Marketplace Indonesia Terpopuler, Mana Pilihan Anda?

Lifestyle & Leisure

Marketplace Indonesia sukses menggantikan pasar dan mal untuk urusan tempat belanja. Sebagian dari mereka memiliki popularitas luar biasa di tanah air.

Harus diakui, di era serba digital seperti saat ini, banyak sekali hal yang dahulu dilakukan secara konvensional atau manual, kini jadi lebih praktis. Salah satu kegiatan yang terkena dampak dari majunya dunia digital tak lain adalah belanja.

Kini, sebagian besar orang tak lagi berbelanja ke mal atau pasar, sebab semuanya dapat dilakukan melalui layar laptop atau smartphone saja. Hal ini pun didukung dengan banyaknya marketplace yang ada di tanah air.

Meski tak bisa melakukan tawar-menawar, nyatanya orang-orang tetap lebih antusias berbelanja di marketplace Indonesia. Hal ini tak lepas dari banyaknya promo yang ditawarkan oleh masing-masing marketplace. Mulai dari potongan harga hingga undian berhadiah.

Nah, di bawah ini sudah kami rangkum beberapa marketplace Indonesia yang populer dan terbaik saat ini!

Baca juga: Situs Belanja Online Memudahkan Anda Berbelanja

Daftar Marketplace Indonesia Terpopuler dan Terbaik

Bukalapak

Didirikan pada awal 2010 sebagai salah satu produk portofolio agensi digital bernama Suitmedia, Bukalapak bertumbuh sebagai salah satu produk online terbesar karya anak bangsa di Indonesia. Achmad Zaky, selaku CEO, mengatakan bahwa saat ini terdapat sekitar 150.000 penjual dan 1,5 juta produk aktif di Bukalapak.

Pada Januari 2014, Achmad mengatakan bahwa Bukalapak memproses transaksi senilai Rp500 juta setiap harinya. Di website ini, para pengguna dapat melakukan aktivitas jual beli dengan harga pas maupun harga yang siap untuk dinegosiasikan. Bukalapak memiliki fitur dompet virtual bernama Bukadompet sebagai salah satu metode pembayaran.

Tokopedia

Berdiri pada awal 2009, Tokopedia dinilai sebagai pemimpin pasar dalam ranah marketplace online di Indonesia. Paling tidak, Tokopedia memiliki jumlah modal yang sangat besar berkat USD 100 juta (Rp1,2 triliun) yang disuntikkan beberapa bulan lalu oleh Softbank Internet and Media Inc. dan Sequoia Capital.

William Tanuwijaya, selaku CEO, mengatakan bahwa saat ini mereka memiliki “ratusan ribu” penjual yang bertumbuh jumlahnya sebesar 30 persen setiap bulan. Saat ini Tokopedia memiliki 3,3 juta produk aktif, di mana sekitar 2 juta produk terjual di platform setiap bulannya.

Tokopedia belum menarik biaya apa pun dari para penjual. Namun, para penjual bisa berlangganan fitur premium bernama Gold Merchant.

Online Marketplace

Qoo10 Indonesia

Berasal dari Singapura, Qoo10 merupakan perusahaan joint venture antara eBay dengan GMarket asal Korea Selatan. Qoo10 Indonesia sendiri mulai beroperasi sejak 2012, dan mengklaim memproses transaksi senilai lebih dari USD 2,5 juta (Rp32 miliar) setiap bulannya.

Selain di Indonesia, Qoo10 juga beroperasi di Singapura, Jepang, Malaysia, China, dan Hong Kong.

Rakuten

Diluncurkan pada 2011, Rakuten Belanja Online (RBO) awalnya merupakan perusahaan hasil joint venture antara konglomerat media MNC dan raksasa e-commerce Jepang Rakuten. Namun, pada 2013 kerja sama itu secara resmi berakhir, dan sekarang RBO beroperasi sendiri di Indonesia.

Tidak banyak informasi seputar perkembangan RBO. Pada 2013, RBO memiliki target menjual 1 juta produk di dalam situsnya. Dan walaupun menganut model bisnis B2B2C (business-to-business-to-consumer), mulai September 2014 RBO membuka pintu bagi penjual mikro dan individual untuk ikut berjualan di dalam platformnya.

Baca juga: 7 Cara Belanja Barang di Luar Negeri Agar Tidak Kena Pajak

Elevenia

Elevenia merupakan salah satu pemain termuda di daftar ini, namun mereka sangat agresif dan telah mencatat pertumbuhan sangat besar di tahun pertama operasinya. Diluncurkan pada Maret 2014, perusahaan hasil joint venture antara XL Axiata dan SK Planet asal Korea Selatan ini memiliki 2 juta produk aktif dan melayani 8.000 order setiap harinya.

Uniknya, perusahaan ini menyediakan seller zone di Jakarta, berisikan studio foto dan ruang pelatihan untuk membantu para penjual online yang masih baru. Semua hal itu dapat digunakan secara gratis.

Lamido Indonesia

Diluncurkan pada akhir 2013, Lamido merupakan marketplace buatan Rocket Internet, kepala perusahaan yang juga berada di balik toko online Lazada dan Zalora Indonesia. Lamido sendiri beroperasi dengan ketat dengan Lazada Indonesia, di mana penjual yang masih tergolong lebih kecil dapat berjualan di Lamido. Sedangkan mereka yang sudah lebih besar dapat berjualan di Lazada. Namun, Anda akan tetap melihat sejumlah barang dan penjual yang sama di kedua belah situs. Selain di Indonesia, Lamido juga beroperasi di Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Cipika Store

Tidak ingin ketinggalan, Indosat juga memiliki marketplace bernama Cipika Store yang diluncurkan pada Agustus 2014. Namun, berbeda dengan pemain lainnya di daftar ini, Cipika Store memiliki spesialisasi menjual berbagai produk dalam negeri seperti makanan dan baju khas daerah. Pada bulan Agustus 2018, Cipika mencatat 25.000 pengunjung harian.

Blanja

Sebagai perusahaan joint venture antara Telkom Indonesia dengan eBay, kehadiran Blanja memiliki potensi besar untuk membuat saingannya was-was. Walau sudah beroperasi sejak 2013, Blanja baru secara resmi diluncurkan pada Desember 2014. Dari “hanya” 600 penjual, Blanja klaim telah memiliki lebih dari 1 juta produk di dalam website.

Lazada Indonesia

Berikutanya, Lazada Indonesia adalah pusat belanja online yang menawarkan berbagai macam jenis produk mulai dari elektronik, buku, mainan anak dan perlengkapan bayi, alat kesehatan dan produk kecantikan, peralatan rumah tangga, perlengkapan traveling, dan olahraga.

Lazada Indonesia didirikan pada 2012 dan merupakan salah satu cabang dari jaringan retail online Lazada di Asia Tenggara. Grup Lazada International di Asia Tenggara terdiri dari Lazada Indonesia, Lazada Malaysia, Lazada Vietnam, Lazada Thailand, Lazada Filipina. Jaringan Lazada Asia Tenggara merupakan cabang anak perusahaan jaringan perusahaan internet Jerman Rocket Internet.

Rocket Internet merupakan perusahaan online incubator yang sukses menciptakan perusahaan-perusahaan online inovatif di berbagai belahan dunia. Berkantor pusat di Berlin, Jerman, proyek yang dimiliki Rocket Internet antara lain Zalando, TopTarif, eDarling, Groupon (sebelumnya CityDeal), dan lainnya.

Baca juga: Mau Produk Berkualitas dan Murah? Coba eBay Indonesia!

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Bhinneka

Bhinneka.com merupakan situs e-commerce pelopor online store yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs e-commerce terbesar di Indonesia. Disebut angkatan pelopor karena situs Bhinneka ini diluncurkan sebelum abad 21, sekitar 1996-1999.

Sebelum Bhinneka.com tentu sebagian masyarakat masih ingat online store pertama Indonesia yang sudah almarhum sejak lama yaitu toko buku sanur.co.id, tidak seperti toko online seangkatannya yang sudah terkubur. Bhinneka tetap berkembang mengikuti perkembangan sampai sekarang. Setelahnya Bhinneka.com dan beberapa situs lain muncul di antara tahun tersebut seperti Kaskus.

Bhinneka.com (Indonesia #1 Webstore), dari tagline memang bervisi untuk menjadi pemain di “kandang sendiri”, bagaimana bisa menjadi pilihan online shopping bagi masyarakat Indonesia. Seperti dituliskan oleh pendiri Bhinneka.com, Hendrik Tio pada profil di website-nya, bahwa pelayanan antusias dari hati yang membangun kepercayaan dan gempuran-gempuran persaingan yang dihadapi di kemudian hari.

Situs toko online di atas tentu tak asing di telinga dan mata Anda, bukan? Marketplace mana yang sering Anda gunakan untuk belanja?

Comments are closed.