Pahami 7 Tipe Rekan Kerja yang Wajib Diwaspadai

Lifestyle & Leisure

Di dalam dunia kerja, Anda akan memiliki berbagai macam sifat rekan kerja yang harus Anda ketahui. Berikut ini beberapa tipe rekan kerja yang wajib diwaspadai.

Dunia kerja memang sering kali tidak bisa diprediksi. Misalnya saja, Anda tidak bisa mengetahui secara detail bagaimana kondisi kerja suatu perusahaan jika bukan diri Anda sendiri yang berada di dalamnya.

Ya, ketika sudah memasuki sebuah lingkungan kerja, sering kali Anda dibuat terkaget-kaget. Pasalnya, satu lingkup kerja saja bisa terdiri dari beberapa orang yang berasal dari berbagai daerah, serta dengan sifat, dan karakter yang berbeda pula. Tak jarang, dari sekian orang tersebut, beberapa di antaranya harus Anda waspadai.

Apakah rekan kerja Anda sangat malas? Tukang gosip? Sangat cerewet? Atau bahkan temperantal? Tentunya, Anda tidak bisa pilih-pilih untuk urusan yang satu ini.

Solusi yang bisa Anda lakukan adalah mencoba dan belajar beradaptasi dengan orang-orang tersebut. Anda dituntut untuk pintar menemukan tip dan trik tepat dalam mengatasi masing-masing karakter rekan kerja yang berbeda-beda tersebut.

Baca juga: Karakteristik untuk Menjadi Generasi Milenial

Tipe Rekan Kerja yang Harus Diwaspadai

Nah, sebelum Anda mulai belajar untuk beradaptasi, pelajari dulu beberapa jenis rekan kerja berikut ini.

1. Tukang Gosip

waspadai rekan kerja

Selalu ada hampir di setiap tempat kerja yaitu tipe rekan kerja tukang gosip. Jenis yang satu ini akan sangat mengganggu Anda dengan kebiasaanya bergosip membicarakan orang lain. Si tukang gosip biasanya akan mengganggu waktu kerja Anda dengan cara mengajak Anda ngobrol. Mulai dari membicarakan rekan kerja yang lain, atau bahkan bergosip soal atasan.

2. Pemalas

Nah, yang satu ini tentu membuat Anda kesal. Tipe rekan kerja yang malas biasanya Ada di hampir semua perusahaan. Rekan kerja yang semacam ini akan sangat menyebalkan untuk diajak bekerja sama. Sifatnya yang malas akan membuat ritme kerja tim atau perusahaan menjadi lebih lambat. Hasilnya, akan banyak pekerjaan yang terbengkalai.

3. Cerewet

Tipe rekan yang satu ini biasanya bisa membuat Anda merasa pusing dan tidak betah di kantor. Sifatnya yang cerewet sering kali mengomentari berbagai hal yang Anda lakukan, mulai dari urusan pekerjaan hingga kehidupan pribadi. Si cerewet juga lebih banyak bicara daripada bekerja, sehingga sangat menyebalkan jika harus bekerja dalam satu tim dengannya.

4. Penjilat

Karakter penjilat biasanya membuat seseorang sering kali tidak punya pendirian. Ia tidak bisa fokus dan teguh pada pendapatnya dan lebih memilih sekadar ikut-ikutan atau membuat orang lain senang. Si penjilat biasanya akan selalu berusaha memihak atasan dan sesama karyawan yang menguntungkan posisinya. Dengan tidak menghiraukan siapa benar atau salah, mana yang baik dan buruk, si penjilat hanya fokus untuk mencari posisi aman dalam suatu lingkungan.

5. Suka Mengatur

Untuk tipe yang ini pastinya akan membuat Anda sebal bukan main. Pasalnya, si bossy sering kali sibuk memerintah rekan-rekan sesama karyawan. Tidak peduli apakah bawahan atau bahkan rekan setingkat akan diperintah sesuai kemauannya. Si bossy sering bergaya laiknya bos yang mengatur kinerja seisi kantor.

6. Pemarah

waspadai rekan kerja

Seseorang mungkin dilahirkan dengan karakter pemarah dan temperamen yang tinggi. Tidak hanya menyangkut urusan penting, seseorang dengan sifat temperamen seringkali marah untuk urusan sepele. Si pemarah juga akan sulit diajak berdiskusi atau bertukar pikiran. Pada dasarnya, orang pemarah akan sangat keras dan egois, serta memaksakan kehendaknya.

7. Sensitif

Mungkin akan sedikit melelahkan jika berurusan dengan karakter yang satu ini. Ya, si sensitif memang agak sulit untuk diatasi. Pada dasarnya, seseorang yang sensitif akan sangat mudah tersinggung, marah, atau bahkan menangis. Sayangnya, dalam dunia kerja dibutuhkan orang-orang yang profesional dan punya mental tangguh. Akan sangat merepotkan untuk menghadapi karakter sensitif seseorang dalam dunia kerja.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Negeri Sipil

Menjalin Komunikasi dengan Teman Kerja yang Baik

1. Memberikan Feedback yang Baik

Menghargai lawan kerja merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam hidup, tidak terkecuali dengan rekan di tempat kerja. Etika yang baik saat berbicara adalah mendengarkan apa yang dikatakan oleh lawan bicara dengan baik. Setelah itu, Anda juga wajib memberikan respons atau tanggapan terhadap apa yang telah disampaikan oleh si pembicara. Meskipun Anda tidak menyukai lawan bicara Anda, tetaplah tersenyum dan berikan respons yang positif.

2. Menerima Masukan dengan Baik

Di dalam sebuah perusahaan, tentu Anda akan bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Maka, Anda harus bisa memahami karakter orang lain dan juga harus bersifat terbuka terhadap kritik atau masukan yang Anda terima dari kolega kerja. Jangan langsung terbawa emosi atau menjadikannya masalah personal jika ada karyawan lain yang mengkritik Anda. Jadikanlah kritikan tersebut sebagai masukan yang membangun Anda, baik dari segi personal maupun profesional.

3. Jujur dan Terbuka

Sifat jujur dan terbuka penting untuk Anda miliki dalam dunia kerja. Kejujuran dan keterbukaan dapat melancarkan koordinasi dengan kolega kerja dan membuat kolega kerja Anda merasa lebih dihormati. Anda tentu tidak perlu melaporkan setiap hal kecil yang terjadi, namun apabila ada pekerjaan baru dari atasan, ada baiknya Anda mendiskusikannya dengan kolega kerja. Jangan sampai kolega kerja Anda merasa kurang dihargai, karena Anda menyimpan semua pekerjaan sendiri.

4. Mengapresiasi Kerja Rekan Anda

Apakah Anda pernah mengucapkan terima kasih setiap kali selesai mengerjakan tugas dengan kolega kerja Anda? Atau apakah Anda selalu menyatakan rasa senang Anda dapat bekerja sama dengan kolega kerja Anda dalam sebuah proyek? Jika belum, maka Anda harus mulai melakukan cara ini untuk mengapresiasi kerja keras mereka. Dengan begitu, kolega kerja Anda tentu akan merasa senang atas apresiasi tersebut dan hubungan Anda dengan kolega kerja membaik.

5. Jangan Bergosip

Untuk membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan sesama karyawan, Anda sebaiknya menghindari hal-hal yang dapat memunculkan kesalahpahaman seperti bergosip. Jangan pernah membicarakan orang lain kepada teman kerja karena akan membuat Anda dianggap sebagai tukang gosip. Namun, jika rekan Anda menceritakan salah satu rekan yang lain, jangan pernah menyebarkannya ke orang lain karena akan menghambat komunikasi di antara karyawan.

Baca juga: Cara Mudah Mencari Lowongan Pekerjaan, Pernah Coba?

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

6. Jadilah Humoris dan Menyenangkan

waspadai rekan kerja

Komunikasi akan terjalin dengan lebih efektif jika suasana di sekitarnya cair dan menyenangkan. Nah, untuk itu cobalah untuk sesekali menyelipkan humor saat berbicara dengan kolega kerja Anda. Menjadi humoris dapat membuat suasana lebih cair, asal humor yang Anda keluarkan tidak menyinggung orang lain. Cara ini terbukti sangat efektif untuk membangun keakraban dengan kolega kerja. Selain itu, suasana yang santai dan menyenangkan akan membuat Anda dan tim dapat dengan mudah menyampaikan ide-ide cemerlang tanpa adanya tekanan.

7. Berbicara Secara Langsung

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, teknologi komunikasi pun semakin berkembang. Saat ini, Anda dapat dengan mudah berkomunikasi dengan kolega kerja tanpa harus bertemu secara langsung. Walaupun cara tersebut lebih praktis, komunikasi secara online dapat membuat penyampaian informasi menjadi sulit dipahami dan sering menimbulkan kesalahpahaman. Berkomunikasi secara online membuat Anda sulit menebak ekspresi wajah ataupun bahasa tubuh dari lawan bicara. Bagaimana pun juga, berkomunikasi secara tatap muka adalah bentuk komunikasi paling efektif.

Comments are closed.