5 Trik Menjawab Soal Kelemahan Diri Saat Wawancara Kerja

Lifestyle & Leisure

Berikut ini tujuh trik yang harus Anda lakukan ketika menjawab kelemahan diri saat melakukan wawancara kerja.

Apa yang paling ditakutkan oleh para pencari kerja ketika melakukan wawancara kerja? Jawabannya adalah ketika ditanya, “apa kelemahan diri Anda”. Pertanyaan ini kadang membuat bingung karena ada berbagai asumsi. Dijawab jujur bisa saja jadi pertimbangan perusahaan untuk menolak Anda, dijawab dengan bumbu-bumbu manis juga terlihat tidak masuk akal.

Oleh karena itu, penting sekali Anda memerlukan trik yang tepat agar perkara tersebut justru menjadi bagian positif yang dibutuhkan perusahaan. Semua tergantung dari bagaimana cara Anda mengomunikasikan hal tersebut secara tepat. Mungkin dengan trik-trik ini Anda bisa mencoba menjawab soal kelemahan diri ini jadi sebuah kelebihan tersendiri.

5 Trik Menjawab Kelemahan Diri saat Wawancara Kerja

Jujurlah Ungkapkan Kelemahan Anda

Jadilah seseorang yang otentik. Jangan mencari kelemahan yang kedengarannya akan bagus dan menguntungkan untuk Anda. Ingat, para pewawancara lebih berpengalaman dari Anda. Mereka tahu mana yang benar-benar mengungkapkan secara jujur dan mana yang berbohong.

contoh kelemahan diri

Tapi jangan bicara soal kelemahan yang justru bertolak belakang dengan pekerjaan, misalnya Anda tengah dalam wawancara menjadi akuntan, tapi bicara soal “membenci matematika”. Pilihlah kelemahan yang sifatnya bisa diperbaiki seperti “gugup saat berbicara didepan publik”.

Baca juga: Lulus Kuliah, Ini Pilihan Terbaik yang Akan Mengubah Hidup

Jelaskan Kelemahan Diri Secara Ringkas

Tak perlu menceritakan soal masa lalu atau kebiasaan kecil yang memperlihatkan bagaimana kelemahan diri Anda. Jelaskan dengan tegas, misalnya “kurang percaya diri”. Penjelasan yang bertele-tele akan dianggap sebagai sinyal bahwa Anda sedang mencoba menyembunyikan sesuatu.

Terlalu banyak bicara juga memberikan kesan “pembual” dan membuat pewawancara bosan. Jawablah dengan fokus tidak berbelit-belit. Boleh menjawab pertanyaan dengan panjang asalkan tetap realistis.

Ceritakan Bahwa Anda Berupaya Mengatasi Kelemahan Tersebut

Jujur mengatakan soal kelemahan diri menandakan bahwa Anda memahami diri sendiri dan ini adalah indikator yang baik bahwa Anda adalah pekerja yang terbuka pada kritik. Tidak selalu mencari tameng atau melakukan pembenaran atas kelemahan tersebut. Namun bukan berarti pasrah begitu saja dengan kekurangan yang ada.

Sebaliknya, ceritakan bagaimana perjuangan dan usaha apa saja yang telah Anda lakukan untuk mengembangkan diri dan mengurangi sisi negatif tersebut. Pewawancara akan menilai sediri bagaimana besarnya usaha Anda untuk selalu menyempurnakan kemampuan.

Yakinkan Bahwa Kelemahan Diri Anda Bisa Jadi Motivasi

Setelah menjelaskan kepada pewawancara apa kekurangan dalam diri Anda. Saatnya menambal kekecewaan mereka dengan pernyataan positif, yakni bagaimana Anda akan mengubah hal tersebut jadi motivasi. Salah satu contohnya, ketika Anda berbicara soal “kurang aktif dalam public speaking”, dalam pernyataan selanjutnya berikan pernyataan “Tapi ini justru jadi motivasi saya untuk belajar dan perusahaan ini adalah tempat yang tepat”.

Setidaknya jawaban tersebut memberikan gambaran bahwa Anda adalah pribadi yang pantang menyerah. Orang-orang seperti ini sangat dibutuhkan perusahaan yang memang mencari para pekerja loyal, bukan semata bekerja karena faktor uang saja.

Baca juga: 5 Fakta Chef Juna Rorimpandey: Bad Boy Jadi Master Chef

Jangan Alihkan Pembicaraan

Ketika bingung menjawab pertanyaan dari penguji, sebaiknya utarakan saja apa yang ada dibenak Anda. Mengalihkan pembicaraan karena takut salah menjawab justru memperlihatkan ketidakmampuan Anda dalam berkomunikasi. Penguji akan memaklumi jika Anda bertanya soal maksud pertanyaan yang diajukan. Ajukan pertanyaan dengan tidak merendahkan diri, sehingga penguji dapat melihat bahwa Anda adalah pribadi yang piawai bernegosiasi.

Perlihatkan Gestur Penuh Percaya Diri

Jangan mengubah gestur secara tiba-tiba bahkan hingga terlalu percaya diri ketika menyebut kelebihan diri. Buatlah penguji melihat bagaimana pribadi positif Anda yang selalu yakin bisa mengubah kesulitan menjadi sesuatu yang lebih mudah.

mengantisipasi kelemahan diri

Tegakkan posisi duduk Anda, taruh kedua tangan diatas meja. Lekatkan pandangan pada pewawancara, simpulkan senyum dan jangan sekali-kali menunduk ketika bercerita. Pandangan yang tidak fokus jadi penilaian yang buruk dan menjelaskan bahwa Anda tidak siap memasuki lingkungan pekerjaan yang kompetitif.

Selain melakukan trik untuk meyakinkan pewawancara, Anda juga perlu menghindari beberapa hal yang tidak dianjurkan ktika sedang melakukan wawancara kerja. Apa saja itu?

3 Jawaban Buruk Ketika Wawancara Kerja

Terlalu Banyak Bercerita Soal Kelemahan Diri

Jujur tentang diri sendiri itu bagus, tapi tidak semua hal buruk tentang Anda mesti diceritakan kepada orang lain bukan? Justru kejujuran yang terlalu berlebihan ini akan memberi kesan bahwa Anda adalah pribadi yang tidak percaya diri dan ini bisa menjadi “racun” bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan pribadi yang rendah diri ini kerap menular ke pegawai lainnya.

Saat wawancara sebutkan maksimal dua kelemahan saja, satu bersifat pribadi dan satu bersifat teknik yang pada umumnya bisa diperbaiki dan Andapun punya tekad untuk membuat diri jadi lebih baik. Tunjukkan pada penguji bahwa kelemahan diri Anda sifatnya tidak akan mempengaruhi kemajuan perusahaan.

Baca juga: Manfaat Surat Keterangan Kerja dan Cara Membuatnya (Penting)

Jangan mencoba menjelaskan diri dengan bahasa-bahasa sulit. Jelaskan dengan cara sederhana karena usaha Anda yang ingin terlihat cerdas dimata mereka, hanya akan dianggap sebagai kesombongan. Ingat, penguji adalah orang-orang yang telah berpengalaman mewawancarai orang dari berbagai tipe. Alangkah baiknya jika Anda menjadi down to earth saja.

kelemahan diri saat interview

Mengakui Diri adalah Pribadi Sempurna

Sering penguji menanyakan apa kelemahan calon karyawannya dan dijawab dengan tatapan bingung. Mereka mengaku tidak tahu apa kekurangan dalam diri karena menganggap sudah memiliki atau menguasi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Merasa diri sudah sempurna adalah jawaban paling buruk karena itu menggambarkan bahwa Anda tidak kenal diri sendiri dan tipikal orang yang tidak terbuka.

Dibanding mengatakan “saya tidak tahu apa kelemahan diri”, Anda bisa menggantinya dengan jawaban seperti ini “Saya sedikit sulit mengidentifikasi kesalahan seseorang, karena itu membutuhkan partner untuk merefleksikan bagaimana performa diri sendiri”.

Bersikap sok Tahu

Kadang penguji akan mempertanyakan bagaimana kelemahan Anda bisa bersahabat dengan visi misi perusahaan. Saat menjelaskannya jangan sok tahu dengan menjabarkan kelemahan calon tempat kerja yang Anda pikir bisa mentolerir kelemahan diri. Biarpun perusahaan yang Anda lamar tergolong standar, tetap posisikan mereka  dengan sangat spesial yang membuat Anda ingin bergabung.

Jangan sok tahu dengan bersikap bak analisator yang mendeskripsikan bagaimana kekurangan perusahaan dan bagaimana kekurangan diri Anda sebenarnya.

Comments are closed.