Cari Tahu Perbedaan Paspor 24 dan 48 Halaman!

Lifestyle & Leisure

Paspor umum biasa bersampul hijau memiliki dua kriteria yang berbeda. Selain ketebalannya, nyatanya ada banyak perbedaan paspor 24 dan 48 halaman.

Berbeda dengan e-KTP yang dimiliki semua penduduk Indonesia, paspor merupakan salah satu dokumen yang boleh dibilang “cukup mewah”. Bukan karena harganya, tapi karena peruntukannya adalah sebagai dokumen perjalanan ke luar negara Indonesia. Selain itu paspor secara khusus hanya diberikan oleh pemerintah melalui Dirjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Perwakilan RI di luar negeri kepada Warga Negara Indonesia (WNI).

Berdasarkan fungsinya saat ini terdapat tiga jenis paspor Indonesia. Seluruhnya dikeluarkan oleh lembaga yang berbeda-beda dan tentu saja dengan aturan masing-masing yang berbeda pula. Mari kita cari tahu jenis-jenis paspor Indonesia.

Jenis-jenis Paspor di Indonesia

jenis-jenis paspor Perbedaan Paspor 24 dan 48

  • Paspor biasa bersampul hijau, sebagai masyarakat awam yang ingin bepergian keluar negeri, paspor biasa bersampul hijau inilah yang umum dibuat dan dimiliki. Paspor hijau ini dikeluarkan oleh kementerian hukum dan HAM. Paspor ini juga terbagi menjadi 4 jenis yakni paspor biasa 24 halaman, paspor biasa 48 halaman, paspor biasa elektronik 24 halaman, dan terakhir paspor biasa elektronik 48 halaman.
  • Paspor kedinasan bersampul biru, paspor kedinasan bersampul biru merupakan paspor yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri khusus bagi Aparatur Sipil Negara dan konsultan pemerintahan yang ingin melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Berbeda dengan paspor biasa bersampul hijau, para pemohon paspor kedinasan wajib melampirkan surat kelulusan beasiswa atau letter of acceptance (LoA), surat izin atas, SP setneg, hingga guarantee letter dan berbagai macam surat semacam ini.
  • Paspor diplomatik bersampul hitam, terakhir paspor bersampul hitam merupakan paspor yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri bagi seseorang yang melakukan perjalanan diplomatik. Jenis yang ketiga inilah yang memiliki perbedaan besar dibanding jenis pertama dan kedua.

Baca Juga: Kabar Baik, Imigrasi Terbitkan Layanan Paspor 1 Hari Jadi!

Dari seluruh jenis paspor di Indonesia ini, boleh dibilang paspor diplomatik adalah salah satu yang paling istimewa. Bahkan di tahun 2015 sempat ramai anggota-anggota DPR memohon izin untuk diberikan paspor hitam ini, yang pada akhirnya tidak terlaksana.

Mengapa demikian? Karena seorang anggota diplomatik memiliki perlakuan istimewa yang sudah lazim dianut di dalam pergaulan internasional. Selain perlakuan istimewa tersebut, seorang anggota diplomatik juga mendapatkan hak imunitas serta hak ekstrateritorialitas.

Perbedaan Paspor 24 dan 48 Halaman

ketahui Perbedaan Paspor 24 dan 48

Bagi Anda yang pergi ke luar negeri dengan tujuan berlibur, umrah atau penugasan sementara biasanya Anda akan dibuatkan paspor biasa yang bersampul hijau. Tipe paspor ini memiliki 2 kriteria yaitu paspor 24 halaman dan paspor 48 halaman.

Pada situs resmi Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia dipaparkan terkait perbedaan paspor 24 halaman dan 48 halaman. Apa perbedaannya? Berikut ulasannya untuk Anda.

Menurut Surat Penegasan Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI.1040.GR.01.01 Tahun 2010 tentang Perubahan Kelima atas Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-458.IZ.02.03 Tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) yang intinya memberi penegasan terhadap enam hal, yaitu:

Baca Juga: Yuk, Mengenal Berbagai Warna Paspor di Dunia!

  • Paspor biasa yang berisi 24 halaman mempunyai fungsi dan derajat yang sama dengan paspor biasa yang berisi 48 halaman, perbedaan terletak pada fisik jumlah halaman dan tarif PNBP;
  • Paspor biasa yang berisi 48 halaman dapat diberikan kepada tenaga kerja Indonesia (TKI);
  • Masa berlaku paspor biasa yang berisi 24 halaman yang semula 3 tahun menjadi 5 tahun (sama dengan Paspor 48 halaman);
  • Masa berlaku Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang berisi 16 halaman yang semula berlaku 3 tahun menjadi 1 tahun;
  • Akan diterbitkan SPLP berbentuk lembaran dan dapat diberikan secara kolektif dengan masa berlaku paling lama 1 tahun dan hanya dipergunakan untuk perjalanan kembali ke wilayah Republik Indonesia;
  • Pembebasan biaya bagi TKI yang pertama kali bekerja di luar negeri diberikan paspor biasa berisi 24 halaman, jika menghendaki Paspor biasa yang berisi 48 halaman, maka dikenakan pembayaran biaya sesuai tarif PNBP yang berlaku bagi paspor 48 halaman.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kedua jenis paspor halaman memiliki derajat yang sama. Anda bisa memilih untuk membuat paspor di antara dua kriteria halaman tersebut. Karena sesungguhnya perbedaannya hanya pada jumlah lembaran dan biaya PNBP-nya saja. Untuk paspor 24 halaman sebesar Rp100 ribu dan 48 halaman sebesar Rp300 ribu.

Tetapi memang masih banyak stereotip yang beranggapan bahwa paspor 24 itu hanya diperuntukkan untuk TKI atau calon TKI saja. Padahal menurut pihak terkait, Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengirimkan surat ke Kementerian Luar negeri menyampaikan sosialisasi kepada Kedutaan-kedutaan Besar Negara-negara tersebut terkait samanya standar fitur-fitur pengamanan (security features) serta derajat Paspor RI 24 halaman dengan 48 halaman.

Sayangnya, hal tersebut nampaknya masih belum tersosialisasi dengan baik, mengingat hingga saat ini masih ada perwakilan negara lain yang menolak permohonan visa bagi WNI pemegang Paspor 24 halaman.

apa saja Perbedaan Paspor 24 dan 48

Akibat kesulitan yang sering dihadapi oleh pemegang paspor 24 halaman tersebut, maka sering kali petugas Imigrasi yang menerima permohonan pembuatan paspor 24 halaman lebih menganjurkan pemohon untuk membuat paspor 48 halaman saja. Anjuran tersebut tentunya demi menghindarkan pemohon dari permasalahan perijinan di kemudian hari.

Namun, pada akhirnya pilihan ada di tangan Anda. Anda bisa memilih dari kedua kriteria paspor hijau yang Anda inginkan, tentu dengan kemungkinan resiko yang ada. Tapi ada hal lain yang bisa dipertimbangakan, jika Anda termasuk orang yang jarang sekali bepergian ke luar negeri dan waktu berkunjung Anda yang relatif singkat, mungkin ada baiknya Anda membuat paspor 24 halaman saja mengingat harganya yang lebih murah.

Baca Juga: Paspor Online Memudahkan Masyarakat Memiliki Paspor

Berbeda dengan yang jarang bepergian ke luar negeri, bagi Anda yang justru sering melancong ke beberapa Negara dalam rentang waktu yang cukup sering, maka dianjurkan untuk langsung membuat paspor 48 halaman saja. Hal itu supaya di kemudian hari Anda tak perlu lagi mengurus pernambahan paspor.

Ternyata perbedaan pasor 24 dan 48 halaman tidak begitu banyak, sebab dari fungsi keduanya memiliki fungsi yang sama. Jadi dari informasi di atas, mana menurut Anda paspor yang sesuai dengan kebutuhan Anda?

Comments are closed.