Agar Tetap Prima, Ini Cara Merawat Mobil Injeksi

Mobil

Mobil injeksi menghadirkan teknologi yang modern, tetapi di balik kecanggihannya tetap Anda pun harus melakukan perawatan secara berkala. Apa saja perawatan tersebut?

Melakukan perawatan secara berkala merupakan salah satu kegiatan yang wajib sekali dilakukan untuk para pemilik kendaraan pribadi. Baik itu kendaraan roda dua ataupun roda empat yang setiap kendaraan memiliki komponen-koponen yang berbeda. Salah satu komponen yang membutuhkan perawatan adalah sistem bahan bakarnya. Menurut sistem pembakarannya, mobil terbagi menjadi dua jenis. Ada yang menggunakan sistem pembakaran karburator dan ada yang menggunakan sistem pembakaran injeksi. Namun, untuk saat ini hampir semua mobil baru sudah menggunakan sistem injeksi.

Sistem injeksi bahan bakar adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) untuk mencampur bahan bakar dengan udara sebelum dibakar. Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan karburator. Kemudian, injeksi bahan bakar juga dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman.

Baca juga: Serba-Serbi Oli Mesin Mobil yang Perlu Anda Ketahui

Cara Merawat Mobil Injeksi

Membersihkan Throttle Body

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk perawatan mesin mobil injeksi adalah dengan membersihkan rutin bagian throttle body. Bagian ini berfungsi untuk mengatur keluar masuknya udara yang masuk ke dalam mesin. Pasalnya, jika filter udara tersebut jarang sekali dibersihkan, ditambah lagi dengan lingkungan sekitar yang berdebu maka akan membuat gum atau jelaga melengket pada bagian throttle body. Oleh karena itu, jangan dibiarkan terus menerus dalam kondisi seperti itu, sebab hal ini akan berakiat kerja sensor throttle menjadi buruk dan membuat putaran pada mesin kendaraan menjadi pincang.

Jangan panik jika gum sulit dibersihkan dikarenakan gum memang sedikit lengket, tetapi Anda bisa menemukan cairan khusus untuk membersihkannya di pasaran. Sebaiknya, Anda memilih cairan khsuus yang memang diperuntukkan untuk mesin injeksi.

Untuk membersihkannya, Anda bisa menyemprot langsung cairan ke throttle ketika mesin dihidupkan dan jangan sampai mesin mobil mati. Skep kabel gas dapat Anda tahan dengan menggunakan tangan sekaligus menyemprotkan cairan pembersih tersebut pada throttle. Jika terlihat sudah bersih, Anda bisa segera untuk mematikan mesin kendaraan. Tunggu hingga sekitar 15 menit dan kemudian cobalah untuk menghidupkan kembali mesin kendaraan dan cobalah untuk memainkan pedal pada putaran 5000-6000 rpm. Hal ini agar membuat sisa kerak dapat terkikis dan terbuang melalui saluran gas pembuangan.

Perawatan Nosel Injektor

Jangan lupa untuk melakukan perawatan pada nosel injektor dengan melakukan pembersihan dengan rutin. Hal ini dilakukan agar bentuk serta semprotan dari bahan bakar ideal. Kualitas bahan bakar yang digunakan rendah akan dapat menyebabkan lubang nosel yang ukurannya kecil tersebut menjadi tersumbat oleh kotoran dan kerak. Hal ini pula lah yang menyebabkan semprotan mesin menjadi kacau serta debit menjadi berkurang sehingga berakibat pada putaran mesin menjadi pincang dan tarikannya yang terhambat. Caranya membersihkannya pun sangat mudah, Anda hanya perlu mencampurkan cairan pembersih ke dalam tangki bensin. Larutan kimia serta bensin tersebut nantinya akan mampu mengikis kotoran.

Baca juga: Tune Up Mobil: Ini Pengertian dan Tata Caranya!

Bersihkan Bagian Sensor

Mobil injeksi memang identik dengan sensor, setidaknya ada sekitar 10 sensor yang terdapat pada mesin injeksi tersebut. Mulai dari nosel injektor, sensor pengapian, suhu air pendingin, idle, dan sensor lainnya. Untuk mengetahui komponen ini sangat mudah, karena semua bagian tersebut memiliki kabel yang terhubungkan dengan ECU. Ketika kondisi konektor kotor, maka Anda perlu membersihkannya. Agar hasilnya dapat maksimal maka Anda bisa memanfaatkan contact cleaner yang memang diperuntukkan untuk membersihkan bagian konektor kelistrikan.

Sebagian sensor akan mudah dilakukan dengan mencabut konektornya saja setelah Anda menekan klip pengunci. Namun untuk beberapa sensor yang sudah dilengkapi dengan klip pengunci berbahan kawat sehingga untuk model seperti ini Anda perlu mencungkilnya sebelum menarik konektor agar terlepas dari dudukannya. Kemudian, pasang kembali klip kawat pada tempatnya sebelum anda mencolokkan konektornya kembali. Semprot cairan pembersih pada poin kontak yang ada di tengah konektor hingga kondisinya bersih. Letak dari konektor setiap mobil berbeda satu sama lainnya. Jadi, sebaiknya Anda perlu memastikannya terlebih dahulu.

Membersihkan Filter Bensin dan Udara

Selanjutnya, Anda juga diharuskan untuk membersihkan filter bensin dan udara. Suplai bensin pada kendaraan dapat terhambat dikarenakan kondisi filter bensin yang mampat dikarenakan adanya tumpukan kotoran di dalamnya. Meskipun usia pakai dari filter pada mesin injeksi lebih lama dibandingkan dengan sistem karburator, namun jika kondisinya sudah kotor maka Anda perlu membersihkan atau menggantinya. Setidaknya lakukan pembersihan setiap 20.000 km serta penggantian pada 40.000 km. Kondisi tangki bensin yang tidak pernah terisi penuh akan mempercepat kotoran yang menyumbat saringan.

Untuk proses pembersihan Anda perlu mengupas terlebih dahulu filter dari dudukan. Lepas selang bensin yang masuk dan keluar terlebih dahulu sebelum Anda melepas dari dudukannya. Kemudian tiup dari arah masuknya bensin sampai kotoran serta sisa bensin yang ada di dalamnya terdorong keluar. Ulangi hal ini beberapa kali dengan cara memasukkan bensin dan kemudian sambil dikocok hingga bensi yang keluar nantinya bersih.

Baca juga: Penting untuk Anda Ketahui Cara Melepas Aki Mobil

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Penyetelan Karbonmonoksida

Cara merawat mesin mobil injeksi lainnya adalah dengan melakukan penyetelan karbon monoksida (CO). Anda bisa melakukannya dengan menggunakan engine analyzer untuk mengukurnya. Pengukuran ini diperlukan untuk mengetahui proses pembakaran di dalam mesin apakah sudah berjalan sesuai atau tidak. Perhatikan ketika Anda melakukan penyetelan, idealnya adalah berada di bawah satu persen. Jika tidak maka Anda perlu melakukan penyetelan ulang pada sistem pasokan bensin, pengapian, dan udara mobil.

Perhatikan Kondisi Aki

Peforma serta usia dari mesin injeksi sangat berkaitan dengan pasokan listrik yang stabil. Tak hanya kondisi alternator, Anda juga perlu memperhatikan kondisi aki agar suplai tegangan yang menuju ECU dan sensor dapat berjalan dengan stabil dan normal ketika mesin distarter. Tak hanya melakukan pemeriksaan volume air aki, namun pastikan jika kondisi terminal juga bebas dari kerak dan kotoran yang menempel. Suplai tegangan yang terhambat dapat membuat kinerja dari mesin dan ECU berputar abnormal ketika distarter.

Comments are closed.