Sekolah Internasional dan Nasional: Lebih Baik Mana?

Lifestyle & Leisure

Saat ini bukan hanya sekolah berbasis nasional saja, tetapi sudah menjamurnya sekolah internasional yang siap memberikan pendidikan berkualitas. Lantas, apa perbedaan dari kedua sekolah tersebut?

Keberadaan sekolah internasional di Indonesia memang semakin kuat. Perlahan tapi pasti, sekolah bertaraf internasoinal ini terus bermunculan di berbagai penjuru nusantara, khususnya di kota-kota besar. Menawarkan sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan juga bermutu membuat sekolah ini semakin banyak diminati oleh para orangtua yang menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan terbaik.

Selain sistem pendidikan yang berkualitas, dengan memanfaatkan nama ‘international’ hampir semuanya menyelipkan atau menambahkan kurikulum tertentu yang tentunya di luar standar nasional. Nah, jika Anda bertanya-tanya apa perbedaan dari sekolah nasional dan internasional, berikut ini perbedaan yang paling mendasar dari kedua sistem sekolah tersebut.

[the_ad id=”41012″]

Perbedaan Sekolah Internasional dan Nasional

Kurikulum

Kurikulum yang digunakan di sekolah internasional, mengacu kepada kurikulum internasional, seperti Cambridge International Examination (CIE) dan International Baccalaureate (IB). Untuk menerapkan kurikulum ini, sekolah mesti mendapatkan sertifikasi resmi dari lembaga bersangkutan. Tenaga pengajar dan fasilitas yang ada juga harus sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Sekolah nasional, baik negeri maupun swasta lokal menggunakan kurikulum nasional yang telah dirumuskan oleh Kementrerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum pendidikan di sekolah nasional, menitikberatkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pada perkembangannya, sejak dua dekade terakhir, baik sekolah internasional atau nasional juga mengadopsi sebagian kurikulum internasional, seperti Cambridge, Amerika, dan Eropa.

Bahasa Pengantar

Bahasa pengantar yang digunakan oleh sekolah internasional yaitu Bahasa Inggris, ada pula yang menggunakan Bahasa Mandarin dan Bahasa Jerman. Guru di sekolah internasional kebanyakan adalah native speaker atau penutur asli, sehingga dapat membuat anak lancar berbahasa asing dengan baik dan benar.

Sementara itu, sekolah nasional memakai Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, sesuai dengan kurikulum pembelajaran yang berlaku. Selain Bahasa Indonesia, di tingkat daerah juga masih mengajarkan bahasa daerah sebagai muatan lokal.

Sistem Pembelajaraan

Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah internasional lebih sedikit. Mereka memfokuskan pada pelajaran matematika, bahasa inggris, fisika, kimia, bahasa mandarin, dan beberapa pelajaran pilihan sehingga pembahasan materi lebih mendalam.

Berbeda dengan internasional, sekolah nasional memiliki lebih banyak mata pelajaran yang diajarkan, selain bahasa dan ilmu pasti, juga pendidikan seni, olahraga, ilmu sosial, keterampilan. Sehingga tugas yang harus dikerjakan siswa juga sangat banyak, di samping ulangan harian yang bisa berlangsung setiap hari.

Fasilitas

Dari segi fasilitas, baik sekolah internasional atau nasional memiliki standar masing-masing. Fasilitas di sekolah ini, sebanding dengan biaya pendidikan yang mahal. Mereka memiliki ruangan kelas ber-AC, koleksi perpustakaan yang lengkap, sarana olahraga, kantin sekelas food court di mal, dan media pembelajaran multimedia.

Bagi sekolah nasional milik pemerintah (sekolah negeri) fasilitas standar disediakan pemerintah melalui anggaran dana pendidikan. Ketersediaan fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga, kantin, peralatan kesenian, dan perpustakaan menjadi standar yang harus dipenuhi. Begitu juga dengan sekolah swasta. Bedanya, dana yang dipergunakan berasal dari biaya operasional yang didapat dari iuran pendidikan siswa dan dana yayasan (jika ada).

Tugas sekolah

Siswa di sekolah internasional juga mendapat tugas yang berbeda. Biasanya sekolah berbasis internasional lebih memberikan tugas praktik. Contohnya untuk pelajaran Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, para siswa ditugaskan untuk membuat makalah dari hasil analisa sebuah novel, puisi, atau cerpen.

Ujian

Ujian yang dilalui siswa sekolah ini pun berbeda. Mereka enggak hanya melalui ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS). Tapi juga ujian resmi dari IB. Namun, ujian resmi dari IB itu hanya dilakukan sekali saja disaat siswa sudah memasuki kelas 12. Sebelumnya hanya mengadakan mock exam atau semacam try out. Selain itu, tiap ujian berupa makalah yang harus dijawab secara esai. Jadi, tidak ada yang namanya tebak-tebak berhadiah di pilihan ganda.

[the_ad id=”41028″]

Keuntungan Menjadi Siswa Internasional

Berikut ini beberapa keuntungan menjadi siswa sekolah internasional.

Belajar Lebih Interaktif

Di sekolah ini Anda diberi ruang yang luas untuk bicara mengungkapkan isi pikiran. Guru tidak hanya menerangkan di depan kelas sendirian, tapi juga berinteraksi dua arah dengan murid.

Tidak Ada IPA-IPS

Penjurusan IPA-IPS-Bahasa adalah penjurusan dalam kurikulum sekolah nasional. Hal ini tidak berlaku untuk sekolah berbasis internasional. Kurikulum yang digunakan di antaranya adalah International Baccalaureate (IB) dan Cambridge.

Santai Bicara Bahasa Inggris

Namanya juga sekolah internasional, menggunakan bahasa Inggris adalah hal lumrah. Meskipun begitu, di luar pembelajaran, bahasa Inggris tidak wajib digunakan.

Merasakan Kurikulum Internasional Harus Mengikuti UN

Maklum saja kalau sekolah berbasis internasional yang ada di Indonesia maka harus ikut peraturan di negara ini. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 31/2014, sekolah yang kini disebut Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) itu pun mewajibkan UN bagi peserta didik berkewarganegaraan Indonesia.

[the_ad id=”41056″]

Beban Ujian Lebih Berat

Pelajaran yang harus ditempuh di sekolah ini diserap cukup berat karena menggunakan kurikulum IB. Soalnya, ujian tiap mata pelajaran ada dua bentuk, satu berupa teori dan satunya lagi studi kasus.

Ditambah lagi para siswa harus membuat esai bernama extended essay dan theory of knowledge. Di situs resmi IB, ibo.org, extended essay dibuat sepanjang 4000 kata. Sedangkan theory of knowledge dibuat sepanjang 1600 kata dan harus dipresentasikan.

Setelah Lulus jadi Terbiasa Bikin Tugas Esai

Di sekolah internasional, tugas-tugas esai yang berjibun ternyata punya dampak positif. Apalagi ketika para siswa lulus dan menginjak bangku kuliah.

Comments are closed.