6 Langkah Zero Waste yang Harus Dilakukan Saat Ini!

Lifestyle & Leisure

Zero waste merupakan gerakan untuk mengajak masyarakat dalam mengurangi bahkan menerapkan bebas sampah mulai dari diri sendiri hingga lingkungan.

Zero waste atau yang disebut sebagai gerakan bebas sampah adalah suatu konsep gaya hidup yang memiliki tujuan untuk meminimalisirkan terjadinya sampah bahkan benar-benar bebas dari sampah. Konsep ini diharapkan mampu mendorong perancangan ulang daur sumber daya, dari sistem linier menuju siklus tertutup, sehingga semua produk digunakan kembali. Tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan insinerator atau teknologi termal lainnya (gasifikasi, pirolisis). Proses yang terbaik adalah meniru bagaimana sumber daya di daur ulang secara alami.

Menerapkan zero waste atau bebas sampah membutuhkan usaha dan kerja keras. Sebab, tidak semua masyarkat mampu mengendalikan diri untuk tidak menggunakan barang-barang yang pada akhirnya hanya berunjung sampah. Contohnya, pemberhentian untuk tidak menggunakan kantong plastik. Meksipun terkesan simpel, tetapi sangat sulit dilakukan. Hal ini dikarenakan, masyarakat sudah diterbiasakan dengan penggunaan kantong setiap kali mereka berbelanja.

Sekadar informasi dan mungkin bisa menjadi panutan bahwa di Bali, sudah mulai diberlakukan anti kantong plastik. Semua mini market dan juga pusat perbelanjaan sudah memberlakukan untuk tidak memberikan kantong plastik kepada konsumen yang berlanja. Namun, selain menghilangkan penggunaan kantong plastik, berikut ini beberapa langkap zero waste yang bisa Anda lakukan.

6 Langkah Mudah Zero Waste yang Harus Dilakukan Sekarang Juga!

Dari sekian banyak cara untuk mengurangi sampah, ada enam cara yang paling mudah untuk dilakukan. Berikut ini ulasannya.

Memisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Pasti Anda sudah tahu bahwa gerakan memisahkan antara sampah organik dan anorganik sudah dilakukan sejak lama. Hal ini terlihat dari beberapa tempat sampah baik di pinggir jalan maupun di mal yang sudah memisahkan antara tempat sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup, baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Contohnya adalah daun yang berjatuhan, sisa sayuran, ikan-ikanan, dan masih banyak lagi. Berbeda dengan organik, sampah anorganik adalah sampah yang tidak bisa terurai dan cenderung merusak lingkungan, seperti kantong plastik, botol plastik bekas, dan lain-lainnya.

Seharusnya gerakan ini sudah memberikan hasil sedikitnya kepekaan masyarakat terhadap perbedaan sampah organik dan anorganik. Nah, sekarang sudah tahu kan perbedaan antara sampah organik dan anorganik. Jadi, jika ingin membuang sampah, dilihat dulu ya tempat sampah tersebut sudah sesuai dengan jenis sampah yang Anda buat atau tidak.

Membawa Botol Minum dan Alat Makan Sendiri

Jika Anda ingin makan di luar atau harus beraktivitas di luar rumah, bawalah botol minum dan alat makan sendiri. Membawa botol minum sendiri selain baik untuk lingkungan juga tentunya akan menghemat pengeluaran, lho.

Masih banyak tempat makan di luar sana yang menggunakan peralatan makan berbahan dasar plastik dan tentunya sangat berdampak buruk bagi lingkungan. Jadi, selalu sediakan sendok, garpu dan sumpit sendiri. Belilah sedotan stainless, kaca, atau silikon untuk menghindari penggunaan sedotan plastik, karena sedotan plastik adalah salah satu dari 10 jenis polusi plastik di laut.

Kurangi Makan di Luar

Terkadang saat Anda merasa bosan dengan masakan yang itu-itu saja atau merasa malas untuk memasak, salah satu cara untuk mendapatkan makanan adalah dengan pergi ke restoran atau memesan delivery untuk makan. Namun, ada akibat yang harus ditanggung oleh lingkungan saat Anda memilih untuk membungkus makanan atau memesan delivery. Rata-rata bungkusan yang digunakan oleh tempat makan untuk membungkus makanan terbuat dari bahan-bahan yang sulit atau bahkan tidak bisa terurai, seperti styrofoam.

Untuk mengurangi hal itu, bawalah kotak makan Anda sendiri untuk membungkus makanan atau lakukanlah meal prepping (menyiapkan makanan dalam jumlah banyak untuk beberapa kali makan atau beberapa hari). Selain mengurangi sampah, meal prepping dapat menghemat waktu, menghemat uang, dan tentunya membuat Anda mengonsumsi makanan yang lebih sehat.

Bulk Shopping

Jika diartikan, bulk shopping adalah “berbelanja dalam jumlah besar”. Namun, pengertian bulk shopping lebih dari itu. Sebenarnya, praktik bulk shopping sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia setiap kali berbelanja di pasar tradisional. Produk-produk lokal yang dijual di pasar tradisional bisa dibeli secara sekaligus, dan tidak dikemas secara satuan seperti di toko swalayan. Hal yang perlu diingat saat melakukan bulk shopping adalah membawa tas belanja, kotak plastik, toples kaca, dan hal-hal lainnya yang akan mengurangi jumlah plastik yang dibawa pulang.

Mengurangi Konsumsi Kertas

Selain plastik, sampah kertas adalah salah satu sampah yang paling mudah dibuat tiap hari. Sadarilah bahwa penggunaan kertas yang berlebihan berdampak buruk pada hutan dan juga menghasilkan sampah yang seharusnya tidak perlu dihasilkan. Namun, untuk menanggulangi hal ini sudah dilakukan berbagai cara, salah satunya adalah diadakannya e-book untuk para pelajar sehingga tidak ada lagi buku teks atau buku pelajaran. Selain itu, salah satu gerakan yang bisa Anda lakukan sendiri adalah dengan meminta pihak bank untuk mengirimkan tagihan kartu kredit melalui e-mail daripada harus dikirimkan ke rumah dalam bentuk hard copy.

Itulah beberapa langkah zero waste yang bisa Anda lakukan. Tentunya, untuk mengurangi sampah sangat banyak cara yang bisa dilakukan. Namun, keenam cara di atas bisa dikatakan hal yang paling mudah untuk dilakukan karena semuanya menyangkut kehidupan dan kebiasaan sehari-hari Anda.

Mulai kebiasaan baik ini secara perlahan dan mulailah dari sekarang!

Comments are closed.