12 Kesalahan Mengemudi yang Wajib Dihindari, Apa Saja?

Mobil

Dalam berkendara keamanan dan keselamatan merupakan hal penting, Oleh karena itu, hindari beberapa kesalahan mengemudi yang biasa terjadi! apa saja?

Mengemudi kini menjadi keahlian yang bisa dibilang penting, hal itu sebab mobilitas tinggi telah menjadi keharusan bagi kelancara kegiatan sehari-sehari. Bagi Anda yang mengutamakan transportasi yang lebih privasi dan nyaman, memang mengemudi kendaraan sendiri menjadi prioritas dibanding harus menggunakan kendaraan umum.

Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan tata cara mengemudi yang baik dan benar sehingga kesalahan mengemudi sering terjadi. Hal tersebut tentu mengingatkan kita bahwa tingkat kemahiran memegang kemudi tidak bisa didapatkan secara instan.

Bagi pengemudi pemula, atau mereka yang baru bisa mengendarai mobil sendiri, memang lazim melakukan sejumlah kesalahan. Selain karena kurangnya pengalaman mengemudi, kesalahan mereka biasanya juga karena mengabaikan beberapa hal yang bisa mengganggu konsentrasi saat duduk di balik kemudi mobil. Jika Anda khawatir dengan banyak risiko dalam hal berkendara, untuk mendapatkan perlindungan kendaraan dan juga pengemudi, bisa membeli asuransi mobil terbaik di Futuready dengan banyak pilihan produk dan juga manfaat yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

kesalahan mengemudi

Kesalahan Mengemudi yang Sering Dilakukan

Setiap pengemudi memiliki peluang melakukan kesalahan mengemudi di jalan raya. Berikut ini beberapa kesalahan mengemudi yang sering dilakukan, yaitu:

Panik Saat Ada Situasi Tertentu

Layaknya karyawan baru yang pertama kali masuk kantor, pengemudi pemula pun dihantui perasaan cemas. Bahkan dia juga mudah panik ketika menemui situasi yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Kenapa? Ini berkaitan dengan proses adaptasi dengan situasi baru.

Hal ini wajar, mengingat minimnya pengalaman berada di balik kemudi. Apalagi situasi jalan raya sangat berbeda dengan track latihan. Mulai dari pengendara lain yang tiba-tiba menyalip, berhenti mendadak, atau macet yang tak berkesudahan.

Baca juga: Ini Asuransi Mobil yang Bagus dan Murah Untuk Anda

Dalam kondisi panik, seringnya pengemudi pemula akan otomatis melakukan kesalahan mengemudi. Misalnya saja menginjak gas terlalu dalam atau terlalu cepat memindahkan perseneling. Anda harus mencoba lebih rileks saat sedang mengemudi.

Tidak Memahami Arti Rambu Lalu Lintas

rambu lalu lintas

Selain lampu merah, ada puluhan tanda rambu lalu lintas lain yang dipasang tersebar di jalan raya? Rambu-rambu tersebut bukanlah pajangan, melainkan harus dipahami dan dipatuhi.

Sayangnya, pengemudi pemula cenderung kurang memahami peraturan lalu lintas dengan baik. Misalnya membedakan rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, juga rambu petunjuk. Sambil belajar mengemudikan mobil dengan baik dan benar, ada baiknya Anda juga belajar rambu lalu lintas, khususnya di jalan yang sering Anda lalui.

Baca juga: Peraturan Lalu Lintas Baru yang Perlu Anda Ketahu

Mengemudi Dengan Tergesa-gesa

Dihinggapi perasaan tidak pede dengan kemampuan mengatur kemudi mobil, membuat pengemudi pemula mengendarai mobil tergesa-gesa. Seringkali karena ingin segera cepat sampai di tujuan. Akibatnya, dia mengemudikan kendaraan dengan cara yang salah, misalnya menjadi terlalu cepat.

Padahal nih, mengemudi dengan tergesa-gesa tidak cuma berbahaya buat diri sendiri tapi juga buat pengendara lain. Ada baiknya Anda menenangkan diri sebelum memegang kemudi agar dapat melaju dengan tenang, nyaman, dan aman.

Posisi Duduk Tidak Benar

Seringkali disepelekan, posisi duduk sebenarnya sangat berpengaruh terhadap cara mengemudi, tentu juga berhubungan dengan keselamatan Anda. Atur posisi duduk senyaman mungkin. Jangan terlalu dekat ataupun terlalu jauh sehingga Anda dapat mengontrol kemudi dengan benar. Posisi duduk yang terlalu dekat dengan setir justru dapat meminimalkan pandanganmu. Jangan juga duduk terlalu jauh dari kemudi karena bisa membuat Anda kesulitan merespons situasi darurat dengan baik dan benar.

Baca juga: 10 Alasan Kenapa Asuransi Mobil TLO Lebih Menguntungkan

Melakukan Aktivitas Lain yang Mengganggu Konsentrasi

Mendengarkan musik menjadi salah satu sarana hiburan paling umum yang dilakukan orang ketika berkendara. Namun, tahu tidak, memutar musik dapat mengganggu konsentrasi? Belum lagi para pengemudi pemula biasanya kurang memperhatikan situasi sekitar jalan melalui spion. Selain itu jangan coba-coba menelepon sembari mengemudi, ya. Sedikit saja Anda tidak awas dengan situasi jalanan, bisa-bisa keselamatanmu jadi taruhannya.

Berbelok Patah Hingga Kemudi Mentok

Berbelok dengan cara seperti ini sering dilakukan oleh para pengemudi, terutama saat memarkir kendaraannya. Proses parkir akan jauh lebih efisien dengan cara ini, tetapi bila terlalu sering  memaksakan kemudi sampai batasnya, maka dapat merusak komponen kemudi kendaraan. Bagi kendaraan dengan sistem power steering hidrolik, memaksa kemudi sampai batasnya dapat merusak bagian seal power steering dan bagian slang tekanan tinggi yang dapat membahayakan pengemudi saat berbelok.

Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan Deras

Lampu hazard sesungguhnya difungsikan sebagai penanda bahwa sebuah kendaraan dalam keadaan darurat. Namun, sering kali lampu hazard digunakan para pengemudi dalam keadaan hujan deras untuk memperjelas posisi kendaraannya. Penggunaan lampu hazard saat hujan deras ‘khususnya di jalan bebas hambatan’ dapat membingungkan pengendara yang berada di belakang kendaraan kita, terlebih saat akan berpindah jalur. Meskipun sudah menyalakan lampu sein, saat lampu hazard dalam keadaan on maka lampu sein tidak akan terlihat. Hal ini akan menimbulkan kesalahpahaman antarpengemudi dan dapat mengakibatkan kecelakaan fatal.

Baca juga: Mau Belajar Menyetir Mobil Manual? Begini Caranya!

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Mendahului Melalui Bahu Jalan

Bahu jalan merupakan area yang dipersiapkan untuk kendaraan-kendaraan yang mengalami keadaan darurat seperti mogok dan pecah ban. Namun, sering kali bahu jalan disalahgunakan para pengemudi untuk mendahului kendaraan lain, tentu ini akan sangat membahayakan pengemudi maupun pengemudi lain yang sedang berhenti di bahu jalan.

Membiarkan Wiper Belakang Terus Berfungsi

Dalam keadaan hujan deras, kadang beberapa pengemudi membiarkan wiper belakangnya terus berfungsi. Tujuannya, supaya kaca terbebas dari air hujan yang membasahi jendela belakang mobil.  Hal ini berisiko untuk dilakukan, sebab gerakan wiper justru menghalangi pandangan pengemudi dan menyebabkan pengemudi kesulitan mengambil keputusan.

Menerobos Lampu Kuning

Ketergesa-gesaan untuk mencapai tempat tujuan kadang membuat pengemudi tidak memedulikan rambu lalu lintas. misalnya lampu kuning yang dianggap sebagai rambu “penghalal” untuk terus memacu kendaraan. Tentu tindakan-tindakan mengabaikan rambu lalu lintas seperti ini dapat membahayakan pengemudi.

Menekan Gas Sebelum Mematikan Mesin

Kebiasaan ini banyak ditemui pada mobil yang masih menggunakan karburator. Hal ini berguna untuk menghabiskan sisa bahan bakar yang terdapat pada karburator dan memudahkan mesin menyala saat dihidupkan kembali. Namun, hal ini tak perlu dilakukan pada mobil bersistem injeksi yang banyak beredar sekarang ini.

Menekan Pedal Gas dan Rem Secara Bersamaan

Kebiasaan menekan pedal gas dan rem secara bersamaan justru akan membuang percuma tenaga mobil. Hal ini sering dilakukan oleh para pengemudi mobil bertransmisi otomatis saat pengereman. Namun, sebaiknya pengereman dilakukan dengan cara bergantian menekan pedal gas dan rem agar tenaga mobil tidak terbuang percuma.

Dari pemaparan detil di atas, kini jika Anda mengemudikan kendaraan pribadi alangkah baiknya menghindari kesalahan mengemudi yang dapat mengakibatkan kerugian. Tentu, selain jangan tergesa-gesa Anda juga wajib mematuhi peraturan lalu lintas yang sudah di atur. Selamat berkendara aman ya!

Comments are closed.