Potret Fakta Menarik dari Film The Wolf of Wall Street

Lifestyle & Leisure

The Wolf of Wall Street merupakan salah satu film box office yang menyita mata dunia. Namun, di balik suksesnya film tersebut, ada bebera fakta menarik yang belum semua diketahui.

Sebagai informasi awal, film The Wolf of Wall Street adalah sebuah film biografi komedi kriminal Amerika Serikat tahun 2013 yang disutradarai oleh Martin Scorsese dan diproduseri oleh Martin Scorsese, Leonardo DiCaprio, Riza Aziz, Joey McFarland dan Emma Tillinger Koskoff. Naskah film ini ditulis oleh Terence Winter berdasarkan buku The Wolf of Wall Street karya Jordan Belfort. Selain menjabat sebagai produser, Leonardo DiCaprio juga turut membintangi film ini bersama artis papan atas lainnya, seperti Jonah Hill, Margot Robbie, Matthew McConaughey, Kyle Chandler, Rob Reiner, Jon Bernthal, Jon Favreau, dan Jean Dujardin. Film ini ditayangkan secara perdana di Ziegfeld Theatre pada tanggal 17 Desember 2013 silam dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 25 Desember 2013. Film ini mendapatkan review rata dari para kritikus dan antusias masyarakat dunia yang menyaksikan juga sangat banyak. Tidak heran jika film ini sukses mendapatkan USD116,900,694 di Amerika Utara dan USD275,100,000 di negara lain. Total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini mencapai USD392,000,694, melebihi anggaran produksi film USD100 juta. Mendapatkan jumlah penonton dan keuntungan yang besar, film ini menempati posisi kelima di box office di belakang film The Hobbit: The Desolation of Smaug, Frozen, Anchorman 2: The Legend Continues,dan American Hustle.

Baca juga: Film Hollywood Terlaris Sepanjang Masa, Mana Favorit Anda?

Fakta Menarik dari Film The Wolf of Wall Street

Mungkin hampir sebagian besar masyarakat Indonesia telah menyaksikan film ini. Namun, apakah Anda sadar bahwa ada fakta menarik dari alur cerita tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa potret fakta menarik dari film satu ini.

Butuh Waktu yang Panjang untuk Hadir di Layar Lebar

Awalnya, Alexandra Milchan mendapatkan hak untuk memfilmkan biografi yang ditulis oleh Jordan Belfort ini. Milchan kemudian mendatangi Terence Winter untuk menulis naskahnya. Pada 2007, Milchan menawarkan proyek film ini pada Leonardo DiCaprio yang saat itu punya kontrak dengan Warner Bros. DiCaprio akhirnya membawa naskah ini pada Martin Scorsese dan berencana untuk memfilmkannya. Setelah sempat hilang dari pembicaraan selama beberapa tahun, Scorsese yang punya waktu lowong setelah menyelesaikan “Hugo” (2011) akhirnya dapat membuat film ini dengan Red Granite Pictures.

Pilihan Margot Robbie untuk Tampil Seksi dalam Film

Bagi seorang aktris pendatang baru seperti Margot Robbie, tampil telanjang dalam sebuah film merupakan sesuatu yang harus dipertimbangkan matang-matang demi masa depan kariernya. Meski sempat ragu dengan sejumlah adegan yang mengharuskannya untuk hadir tanpa busana, manajernya akhirnya meyakinkan Robbie bahwa ia perlu mengambil peran ini. Berkat totalitasnya dalam berakting, aktris asal Australia ini pun menyanggupi tampil bugil dalam sebuah adegan meski sang sutradara sudah memberinya pilihan alternatif. “Intinya, tentang Naomi, tubuhnya merupakan satu-satunya bentuk mata uang dalam dunia yang ditinggalinya ini. Jadi ketika Marty [Scorsese] mencoba untuk membantu saya dan berkata bahwa dalam adegan saat ia menggoda Jordan, mungkin saya dapat mengenakan jubah tidur, saya bilang Naomi tak akan melakukannya. Ia harus tampil telanjang. Ia menunjukkan semua yang ia punya,” ungkapnya pada The Telegraph.

Bahan Penganti untuk Kokain Adalah Vitamin B

Apakah Anda penasaran apa yang digunakan oleh kru untuk menggantikan bubuk kokain yang dihirup oleh Belfort dan kawan-kawan dalam filmnya? Ternyata, bahan yang mereka gunakan adalah vitamin B.

Baca juga: 5 Film Kisah Nyata yang Wajib Anda Tonton

Jonah Hill Hanya Dibayar Sebesar USD60.000 untuk Film Tersebut

Dalam sebuah wawancara radio dengan Howard Stern, Jonah Hill mengungkapkan bahwa dirinya hanya dibayar sebesar USD60.000 untuk memerankan Donnie Azoff dalam film tersebut. Hill rela menerima bayaran yang hanya setara dengan upah minimum SAG (Screen Actors Guild) untuk syuting selama hampir tujuh bulan demi dapat berperan dalam film Martin Scorsese.

Banyak Bagian Dari Film Merupakan Rekayasa Komputer

Tak sadar bahwa banyak bagian dari film yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio ini merupakan rekayasa komputer? Bila Anda menyaksikan VFX reel dari Brainstorm Digital, Anda dapat melihat bahwa beberapa adegan yang terlihat natural dan seperti disyuting biasa sebenarnya telah dimodifikasi dengan CGI.

Baca juga: Sering Nonton Film di Bioskop? Tahu Etika Ini?

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Rumah yang Dipakai Sebagai Kediaman Keluarga Belfort dalam Film Punya Ukuran Jauh Lebih Besar Dari Rumah Belfort yang Asli

Meski berada dalam area yang sama, rumah Belfort yang asli merupakan rumah bergaya Tudor dengan ukuran lebih kecil. Untuk rumah pantai tempat pesta dilangsungkan, sang desainer produksi, Bob Shaw, juga tidak memilih rumah yang ada di Hamptons. Rumah pantai yang akhirnya dipilih berada di Sands Point, New York, dan punya gaya yang lebih kontemporer. Sementara itu, rumah pantai Belfort yang asli punya dekor yang lebih tradisional dengan gaya shabby chic.

Banyak Menampilkan Adegan Seks

Meski menampilkan banyak adegan seks, sang sinematografer, Rodrigo Prieto, merasa tidak ada kesulitan pada saat syuting karena dirinya tak diberi banyak batasan. Menurut Prieto, film pertamanya yang mendapat perhatian Martin Scorsese adalah “Lust, Caution” (2007) yang sama-sama menampilkan banyak adegan telanjang. “Film ini, khususnya, adegan telanjangnya mudah difilmkan. Justru, pendekatan mereka sangat terbuka, dan tidak ada perasaan bahwa ada batasan,” kata Prieto pada CineMovie.tv. “Saya sangat heran dengan hal-hal yang saya filmkan. Saya tidak percaya hal-hal ini akhirnya bisa ditampilkan di layar. Akhirnya mereka harus memotong atau merapikan beberapa adegan, tapi hasilnya tetap saja luar biasa. (Sumber foto: IMDb)

Comments are closed.