Peraturan Lalu Lintas Baru yang Perlu Anda Ketahui

Lifestyle & Leisure

Peraturan lalu lintas selalu dikembangkan seiring berkembangnya waktu. Hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Setiap orang, baik yang tinggal di kota besar maupun kecil, pasti menggunakan jalan raya untuk beraktivitas. Terlebih bagi orang-orang yang bekerja, jalan raya merupakan hal yang tak bisa dilepaskan. Sebab, setiap harinya, saat berangkat dari rumah dan pulang dari kantor, pasti kita menggunakan jalan raya.

Tapi, disadari atau tidak, pengguna jalan raya semakin hari semakin tak terbendung. Hal ini berdampak cukup besar, mulai dari menanjaknya tingkat kemacetan hingga tendensi terjadinya kecelakaan lalu lintas semakin besar. Hal ini membuat  Kementerian Perhubungan menambah peraturan lalu lintas baru untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas belakangan ini. Peraturan baru tersebut dibuat karena banyaknya kecelakaan yang terjadi akibat hal sepele. Misalnya, bagi pengendara roda dua yang sering berkendara sambil mendengarkan musik lewat earphone. Hal tersebut membuat pengendara jadi tidak fokus pada apa yang terjadi di jalan raya, baik secara visual maupun suara. Sebab, mereka tak mendengar suara apa pun yang ada di sekitarnya saat berkendara.

Selain itu, ada beberapa peraturan lalu lintas baru yang sudah resmi diterbitkan dan wajib dipatuhi oleh para pengguna jalan raya. Apa saja peraturan tersebut? Mari kita simak penjabarannya di bawah ini!

Peraturan Lalu Lintas Baru yang Wajib Dipatuhi oleh Pengguna Jalan Raya

Tidak Boleh Merokok dan Mendengarkan Musik untuk Pengendara Motor

Seperti yang kita ketahui, kalau berkendara itu terkadang membuat kita bosan. Terlebih saat tak ada teman mengobrol, hal ini membuat kita menjadi mengantuk sepanjang jalan. Nah, biasanya para pengemudi memilih untuk mendengarkan musik atau merokok. Hal tersebut dianggap sebagai cara ampuh untuk mengusir kebosanan dan rasa kantuk.

Namun, bagi Anda yang punya kebiasaan di atas pada saat berkendara, terlebih bagi para pengendara motor, sebaiknya hal tersebut Anda tinggalkan. Sebab, ada peraturan lalu lintas baru yang melarang pengendara roda dua untuk mendengarkan musik dan merokok. Bagi siapa saja yang terbukti melanggar peraturan satu ini, sanksinya lumayan berat, yakni penjara maksimal tiga bulan dan denda sebesar Rp750 ribu.

Tidak Boleh Belok Kiri Langsung

Di persimpangan jalan biasanya kita tak asing dengan rambu yang bertuliskan “belok kiri langsung”. Melihat rambu yang seperti itu, para pengendara umumnya langsung belok tanpa melihat keadaan sekitar terlebih dahulu. Faktanya, rambu ini membuat tingkat kecelakaan lalu lintas semakin tinggi. Misalnya pengendara menabrak pejalan kaki yang sebenarnya bukan merupakan kesalahan dari pejalan kaki tersebut.

Dari peristiwa tersebut, peraturan yang dulu belok kiri boleh langsung, sekarang sudah diganti dengan peraturan lalu lintas yang baru. Mulai saat ini, pengemudi tidak boleh langsung belok kiri. Harus melihat keadaan terlebih dahulu apakah aman untuk dilewati. Jika sudah aman dan rambu belok kiri menyala maka kita baru boleh untuk melanjutkan perjalanan. Kalau Anda melanggar peraturan tersebut, Anda akan terkena sanksi berupa denda mulai dari Rp250 ribu sampai Rp500 ribu.

Tidak Boleh Pindah Jalur Dadakan

Sekarang, banyak sekali pengguna jalan yang berkendara tanpa mengikuti tata tertib dan tata krama di jalan. Mereka terkadang hanya memikirkan diri sendiri tanpa peduli pengemudi yang lain. Contohnya yang paling sering terjadi adalah tiba-tiba pindah jalur tanpa memberi peringatan kepada pengendara lain.

Selain dapat membuat pengendara lain jengkel, sikap berkendara seperti ini pun bisa menyebabkan kecelakaan. Maka dari itu, untuk menghindari cara berkendara yang tidak semestinya itu, dibuatlah peraturan lalu lintas baru. Peraturan tersebut mengungkapkan bahwa kalau ingin berpindah jalur harus memberi isyarat kepada pengguna jalan lain. Jika melanggar, akan ada sanksi yang harus diterima. Sanksi tersebut berupa kurungan selama satu bulan atau denda senilai Rp250 ribu.

Mulai sekarang, biasakanlah berpindah jalur dengan baik. Lihat kondisi lalu lintas di sekitar saat ingin berpindah jalur dan jangan lupa berikan tanda untuk pengemudi di belakang. Jika sudah aman, barulah berpindah jalur.

Tidak Boleh Berkendara di Trotoar

Trotoar dibuat untuk para pejalan kaki. Sebab, itulah satu-satunya akses bagi pejalan kaki untuk berjalan di jalan raya. Namun, sering kita lihat di jalan, banyak orang yang mengendarai sepeda motor di trotoar. Mereka melakukan itu dengan alasan terburu-buru harus menghindari macet. Jika trotoar digunakan untuk para pengendara, artinya pejalan kaki tidak memiliki akses untuk berjalan.

Untuk itu, peraturan lalu lintas baru pun dibuat bagi pengguna sepeda motor yang mengemudi di trotoar. Hukumannya adalah bisa dikurung selama dua bulan lamanya. Selain itu, pelanggar akan dikenakan denda sebesar Rp500 ribu. Jadi, alangkah baiknya kita sebagai pengendara sepeda motor untuk berkendara dengan baik dan benar agar tidak merugikan orang lain yang memiliki hak yang sama di jalan raya.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Dilarang Berhenti di Zebra Cross Saat Lampu Merah

Zebra cross adalah tempat bagi para pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Jadi, kendaraan tidak boleh berhenti di atas zebra cross saat lampu merah. Tapi, hal tersebut sangatlah sulit untuk ditemukan terutama di kota besar. Pemandangan kendaraan berhenti di zebra cross saat lampu merah sudah menjadi hal yang lumrah. Padahal, hal ini merugikan sekaligus membahayakan pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan.

Melihat hal ini, diterbikanlah peraturan lalu lintas baru berupa larangan berhenti di atas zebra cross bagi kendaraan saat lampu merah. Jika dilanggar, pengendara akan diberi hukuman kurungan penjara maksimal dua bulan. Selain itu, ada pula sanksi berupa denda sekitar Rp500 ribu. Daripada terjerat hukum hanya karena berhenti di atas zebra cross, alangkah lebih baik kita sebagai pengendara berhenti sesuai dengan tempat yang sudah diatur. Selain terbebas dari jeratan hukum, hal ini pun akan membuat para pejalan kaki merasa dihargai.

Sebagai pengendara yang baik, tentu kita harus mematuhi segala peraturan lalu lintas yang ada dan menaati peraturan baru yang sudah disebutkan di atas. Mari, jadilah pengendara yang sadar akan hak orang lain di jalan raya.

Comments are closed.