Scuba Diving Aman dan Nyaman, Kuasai Teknik Dasarnya!

Lifestyle & Leisure

Melakukan hal menantang seperti scuba diving, tentu tak boleh sembarangan. Kuasai dahulu teknik dasar dan persiapan lainnya ya!

Siapa yang tak bersemangat ketika melihat keindahan alam bawah laut, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri sebab di Indonesia saja Anda bisa menemukan banyak tempat yang tak kalah indahnya. Untuk menikmatinya tak cukup rasanya bila hanya melihat dari permukaan, scuba diving mungkin bisa jadi jawaban bagi Anda yang ingin lebih dalam lagi menemukan keindahan tersembunyi terumbu karang dan biota laut.

scuba diving kini tidak hanya sebagai ajang rekreasi semata, tapi menjadi alternatif olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan raga. Modalnya, Anda harus memiliki keberanian serta mau mematuhi peraturan diving, maka dijamin Anda akan terus ketagihan. Namun, bagi Anda yang baru akan melakukan diving, kenali dan pahami terlebih dahulu teknik dasar dan beberapa persiapannya ya! Di bawah ini penjelasannya untuk Anda.

Hal Dasar Memulai Scuba Diving Bagi Pemula

Belajar scuba diving bisa dilakukan  dengan mengikuti kursus pada lembaga-lembaga pelatihan diving yang telah tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Kursusnya tidak dapat ditempuh hanya dengan waktu 3 -4 hari tetapi akan memakan waktu yang lebih lama. Adapun pelatihan yang akan diberikan berupa:

Baca juga: Tabungan Hari Tua: Pengertian, Ragam dan Manfaatnya

Teori Scuba Diving

Mempelajari tentang tekanan dalam laut, persiapan menyelam, memilih dan memellihara peralatan selam.

Pelatihan di Kolam Renang

belajar scuba diving

Mulai belajar keterampilan menggunakan peralatan dalam air, beradaptasi dengan peralatan, serta menghadapi keadaan darurat.

Praktik di Laut

Mulai mencoba menyelam pada air laut, namun masih pada perairan dangkal yang jernih dan kaya terumbu karang.

Tak perlu khawatir bagi Anda yang belum lihai berenang, sebab saat memulai belajar hal  terpenting adalah memiliki pengetahuan dasar berenang sudah cukup. Hanya, untuk lulus pelatihannya, Anda dituntut untuk bisa berenang—setidaknya, bisa berenang sejauh 200 meter tanpa alat dan 400 meter dengan snorkel.

Hal yang Harus Dipersiapkan

Anda yang memiliki keinginan untuk melakukan diving, sebelumnya harus memerhatikan beberapa persiapannya. Adapun berikut hal-hal yang wajib Anda siapkan, antara lain:

Sertifikat Selam (Diving License)

Sebaiknya, setiap penyelam memiliki sertifikat selam. Sertifikat ini didapatkan setelah lulus kursus selam sebagai tanda telah mempelajari dasar menyelam dan layak melakukan aktivitas satu ini. Sertifikat selam ini diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang berstandar internasional, seperti PADI (Professional Association of Diving Instructors) atau SSI (Scuba Schools International).

Sertifikat selam memberitahu batas kedalaman yang diperbolehkan berdasarkan jam terbang dan keahlian yang diperoleh. Contoh, untuk tingkat awal yang disebut open water level, hanya boleh menyelam hingga kedalaman 18 meter sedangkan advance level bisa sampai 30 meter.

Memang, ada juga tempat-tempat yang menjadi tujuan rekreasi diving tanpa mewajibkan pengunjung memiliki sertifikat. Biasanya jadi tempat coba-coba diving dan hanya menyelam ke kedalaman 5 – 7 meter saja. Tapi, sertifikat tetap perlu bila ingin eksplorasi lebih dalam lagi. Kepemilikan sertifikat menandakan Anda telah mengetahui aturan yang mesti diterapkan saat diving. Artinya, jaminan bisa menjaga keselamatan saat menyelam tidak lagi diragukan.

Peralatan Menyelam

Kalau sertifikat menyelam adalah syarat administrasinya, berikut ini syarat yang tak kalah penting, yaitu peralatan untuk menyelam. Peralatan ini sejatinya sudah harus Anda miliki ketika Anda sedang menjalankan kursus menyelam, sebab peralatan ini juga digunakan saat Anda sedang melakukan pelatihan. Adapun peralatan yang harus Anda persiapkan, diantaranya:

  • Wet Suit
  • Mask & snorkel
  • Bouyancy compensator (BC)
  • Air tank
  • Fins
  • Dive booties
  • Weight belt
  • Dive computer
  • Pressure
  • Gauge
  • Alternate air source
  • Regulator

Salah satu syarat untuk diving adalah jangan cepat panik. Panik membuat Anda makin banyak bergerak. Pergerakan yang sia-sia menghabiskan jumlah oksigen dalam tanki. Jadi, mesti cerdik mengatur nafas, semakin Anda tenang, Anda bisa makin lama dalam air. Satu tabung oksigen biasanya bisa digunakan selama 15 menit untuk pemula, namun bagi yang sudah berpengalaman bisa 1 -1,5 jam.

Baca juga: Investasi Online yang Bisa Dicoba Para Kawula Muda

Teknik Dasar Scuba Dive

peralatan scuba diving

Bukan tanpa teknik, menyelam juga dibutuhkan keahlian yang dipadukan dengan teknik-teknik dasarnya. Dengan menguasai tekniknya, Anda akan mampu dengan aman dan nyaman melakukan diving. Berikut pemaparan teknik-teknik yang harus dikuasai untuk melakukan diving, antara lain:

Water entry

Sebelum masuk ke dalam air, perhatikan keadaan sekitar mencari waktu yang tepat untuk menceburkan diri. Lalu dekatkan dagu ke dada, pegang tabung dengan satu tangan agar tidak mengenai peralatan selam di belakang kepala, dan tekan masker dengan jari dan tutup mulut dengan telapak tangan.

Mask Clearing

Menghilangkan uap air di masker. Sedangkan mengeluarkan air yang masuk dengan menunduk lalu tekan masker sedikit kemuka dan keluarkan dengan cepat melalui bagian bawah masker yang terbuka dan memiliki katup kuras.

Equalizing

Penyesuaian tekanan di telinga akibat perbedaan tekanan darat dan laut. Caranya, mengeluarkan nafas sambil bibir ditutup dan memencet hidung.  Lakukan mulai dari kedalaman 1,3 meter.

Bouyancy

Pengaturan daya ambang tubuh di air. Bouyancy harus netral dengan mengatur udara dalam BC. Kondisi netral adalah ketika batas permukaan air berada di atas masker tanpa menggerakkan fin.

Regulator Handling

Teknik pemakaian dan pengambilan oksigen dari  tabung dengan regulator.

Buddy Diver

Salah satu prinsip menyelam yang harus dipatuhi adalah never dive alone. Artinya, selalu memiliki ‘teman’ saat menyelam supaya  ada yang mengetahui dan membantu pada keadaan darurat saat menyelam.

Manfaat untuk Kesehatan

Menyelam bukan hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan tapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaat melakukan diving, diantaranya:

Melatih Kelenturan Otot

Seluruh tubuh Anda bergerak untuk menjangkau lokasi penyelaman dengan lincah dan luwes.

Melancarkan Sirkulasi Darah

Otot yang bergerak secara konstan saat menyelam membuat sistem peredaran darah bekerja penuh untuk menyuplai oksigen dari darah. Kerja jantung pun menjadi lebih baik.

Sistem Pernafasan Lebih Lancar

Aktivitas menyelam melatih Anda bernafas secara konstan sehingga melatih otot-otot pada paru Anda.

Menurunkan Berat Badan Ideal

Setiap 30 menit, kalori yang terbakar sejumlah 300 – 400 kalori. Soalnya, bergerak dalam air lebih sulit daripada di darat sehingga kalori yang terbakar lebih dari 500 kalori dalam satu jam, tergantung tingkat kedalaman, kesulitan, dan pengalaman.

Menghilangkan Stres

Peredaran darah yang lancar dan sistem pernafasan teratur membuat Anda lebih rileks. Suasana alam bawah laut yang tenang, serta keadaan mengapung di air memberikan rasa damai dan tenang.

Adanya Bahaya Dekompresi

Teknik yang dipelajari dalam menyelam bukan tanpa tujuan. Terdapat risiko berbahaya bagi awam yang nekat melakukan diving tanpa sebelumnya melakukan pelatihan. Salah satu bahaya yang bisa terjadi yaitu dekompresi.

Tabung udara yang Anda bawa berisi 78% nitrogen, 20% oksigen, sisanya adalah gas-gas lain. Bila Anda menghirup nitrogen terlalu lama di bawah air menimbulkan dekompresi. Semakin lama menyelam, nitrogen dalam tubuh Anda semakin banyak.

tip scuba diving

Bila Anda naik ke permukaan dengan cepat dari kedalaman minimal 20 meter, nitrogen yang terakumulasi membentuk gelembung udara. Gelembung ini akan menyumbat aliran darah dan sistem saraf. Akibatnya, pembuluh darah pecah, menimbulkan stroke atau kelumpuhan, bahkan kehilangan kesadaran yang menyebabkan meninggal dunia.

Dekompresi timbul sesaat hingga maksimal 48 jam setelah menyelam apabila nitrogen tidak ternetralisir. Nitrogen dalam tubuh sehabis menyelam dinetralisir secara sempurna dalam waktu 12 – 24 jam. Karena itu, untuk menghindari terjadi dekompresi lagi, dilarang naik pesawat terbang dalam jangka waktu 24 jam sesudah menyelam.

Baca juga: Kiat Sukses Menabung Sebagai Dana Pensiun Dini

Untuk menghindari dekompresi, naik secara perlahan dengan kecepatan maksimal 18 meter per menit. Apabila dari kedalaman 30 meter ke atas, Anda harus berhenti dulu selama 3 – 5 menit (safety stop) 5 meter sebelum mencapai permukaan.

Keseruannnya memang tak bisa ditampik, melihat orang lain menyelam saja sudah bisa menggugah adrenalin, apalagi bisa langsung merasakan sensasinya. Bagi Anda yang tertarik, jangan menunda-nunda, segera ikut pelatihannya supaya bisa menikmati keindahan bawah laut dengan teknik dan cara diving yang baik dan benar. Selain itu, untuk mengantisipasi situasi yang kurang menguntungkan, lengkapi diri Anda dengan perlindungan jiwa dan travel dari Futuready. Selamat menyelam!

Comments are closed.