Membangun Konsep Diri Positif Biar Tetap Eksis

Lifestyle & Leisure

Menjadi kreatif dan dikenal banyak orang, akan sangat baik untuk eksistensi Anda. Namun, menjadi influencer yang bisa eksis itu juga harus menemukan konsep diri. Sudah tahu caranya?

Sudah sejak lama, belakangan ini orang-orang mencoba berbagai cara untuk bisa tampil eksis di masyarakat. Bahkan, banyak sekali para panutan di luar sana yang kini disebut influencer bisa mendapatkan materi dan ketenaran dengan konten yang dibuatnya.

Terdengar menggiurkan memang. Tapi, bila sejenak mundur dan berpikir mereka pun melalui proses kreatif yang panjang untuk menemukan konsep diri dan konten kreatif yang dibuatnya.

Secara singkat, mungkin Anda juga bisa membaca situasinya yaitu eksistensi diri pada setiap orang bisa mempengaruhi konsep diri. Pertama, seseorang menemukan pencerahan. Mereka terpancing dan berpikir untuk membuat inovasi kreasi dari contoh yang diadopsi dari sang idola. Kedua, mereka memiliki wadah yang memberinya kesempatan untuk tampil. Dengan wadah ini, mereka bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki, dan memberikan hasil yang produktif untuk pengembangan dirinya.

Hingga saat ini, apakah Anda sudah menemukan konsep diri yang Anda inginkan?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari secara perlahan kita pahami bersama apa itu konsep diri yang kelak bisa membantu Anda menemukan berbagai hal positif.

Pengertian Konsep Diri

Konsep mengenai diri adalah sekumpulan keyakinan dan perasaan seseorang tentang dirinya sendiri. Keyakinan seseorang mengenai dirinya bisa berkaitan dengan bakat, minat, kemampuan, penampilan fisik, dan lain sebagainya. Orang pun akan memilih perasaan terhadap keyakinan mengenai dirinya tersebut, apakah ia merasa positif atau negatif, bangga atau tidak bangga, dan senang atau tidak senang dengan dirinya.

Mengapa Penting untuk Dimahami?

Konsep mengenai diri sendiri memengaruhi perilaku kita. Maka langkah awal kesuksesan adalah mengenal diri, mempelajari kualitas diri kita. Pemahaman diri dan kualitas diri proses yang sangat penting dalam meningkatkan mutu kehidupan. Tahu diri dan mengenal diri mengantarkan kepada tahap-tahap hidup yang berkualitas. Tidak saja dalam bergaul dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi juga untuk mengarahkan dan mengembangkan diri, membuat perencanan pendidikan dan karier, memecahkan permasalahan pribadi, sosial, secara realistik, beradaptasi dengan perubahan-perubahan dalam kehidupan, untuk dapat saling menerima dan menghargai orang lain.

Komponen

Di atas Anda sudah memahami beberapa tahapnya, bagaimana komponennya terbentuk. Mari, kita teliti lebih dalam:

  1. Self Ideal (diri ideal) adalah gambaran sosok yang kita inginkan jika kita bisa, kita ingin menjadi seorang yang seperti itu. Sebagai contoh, mungkin selama hidup kita pernah mendengar, membaca, atau bertemu dengan orang yang memiliki kualitas diri yang luar biasa, mereka tampak sukses, pintar, bijaksana, dan lain sebagainya. Akhirnya kita ingin menjadi seperti mereka.
  2. Self Image (citra diri) adalah cara kita melihat diri kita sendiri, cara kita berpikir mengenai diri kita sekarang, kita akan selalu berpikir dan bertindak sesuai dengan gambaran yang muncul pada cermin diri kita.
  3. Self Esteem (harga diri) adalah komponen yang bersifat emosional, merupakan komponen yang paling penting dalam menentukan sikap dan kepribadian kita. Harga diri merupakan kunci mencapai keberhasilan hidup, harga diri dapat kita artikan sebagai kecenderungan untuk memandang diri sebagai pribadi yang mampu dan memiliki daya upaya dalam menghadapi tantangan hidup yang mendasar dan kita merasa layak untuk hidup bahagia.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Lalu, bagaimana membentuk konsep yang positif Tentang Diri agar Anda bisa tetap eksis dan berbagi berbagai hal baik kepada masyarakat?

Membentuk konsep yang positif, yang Anda butuhkan adalah mulai saat ini tanamkan hal-hal di bawah ini:

  1. Yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah. Seseorang yang mempunyai rasa percaya diri akan merasa mampu dan yakin untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Jangan pernahlari dari masalah, dan percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
  2. Merasa setara dengan orang lain. Terkadang, kita memang bisa melihat kemampuan orang lain jauh di atas kita. Namun ada baiknya juga kita bisa selalu merendah diri, tidak sombong, mencela atau meremehkan siapa pun, selalu menghargai orang lain.
  3. Menerima pujian tanpa rasa malu. Setiap kali menerima pujian, terima pujian itu tanpa rasa malu dan tanpa menghilangkan rasa merendah diri. Jadi meskipun Anda menerima pujian, tidak terasa membanggakan dirinya apalagi meremehkan orang lain.
  4. Menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan dan keinginan serta perilaku yang tidak seharusnya disetujui oleh masyarakat. Setiap orang memiliki masalahnya sendiri, akan lebih baik bila Anda peka terhadap perasaan orang lain sehingga akan menghargai perasaan orang lain meskipun kadang tidak disetujui oleh masyarakat.
  5. Mampu memperbaiki karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian tidak disenangi dan berusaha mengubahnya. Anda juga harus mampu untuk mengintrospeksi diri sendiri sebelum menginstrospeksi orang lain, dan mampu untuk mengubahnya menjadi lebih baik agar diterima di lingkungannya.

Dasar konsep positif adalah penerimaan diri. Bila Anda telah menerima segala hal baik dan buruk serta kualitas diri, maka Anda bisa berperilaku rendah hati. Orang yang mengenal dirinya dengan baik merupakan orang yang mempunyai konsep mengenai diri yang positif.

Comments are closed.