Perbedaan Shabu-shabu, Yakiniku, dan Sukiyaki

Lifestyle & Leisure

Shabu-shabu secara sepintas mirip dengan yakiniku dan sukiyaki. Tapi tentu, ketiganya memiliki perbedaan yang signifikan.

Bagi Anda yang hobi kuliner, terlebih lagi Anda yang sangat suka dengan masakan Jepang pasti sudah sangat familiar dengan shabu-shabu, yakiniku, dan sukiyaki. Pasalnya ketiga makanan tadi memang sering sekali dikaitkan dengan menu buffet pada restoran Jepang.

Namun sayangnya meskipun sudah sering mendengar nama dari ketiga hidangan asli Jepang tadi, sebagian besar dari Anda kemungkinan besar masih cukup kesulitan jika disuruh untuk membedakan antara satu dengan yang lainnya.

Shabu-shabu, yakiniku, dan sukiyaki secara sekilas memang akan terlihat sama. Hidangan yang disajikan dengan menggunakan kuah panas. Nantinya para pengunjung akan menikmati beragam jenis sayuran hinga daging dengan cara dicocolkan ke dalam sebuah saus.

Baca juga: 10 Makanan Tidak Sehat yang Wajib Dihindari

Shabu-shabu

Shabu-shabu atau shabu shabu ini merupakan makanan Jepang jenis Nabemono berupa sebuah irisan daging sapi yang sangat tipis yang dicelupkan ke dalam penci khusus berisi air panas di atas meja makan.

Cara memakannya pun cukup unik, irisan tipis daging sapi tadi dicampurkan tipis-tipis ke dalam kuah terlebih dahulu sebelum dimakan dengan saus atau tare yang mengandung wijen yang disebut dengan gomadare atau ponzu.

Selain itu, di dalam panci biasanya juga dimasukkan sayur-sayuran dan tahu atau kuzukiri. Selain daging sapi, jenis daging lain yang biasanya dimakan secara shabu-shabu adalah daging babi, domba, ayam, ikan fugu, kakap, dan gurita.

Gyushabu adalah sebutan untuk shabu shabu dari daging sapi. Di Hokkaido, shabu shabu dari daging domba dikenal dengan sebutan ramushabu. Kemudian jika dari daging babi sering disebut dengan nama tonshabu atau butashabu. Di Nagayo, terkenal dengan shabu shabu dengan ayam Nagayo Kochin yang disebut dengan nowatorishabu.

Yakiniku

Sementara itu, yakiniku merupakan teknik memasak dengan cara membakar bahan masakan seperti halnya barbeque. Yaki berarti dibakar dan niku berarti daging. Daging yang sebelumnya sudah direndam di dalam saus yakiniku lalu dibakar di atas bara api. Satu hal yang pasti adalah daging yang sudah dibakar tadi akan dimakan dengan cara dicocolkan ke dalam saus yakiniku.

Ada beberapa versi dari saus yakiniku, tapi umumnya hasil akhirnya adalah rasa gurih dan manis dengan aroma wijennya yang cukup kuat. Biasanya, saus yakiniku dibuat dengan shogu atau kecap asin khas Jepang, gula, mirin, bawang putih, minyak wijen dan biji wijen yang sebelumnya sudah disangrai. Kunci dari saus yakiniku terletak pada biji wijen yang menambah aroma pada saus tersebut.

Beberapa versi lain dari saus yakiniku ada yang ditambah dengan sake dan perasan jeruk atau cuka beras. Kemudian pada perkembangannya, saus yakiniku ini kerap kali digunakan untuk merendam daging atau marinate, saus olesan pada daging yang akan dibakar dan sebagai saus cocolan.

Ada juga, yakiniku ditujukan ke hidangan yang dimasak dengan saus yakini. Cara memasaknya dengan cara dioseng di wajan atau dibakar di atas kompor, atau juga dengan cara teppanyaki atau dimasak di plat datar (teppan).

Baca juga: Bagian Daging Sapi dan Berbagai Olahannya

Sukiyaki

Hampir mirip dengan shabu-shabu, sukiyaki adalah irisan tipis daging sapi, sayur-sayuran, dan tahu di dalam sebuah panci besi yang dimasak di atas meja makan dengan cara direbus. Cara memakannya dengan mencelupkan irisan daging sapi tadi ke dalam kocokan telur ayam.

Biasanya, sayur-sayuran untuk sukiyaki terdiri dari bawang bombai, sawi putih, daun bawang, shungiku, jamur shirataki yang memiliki bentuk menyerupai soun berwarna bening atau sedikit abu-abu.

Sukiyaki sendiri dikenal dengan dua versi, yakni sukiyaki versi daerah Kansai dan sukiyaki versi daerah Kanto. Keduanya memiliki perbedaan dari cara penyajiannya, jenis bumbu dan juga rasanya.

Sukiyaki versi Kansai seringnya hanya dimasak menggunakan bumbu kecap asin dan gula pasir saja. Kemudian untuk sukiyaki versi Kanto seringnya dimasak menggunakan saus warishita, yakni campuran dari kecap asin, dari, gula pasir, dan mirin yang dimasak terlebih dahulu.

Menurut cara Kansai, potongan dari lemak sapi dicairkan di dalam panci sebelum memasukkan irisan daging sapi. Setelah itu bumbu yang berupa gula pasir dan kecap asin dituangkan sekaligus dalam jumlah yang banyak di atas daging yang sudah matang kemudian diaduk-aduk dengan sayur-sayuran hingga matang. Berbeda dengan cara Kanto, bumbu warishita terlebih dahulu dididihkan di dalam panci sebelum semua bahan dimasukkan.

Baca juga: Fakta Menarik Daging Wagyu Khas Jepang

Perbedaan Shabu-shabu, Yakiniku, dan Sukiyaki

Secara garis besar, yakiniku sangat berbeda dengan shabu shabu dan sukiyaki. Dari ketiga jenis masakan asli Jepang ini, shabu-shabu dan sukiyaki yang memiliki banyak kesamaan. Bahkan jika dilihat sekilas keduanya tidak ada bedanya sama sekali.

Namun sebenarnya dari keduanya ini terdapat sebuah perbedaan yang sangat mendasar. Apa itu?

Shabu-shabu kuahnya tidak diberi bumbu, jadi tidak ada rasanya. Hanya air tawar biasa saja yang direbus. Dan cara makannya semua bahan makanan direbus lalu dicelupkan ke dalam saus yang sudah disediakan. Barulah Anda bisa menikmatinya.

Sedangkan untuk sukiyaki, kuahnya diberi sedikit bumbu seperti kecap, gula, sake, dan lain sebagainya. Selain itu, kuah sukiyaki terlihat agak kecokelatan dan disediakan telur. Telur ini digunakan pada saat Anda menikmati hidangan sukiyaki, caranya telur dipecahkan, letakkan di mangkuk, lalu diaduk.

Barulah irisan tipis dari daging yang sebelumnya sudah direbus diambil dan dicelupkan pada kocokan telur tadi. Barulah Anda bisa menikmati hidangan sukiyaki ini. Ingat, cara makan menggunakan telur ini hanya untuk daging saja, sedangkan untuk sayuran tidak menggunakan telur.

Sementara itu untuk yakiniku, perpedaan yang paling mencolok jika dibandingkan dengan shabu-shabu dan sukiyaki adalah cara pengolahan dagingnya. Pada yakiniku, dagingnya dipanggang. Sedangkan pada shabu-shabu dan sukiyaki dagingnya direbus.

Comments are closed.