Hedonisme: Ini Ciri-Ciri dan Dampaknya!

Lifestyle & Leisure

Hedonisme merupakan gaya hidup yang lebih banyak berdampak negatif untuk kehidupan seseorang. Sebab, hedon hanya memberikan kerugian bukan keuntungan.

Melansir dari Wikipedia, Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Terdapat tiga aliran pemikiran dalam hedonis yakni Cyrenaics, Epikureanisme, dan Utilitarianisme.

Secara sederhana, hedonisme merupakan pada kesenangan dan kenikmatan yang bisa diraih dengan melakukan berbagai hal yang disukainya. Hedon bisa berakhir positif, tapi juga bisa berimbas negatif untuk kehidupan Anda dan juga lingkungan. Hedon tidak datang secara sendirinya, tetapi ada faktor yang mempengaruhinnya. Nah, untuk lebih jelas lagi, berikut ini beberapa faktor, ciri, dan juga dampak dari hedonisme.

Faktor Penyebab Hedonisme

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa gaya hidup hedonisme tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang memicu seseorang menjadi penganut paham hedonisme, baik itu faktor dari dalam diri sendiri (internal) ataupun dari luar (eksternal).

Faktor Internal

Faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri sendiri merupakan penyebab hedoni yang paling utama. Sudah menjadi bagian dari sifat dasar manusia yang ingin memiliki kesenangan sebanyak-banyaknya dengan bekerja seringan mungkin.

Selain itu, manusia juga memiliki sifat dasar tidak pernah puas dengan hal yang sudah dimiliki. Sifat dasar manusia inilah yang menjadi penyebab hedon ini timbul dan menghasilkan hasrat yang tidak kunjung usai.

Faktor Eksternal

Faktor penyebab hedon dari luar yang paling utama adalah arus informasi dari luar yang sangat besar atau globalisasi. Kebiasaan-kebiasaan dan paham orang dari luar negeri yang dianggap bisa membuat senang kemudian diadaptasi oleh masyarakat Indonesia.

Faktor dari eksternal ini memang sangat cepat dan mudah ditangkap oleh Anda. Misalnya, gaya hidup dari selebritis luar negeri yang jadi hits dan ditiru oleh orang Indonesia.

Dampak Hedonisme Pada Masyarakat

Perilaku hedonisme memberikan dampak positif dan juga negatif. Namun, pada umumnya dampak hedoni lebih cenderung ke arah negatif. Berikut adalah beberapa dampak hedonisme pada masyarakat.

Individualisme

Mereka yang punya perilaku hedonis cenderung individualis, atau menganggap diri sendiri lebih penting dari orang lain. Tentu sikap seperti sangat negatif untuk kehidupan sosialnya.

Konsumtif

Kebiasaan membeli barang-barang yang tak dibutuhkan merupakan dampak buruk dari gaya hidup hedon. Hal ini dilakukan hanya untuk kesenangan semata, karena senang berbelanja atau yang biasa disebut ‘lapar mata’.

Egois

Masih berhubungan dengan individualis, mereka yang berperilaku hedonis biasanya lebih mementingkan diri sendiri tanpa perduli orang lain atau yang lebih akrab disebut egois.

Cenderung Pemalas

Sebagian orang yang terjerumus sidrom hedonis biasanya cenderung menjadi orang pemalas dan tidak menghargai waktu. Hal ini dikarenakan dalam benaknya hanyalah kesenangan dan juga belanja sepuasnya.

Kurang Bertanggungjawab

Selain menjadi pemalas, penganut hedonis biasanya kurang bertanggungjawab, bahkan kepada dirinya sendiri.

Boros

Demi kesenangan semata, mereka yang punya gaya hidup hedon biasanya sangat boros. Mereka akan mengeluarkan banyak uang untuk hal-hal yang membuat senang tanpa perduli manfaat dan kegunaan barang yang dibeli. Namanya juga hedon.

Korupsi

Salah satu dampak hedonis yang sering terjadi pada seseorang adalah kebiasan korupsi. Bukan hanya korupsi uang, namun juga hal lain, seperti korupsi waktu, korupsi pekerjaan, dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Hedonisme di Masyarakat

Perilaku hedonisme ini sangat mudah kita temukan di tengah masyarakat. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka tengah terjerumus dalam hedonisme.

Berikut ini adalah ciri-ciri hedonisme:

  1. Berpikir bahwa ujuan utama dalam hidup seseorang adalah kenikmatan dan kesenangan pribadi.
  2. Tidak perduli dengan kepentingan dan kebahagiaan orang lain sehingga menjadi pribadi yang egois.
  3. Tidak pernah merasa puas dengan hal yang telah dimiliki, baik itu harta maupun keluarga.
  4. Sifat konsumtif, lebih mengutamakan membeli sesuatu karena kesenangan ketimbang kebutuhan.
  5. Mereka yang menganut hedonis cenderung diskriminatif dan sombong, melihat orang lain berdasarkan hartanya dan selalu merasa lebih baik dari orang lain.

Jenis-Jenis Hedonisme di Masyarakat

Hedonisme yang ada di masyarakat terbagi menjadi tiga macam, antara lain sebagai berikut ini:

Psychological Hedonism

Menganggap bahwa manusia diciptakan secara lahiriah menginginkan kesenangan. Secara naluri, manusia memang memiliki sifat menghindari rasa sakit dan derita.

Evaluative Hedonism

Kesenangan adalah apa yang seseorang inginkan dan kejar. Dalam konsep evaluative hedonism, hanya kesenanganlah yang berharga dan rasa sakit atau ketidaksenangan adalah hal mengecewakan atau dianggap sesuatu yang tidak laik untuk dirasakan.

Rationalizing Hedonism

Seseorang mencari kesenangan namun paham akan konsekuensinya, misalnya seseorang mengonsumsi obat-obatan terlarang untuk mencari kesenangan dan lepas dari masalah sejenak. Tapi ia tahu bahwa hal ini buruk untuk kesehatan dan bisa membawanya ke ranah pidana.

3 Cara Cepat Mengubah Gaya Hidup Hedonisme

Menabung

Menabung merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan untuk menghilangkan gaya hidup hedonis di dalam diri. Meskipun menabung bukan hal yang mudah bagi penganut hedon, tetapi Anda perlu pertimbangkan cara ini untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, seperti dana darurat, dana pensiun, dan kebutuhan lainnya.

Hindari Pemakaian Kartu Kredit

Salah satu seseorang menjadi hedon dikarenakan adanya akses yang mudah untuk mendapatkan apapun yang diinginkan. Kartu kredit termasuk akses yang mampu memberikan kemudahan untuk mereka berlanja apapun yang diinginkan. Jadi, jika Anda ingin keluar dari lingkungan hedon, sebaiknya hindari pemakaian kartu kredit.

Kurangi Bepergian ke Mal

Rasa ingin membeli sesuatu timbul ketika Anda sedang berjalan-jalan ke mal dan melihat banyak barang yang menurut Anda bagus. Oleh karena itu, agar sifat hedon Anda tidak muncul, ada baiknya untuk mengurangi berpergian ke mal atau ke tempat-tempat yang bisa memancing gaya hidup hedon tersebut muncul.

Comments are closed.