Ayo Pelajari Jenis-Jenis Tata Tertib Lalu Lintas

Mobil

Diberhentikan di tengah jalan karena melanggar tata tertib lalu lintas, pasti menyesal, bukan? Sebelum kejadian, pelajari lagi semuanya yuk!

Di jalan, setiap harinya mobilitas orang-orang begitu tinggi. Apalagi, di kota-kota besar seperti Jakarta. Dari pagi hingga pagi, jalanan seperti tidak ada sepinya. Semua jalur penuh dengan kendaraan.

Memang, moda transportasi umum saat ini sudah semakin memberikan pelayanan terbaik, mulai dari bis, kereta, hingga transportasi online. Namun, di Indonesia, transportasi umum bukanlah menjadi pilihan utama bagi sebagian besar orang. Masih banyak orang-orang memilih untuk membawa kendaraannya sendiri. Baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca juga: Yuk Kupas Tuntas Tentang Pelanggaran Lalu Lintas

Nah, bagi Anda yang memiliki aktivitas berlalu lintas mungkin ada baiknya untuk memperhatikan tata tertib. Jangan sampai Anda dihukum karena melanggar aturan. Tak hanya itu saja, Anda juga mesti taat aturan untuk keselamatan di jalan. Terutama keselamatan untuk diri sendiri dan pengendara lain.

Yuk, pahami lebih jauh tata tertib berkendara yang terus digalakkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Tata Tertib Lalu Lintas dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Pengendara Harus Punya Surat Izin Mengemudi (SIM)

Idealnya, Anda sebagai pengendara memang wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diterbitkan Polri untuk dapat mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan. Namun, praktiknya tetap saja banyak pengendara yang masih melanggar tata tertib berkendara ini.

Padahal, prosedur pembuatannya mudah dengan proses yang transparan. Setiap pemohonnya harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian untuk dapat memperolehnya.

Tahukah Anda sebenarnya fungsi Surat Izin Mengemudi (SIM) berdasarkan Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Pasal 86, yaitu:

  1. Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi.
  2. Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai registrasi Pengemudi Kendaraan Bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap Pengemudi.
  3. Data pada registrasi Pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.

Jangan Naikkan Motor ke Trotoar

Sudah banyak lho, video-video yang beredar di internet pengendara dengan sengaja nekat mengendarai kendaraannya di trotoar. Padahal, trotoar merupakan fasilitas yang dikhususkan bagi pejalan kaki. Kebiasaan ini membahayakan keselamatan para pejalan kaki.

Hak para pejalan kaki di jalan raya ini juga sudah dengan jelas diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yaitu:

  1. Pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
  2. Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan.
  3. Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya.

Undang-undang Nomor  22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 106 Ayat (2) yang mengatur: “Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan ini akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00.”

Baca juga: Pahami Tilang Elektronik, Proses Tilang Terkini


Jangan Main Handphone saat Berkendara

Ingat baik-baik, kebiasaan ini jangan sampai Anda lakukan. Tinggalkan dulu handphone Anda. Membalas pesan atau menelepon masih bisa menunggu hingga nanti Anda sampai di tujuan. Bila memang sangat mendesak menepilah.

Mengendarai sepeda motor sambil menelepon sangat dilarang. Selain mengancam keselamatan diri sendiri juga membahayakan pengguna jalan lainnya.  Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 283 telah mengatur bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, akan dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp750.000,00.

Pakai Helm

Urusan satu ini, banyak sekali pengendara yang malah menggunakan helm hanya karena alasan takut pada polisi dan kena tilang. Bilang kebetulan mereka tidak melihat polisi atau berpikir jarak berkendara dekat maka dengan nekat tidak menggunakan helm. Jangan sampai Anda melakukan hal itu, ya!

Pemerintah memberlakukan kewajiban mengenakan helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengemudi motor maupun penumpangnya. Hal ini diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 57 ayat 2 dan Pasal 106 ayat 8. Sanksi bagi pelanggarnya, disebutkan pada pasal 291 undang-undang yang sama, yaitu pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00.

Helm dengan label SNI jelas lebih terjamin kualitas dan mutunya dibandingkan dengan helm tanpa SNI. Hal ini dikarenakan helm SNI telah melewati serangkaian uji ketangguhan oleh Badan Standarisasi Nasional. Mari mengenakan helm SNI demi keselamatan berkendara di jalan raya.

Baca juga: Dasar-dasar Nyetir Mobil Bagi Para Pemula

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Pasang Sabuk Pengaman Saat Mengendarai Mobil

Tahukah Anda sanksi yang akan dijatuhkan bila Anda tidak mengenakan sabuk pengaman saat berkendara? Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 ayat 6.

“Sanksi yang dijatuhkan apabila seseorang tidak mengenakannya, juga dicantumkan pada pasal 289. Para pelanggarnya bisa dipidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00.”

Pemerintah telah mewajibkan kepada setiap pengemudi kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih serta penumpang di sampingnya agar mengenakan sabuk keselamatan. Semua sistem pengaman ini tujuannya untuk keamanan Anda berkendara.

Kini, Anda sudah mengetahui beberapa tata tertib lalu lintas yang ada. Untuk itu, mari kita patuhi undang-undang tersebut, dengan senantiasa memprioritaskan aspek keselamatan dalam berkendara. Baik untuk keselamatan diri sendiri juga pengendara lain.

Comments are closed.