Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Membeli Hewan Kurban!

Lifestyle & Leisure

Hewan kurban jelas memiliki beberapa syarat yang sudah diatur dalam agama Islam. Syarat tersebut tak lain untuk mendapatkan kualitas yang sehat.

Bagi Anda yang beragama Islam, tentu Anda tahu bahwa tak lama lagi ada hari besar Islam yang akan kita rayakan serentak oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Ya, apa lagi kalau bukan Iduladha. Hari besar satu ini identik sekali dengan ibadah haji. Meski, ibadah satu ini tak hanya dapat dilakukan saat Iduladha tiba.

Tapi, ada satu kegiatan yang hanya dilakukan di Iduladha, kurban namanya. Kurban merupakan prosesi penyembelihan hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba yang dilakukan oleh orang yang mampu untuk menyatakan rasa syukur pada sang pencipta.

memilih hewan kurban

Di Indonesia, kegiatan satu ini disambut dengan sangat antusias oleh seluruh masyarakatnya, baik di desa maupun kota. Bicara soal kurban, tak semua hewan dapat dijadikan hewan kurban. Umumnya, hewan kurban di Indonesia berupa sapi, kambing, dan domba, di beberapa negara, unta juga termasuk yang boleh dikurbankan.

Jika Anda memiliki rezeki berlebih dan finansial yang mapan, Anda sangat diperbolehkan untuk berkurban. Tapi, ada hal yang perlu diperhatikan saat Anda memilih hewan sebelum akhirnya disembelih. Apa saja? Ini dia!

Baca juga: Makna Idul Adha Bagi Umat Islam dalam Kehidupannya

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Hewan Kurban

1. Usia Hewan

Hewan yang baik adalah yang cukup usia, untuk kambing dan domba adalah 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau 22 bulan. Cara mudah untuk mengetahui usia sebenarnya adalah melalui catatan kelahiran ternak yang dimiliki oleh pemilik.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan metode cek gigi hewan yakni jika gigi susu hewan tersebut telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), hal tersebut menandakan ternak (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.

2. Tidak Memiliki Cacat

Pastikan pula hewan tersebut merupakan hewan sempurna tak m

memilih hewan kurbanengalami cacat. Terdapat beberapa cacat yang membuat hewan untuk berkurban menjadi tidak sah yakni buta sebelah dan jelas sekali kebutaanya. Sakit, pincang, dan sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum tulang. Jika tidak sah, maka hewan tersebut memiliki status sebagai daging biasa bukan menjadi kurban.

3. Memiliki Nafsu Makan yang Baik

Kesehatan dari hewan juga perlu diperhatikan, pastikan calon memiliki nafsu makan yang baik, lincah, mata bersinar, dan bulu tidak kusam. Lebih baik lagi jika Anda menanyakan tentang Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai acuan kesehatan hewan tersebut.

4. Perhatikan Tiap Organ Tubuh Hewan

Saat Anda di lokasi pembelian, perhatikan pula hewan melalui mata, hidung, dan anus. Cari hewan yang bersih pada bagian mata. Kelopak mata yang berwarna pucat atau kuning tidak disarankan, karena hewan yang sehat memiliki kelopak mata bagian dalam dengan warna pink.

Kemudian hidung terlihat basah, bersih, dan tidak mengeluarkan cairan yang pada umumnya berwarna merah terang. Selain itu yang terpenting adalah proporsi tubuh yang standar, untuk sapi dan kerbau tulang punggung harus relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal.

Makna ideal bisa Anda lihat melalui kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang. Organ tubuh terakhir yang harus diperhatikan adalah anus, jika pada bagian anus kotor maka hewan tersebut sedang mengalami diare. Anda perlu mengingat juga, janganlah membeli hewan yang memiliki korengan karena hewan tersebut mengidap penyakit kulit sceabie yang disebabkan oleh tungau dan kutu kecil.

5. Pilih Tempat di Mana Anda Akan Membeli

Memilih tempat di mana Anda akan membeli binatang kurban, menjadi hal yang juga tak kalah penting. Jangan membeli yang diternak di tempat pembuangan sampah, karena berpotensi mengandung bahan berbahaya bagi tubuh yang nanti akan mengonsumsinya.

Pilihlah hewan yang diternak di lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi udara. Hal ini tentu saja berpengaruh pada tingkat stres yang akan dialami oleh hewan yang berimbas pada kesehatan tubuhnya.

Baca juga: Jangan Salah, Inilah Cara Hitung Zakat Profesi yang Benar

Harga Hewan Kurban di Indonesia

Setiap tahunnya, semua harga mengalami kenaikan, tak terkecuali hewan untuk kurban. Nah, untuk tahun ini, kira-kira berapa harga hewan seperti sapi, kambing, dan domba? Cari tahu yuk di bawah ini!

Sapi

memilih hewan kurban

Menurut perkiraan, semua jenis sapi lokal seperti sapi Bali, PO, Limousin, dan Siemental mengalami kenaikan harga antara Rp3 hingga Rp4 juta per ekor di akhir bulan Juni dan awal bulan Juli 2019. Sedangkan di Jawa Barat, harga sapi dengan ukuran 300 kilogram hingga 350 kilogram berkisar Rp18 hingga Rp20 juta.

Harga Kambing

Harga kambing memang jauh lebih bersahabat di kantong ketimbang harga sapi. Sebagai perbandingan, harga satu ekor sapi dapat dibelikan tujuh hingga delapan ekor kambing. Harga kambing berkurban paling murah dapat ditebus dengan harga Rp2 juta-an dan mendapat kambing berbobot berkisar 20 kilogram. Sementara untuk yang paling mahal, harga kambing bisa mencapai Rp5 juta-an dengan bobot di atas 50 kilogram.

Domba Garut

Dikenal juga sebagai Domba Priangan, domba jenis ini berasal dari Kabupaten Garut, persisnya Limbangan. Domba Garut merupakan hasil persilangan domba lokal, Domba Merino dari Australia, dan Domba Capstaad dari Afrika Selatan.

Tidak salah jika Anda menebak domba ini sering tampil dalam ajang adu domba atau semacam pawai hias. Domba Garut menjadi bagian dari tradisi masyarakat Garut. Semakin kuat seekor domba, semakin tinggi pula harganya. Maka, pemeliharaan domba pun perlu dilakukan secara ketat dan memperhatikan benar-benar aspek kesehatan maupun kebersihan.

Soal harga, terdapat selisih harga antara domba bakalan jantan dan betina. Namun, rata-rata harga domba garut berkisar mulai Rp2 hingga Rp10 juta, tergantung bobot dan jenis kelamin domba.

Domba Ekor Gemuk

Domba ini tergolong domba lokal yang punya karakteristik berekor besar dan lebar, serta berperawakan sedikit lebih besar dibandingkan domba lokal lain. Jenis domba ini umum dibudidayakan di daerah Madura, Jawa Timur, dan Sulawesi.

Domba ekor gemuk sering disingkat DEG dan punya nama lain domba kibas. Dengan bulu wol putih cenderung kasar, domba ini tidak bertanduk, baik jantan maupun betina. Kalaupun ada yang bertanduk, ukuran tanduknya cenderung kecil. Sebagaimana domba lokal, domba ekor gemuk mampu bertahan dalam cuaca kering dan panas.

Untuk harga, Domba Ekor Gemuk tanpa tanduk bisa Anda beli mulai Rp1.650.000 hingga Rp3.050.000, tergantung bobot tiap ekor domba. Bobot domba yang dijual di kisaran harga tersebut mempunyai bobot rata-rata 18-40 kilogram.

Domba Ekor Tipis

Domba lokal yang satu ini merupakan jenis yang berlawanan dari Domba Ekor Gemuk. Sering dikenal dengan nama Domba Gembel, domba ini banyak berkembang biak di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun, sekarang Domba Ekor Tipis sudah mudah ditemui di daerah lain di Indonesia.

Domba Ekor Tipis mempunyai ciri khas, yakni bulu wol putih dengan sekeliling mata berwarna hitam. Ekornya tipis yang menunjukkan tidak ada penumpukan lemak. Domba ini mudah berkembang biak dan tidak terpengaruh musim kawin. Perawakannya lebih kecil jika Anda membandingkan dengan Domba Ekor Gemuk. Pada spesies jantan mempunyai tanduk melingkar, sementara betina tidak punya tanduk.

Harga domba bertanduk berkisar antara Rp1.750.000 hingga Rp3.400.000, tergantung bobot domba tersebut. Namun, kisaran harga itu berlaku untuk domba dengan berat antara 18-40 kilogram.

Sudah paham syarat memilih hewan untuk berkurban dan harganya? Jadi, siap untuk berkurban di tahun ini, kan?

Comments are closed.