Quarter Life Crisis, Definisi dan Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle & Leisure

Pernahkah Anda merasa sedang berada di titik terendah? Tidak pernah puas dengan capaian yang didapat dan selalu merasa kesepian? Ini adalah tanda-tanda Anda sedang berada di fase Quarter Life Crisis.

Istilah Quarter Life Crisis baru populer selama beberapa tahun ini, sering diitunjukkan bagi para generasi milenial yang sering mempertanyakan jati diri dan visi misi hidupnya. Bahkan hal-hal yang sebenarnya bukan bagian dari Quarter Life Crisis sering dikait-kaitkan, seperti sulit termotifasi dan kurang bersyukur.

Selain itu, Anda juga sering membanding-bandingkan diri sendiri dan orang lain, yang justru menjadi sebab Quarter Life Crisis ini muncul. Quarter Life Crisis bukanlah sesuatu yang keren dan bangga kita ucapkan. Sebaliknya ini adalah tanda bahwa kita harus segera membenahi diri. Mengerti arah tujuan hidup bukan tenggelam kedalam hidup yang terus pesimis.

Karena fase ini dapat dialami setiap orang maka sudah saatnya Anda bergerak menciptakan masa depan sesuai impian. Salah satu yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan memperbaiki manajemen keuangan, tidak boros, dan belajar berinvestasi.

Baca juga: Cara Menghemat Uang di Tengah Pandemi COVID-19

Asuransi dapat menjadi wadah kita untuk belajar mengatur keuangan sekaligus memaksa untuk tidak boros. Pilih asuransi jiwa yang tidak hanya sekadar memberi manfaat perlindungan jiwa saja, tapi juga Anda bisa sambil berinvestasi. Fase Quarter Life Crisis  akan segera berlalu, jangan sampai saat fase ini berakhir Anda tidak mempelajari apapun.

Apa itu Quarter Life Crisis?

Istilah ini merupakan penggambaran dari sebuah periode dalam kehidupan yang membuat kita merasa ragu, cemas, dan bingung dengan tujuan hidup. Orang yang sedang mengalami tahap ini, sering merasa harus berbenah diri, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Selain itu, mereka juga sulit mengendalikan diri dan sering merasa kesepian.

Umumnya Quarter Life Crisis dialami oleh orang yang berada di rentang usia 20-30an tahun. Sebenarnya fase ini adalah kondisi alami yang dirasakan semua manusia. Anda tidak perlu merasa cemas dan menganggap diri aneh jika merasakan tanda-tanda ini mendera. Namun, bukan berarti perasaan itu dibiarkan begitu saja. Anda harus belajar untuk mengendalikan faseini agar bisa menemukan kembali tujuan hidup.

Apa itu Quarter Life Crisis

Ada beberapa tanda yang menggambarkan bahwa Anda tengah mengalami Quarter Life Crisis, diantaranya:

  • Sering mempertanyakan hidup, mengenai apa tujuan akhir dari hidup, dan apa yang ingin dicapai
  • Sering merasa jalan di tempat dengan pencapaian kini. Merasa bahwa apa yang kini diraih jauh dari goal awal
  • Berkurang motivasi dan tidak punya semangat untuk menjalani rutinitas harian karena merasa bingung harus berbuat dan mencapai apa.
  • Tidak pernah bahagia dengan apa yang dipunya dan selalu merasa kurang, tapi tak punya cara untuk meraihnya
  • Tertekan dengan lingkungan sekitar yang kerap membandingkan diri sendiri dengan orang lain, atau pencapain kita dengan orang lain.

5 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Quarter Life Crisis

Buat Anda yang sedang mengalami fase yang membingungkan ini, tidak perlu gelisah sampai merasa sendiri dan kesepian. Sebab jutaan orang lain diluar sana juga merasakan hal serupa. Ada lima hal yang perlu Anda tahu jika merasa sedang berada di fase krisis 1/4 abad ini

Quarter Life Crisis Bukan Aib, Speak UP!

Penyebab Quarter Life Crisis

Saat memasuki usia 1/4 abad masalah mulai banyak mendera hidup. Mulai dari pekerjaan hingga hubungan pribadi hingga keluarga. Perpaduan masalah ini ditambah dengan kebingung Anda akan arah hidup seringkali menekan diri sendiri. Tidak jarang banyak orang yang berada di tahap ini berusaha menghapus perasaan tersebut dengan mengikuti banyak aktifitas fisik, sebagian ada yang melampiaskannya pada konsumsi kuliner berlebihan dan menutup diri dari orang lain.

Padahal jika ingin lekas keluar dari fase ini, kita justru harus menjadi pribadi yang lebih terbuka. Ceritakanlah apa yang Anda rasakan pada orang-orang terdekat seperti orang tua dan saudara. Memang, jalan keluar belum pasti didapat tapi setidaknya Anda sudah bisa mengungkapkan perasaan terdalam.

Social Media Menjadi Sebab Memburuknya Fase Quarter Life Crisis

Sebaiknya batasi akses media sosial sekarang juga jika Anda tak ingin meratapi kehidupan sendiri. Pasalnya, sosial media seringkali jadi media pembanding kita dengan orang lain. Melihat kesuksesan teman sebagai sebuah capaian yang gagal kita raih. Kemudian muncul perasaan rendah diri dan pesimis yang semakin membuatmu mengurung diri sendiri.

Mulai sekarang gunakan sosial media untuk hal-hal yang bermanfaat saja, misalnya belajar skill baru, menjaring relasi yang berguna untuk masa depan, atau belajar bisnis dari teman-teman online.

Fase Krisis 1/4 Abad Harus Dilawan dengan Aksi

Saat memasuki sebuah fase yang menurut Anda terburuk dalam hidup, kita tidak bisa terus tenggelam dalam kesedihan. Meratapi dan menangisi setiap kegagalan adalah hal yang sia-sia. Sebaliknya jika ingin keluar dari fase ini bersiaplah dengan langkah baru dan tujuan baru.

Baca juga: Apa Itu Ventilator? Berikut Kegunaan dan Manfaatnya!

Lupakan kegagalan yang pernah Anda alami, anggap itu adalah skenario tuhan yang mesti dijalani dan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Buat goal jangka pendek dan panjang agar Langkah Anda setiap harus lebih terukur. Jangan lupa berbagai kebahagiaan dengan lingkungan sekitar.

Muncul Karena Faktor Lingkungan

Quarter Life Crisis karena faktor lingkungan

Quarter Life Crisis  ini memang muncul secara alami dalam diri. Namun, sebenarnya ada pengaruh luar khususnya dari lingkungan sekitar yang membuat perasaan ini muncul ke permukaan. Tekanan dari orang tua dan kerabat misalnya, baik untuk soal hubungan pribadi, karir bahkan keuangan sering menjadi bom yang memicu munculknya krisis 1/4 abad.

Jika Anda merasa sudah mulai tertekan dengan tanggapan dan saran yang datang bertubi-tubi. Rehatkan pikiran dengan lakukan hobi yang menyenangakan, seperti berkebun, menulis atau kegiatan produktif lain yang menekan pikiran-pikiran negatif dalam diri.

Kurang Bersyukur jadi Pemicu Terbesar

Bersyukur bisa menjadi terapi yang baik untuk menghalau Quarter Life Crisis yang tengah Anda alami. Jika menerima diri apa adanya tanpa melihat keberhasilan orang lain sebagai tekanan atau beban, maka pikirkan Anda akan lebih ringan sehingga dapat mengambil setiap keputusan secara bijak.

Beryukur membuat kita lebih bahagia dengan apa yang dimiliki saat ini, dan bisa fokus untuk menata masa depan tanpa harus membandingkannya dengan orang lain atau berusaha mencapai sesuatu yang di set orang lain.

Baca juga: 5 Trik Menjawab Soal Kelemahan Diri Saat Wawancara Kerja

Itulah lima hal penting yang perlu Anda tahu soal Quarter Life Crisis. Jadi jika Anda sedang berada di masa itu, ikuti lima hal di atas dan yang pasti harus tetap berpikir positif.

Comments are closed.