menjadi guru besar di UI.

Azrul Azwar

Nama lengkap dan gelarnya adalah Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH, lahir di Aceh tepatnya daerah Kutacane pada tanggal 6 Juni 1945. Meninggal pada tahun 2014 lalu di umur 68 tahun, terkenang sebagai ahli kesehatan untuk masyarakat. Beliau sempat menjabat sebagai ketua Kwartil Nasional GPI dan juga ketua Stikes Biawan di Jakarta. Dr. Azrul Azwar pernah mendapatkan MPH dari unversitas Hawaii, dan terkenal dikarenakan menimba ilmu kedokteran dengan hasil cumlaude.

Arif Adimoelja

Nama lengkap dan gelarnya adalah Prof. Dr. F.X. Arif Adimoelja, lahir di Jawa Tengah, tepatnya di Wonosobo pada tanggal 10 Oktober pada tahun 1933. Beliau adalah guru besar di universitas Airlangga Surabaya. Beliau dikenal sebagai ahli spesialis andrologi pertama di Indonesia. Pada tahun 2006 pernah menjabat sebagai kepala bagian Ginekologi di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.

 

Merayakan Hari Dokter Indonesia

Sebagai warga Negara Indonesia yang baik jangan lupa untuk memperingati Hari Dokter Indonesia yang jatuh pada tanggal 24 Oktober ya, mengingat kita memiliki deretan dokter-dokter terbaik dan berprestasi, membanggakan bukan?

Baca Juga: Siapa Pahlawan Indonesia yang Berjasa untuk Indonesia?

Comments are closed.